UMRAHUMRAH

Jurnal Intek AkuakulturJurnal Intek Akuakultur

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bobot bibit awal terbaik dalam budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii metode Rakit Apung. Penelitian ini dilakukan selama 52 hari, terhitung pada bulan mei sampai juni 2021, di Desa Berakit Kepulauan Riau. Metode yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan, Perlakuan A (Bobot bibit 50 g), Perlakuan B (Bobot bibit 100 g) dan Perlakuan C (Bobot bibit 150 g). Hasil Penelitian setelah di uji statistic sidik ragam ANOVA, pengaruh Bobot bibit yang berbeda terhadap laju pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii Menggunakan metode Rakit apung menunjukkan hasil yang berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan rumput laut (P<0,05). Hasil yang didapatkan pada parameter Bobot Mutlak (g) Perlakuan 50 g (263,71 ± 26,25 g), B (414,94 ± 14,51 g) dan C (512,59 ± 32,88 g). Pertumbuhan Mutlak (g) Perlakuan A (213,70 ± 26,25 g), B (314,95 ± 14,51 g) dan C (407,78 ± 31,69 g). Laju Pertumbuhan Spesifik (%) Perlakuan A (5,09 ± 0,62 %/hari), B (7,50 ± 0,35 %/hari) dan C (8,63 ± 0,78 %/hari). Tingkat Kelangsungan Hidup pada perlakuan A, B, dan C Tingkatan 1 dan 2 didapatkan hasil yang sama atau identic (100±0.00).

Penelitian ini menyimpulkan bahwa bobot bibit awal yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii (P<0,05).Bobot bibit 150 g merupakan perlakuan terbaik untuk pertumbuhan rumpu laut K.Dengan demikian, penggunaan bibit dengan bobot awal 150 g dapat dioptimalkan untuk meningkatkan produktivitas budidaya rumput laut.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi jenis rakit apung terhadap pertumbuhan dan hasil panen rumput laut Kappaphycus alvarezii, dengan mempertimbangkan faktor efisiensi biaya dan kemudahan perawatan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada interaksi antara bobot bibit awal dengan pemberian nutrisi tambahan, untuk mengoptimalkan pertumbuhan rumput laut dan meningkatkan kandungan karagenan. Ketiga, penting untuk mengkaji pengaruh kepadatan tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan rumput laut dengan bobot bibit awal yang optimal, guna memaksimalkan pemanfaatan lahan dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan berkontribusi pada pengembangan budidaya rumput laut yang berkelanjutan dan efisien.

Read online
File size782.55 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test