UMRAHUMRAH
Jurnal Intek AkuakulturJurnal Intek AkuakulturPenelitian ini bertujuan untuk menentukan jarak tingkatan terbaik dalam budi daya rumput laut Kappaphycus alvarezii metode lepas dasar bertingkat. Penelitian ini dilakukan selama 52 hari, terhitung pada bulan Mei sampai Juni 2021, di Desa Berakit Kepulauan Riau. Metode yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan, di mana Perlakuan A (Jarak Tingkatan 25 cm), Perlakuan B (Jarak Tingkatan 35 cm) dan Perlakuan C (Jarak Tingkatan 45 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh jarak tingkatan berbeda terhadap laju pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii metode lepas dasar bertingkat tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laju pertumbuhan rumput laut (p > 0,05).
Kesimpulan dari penelitian ini yang berjudul pengaruh jarak tingkatan berbeda terhadap laju pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan metode lepas dasar bertingkat adalah.Jarak tingkatan yang berbeda tidak memberikan perbedaan yang nyata (p > 0,05), terhadap pertumbuhan rumput laut K.Pada perlakuan A jarak tingkatan 25 cm merupakan jarak optimal untuk pemeliharaan rumput laut K.
Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan rumput laut, seperti kualitas air, nutrisi, dan kondisi lingkungan. 2. Meneliti pengaruh jarak tingkatan yang lebih bervariasi dan ekstrem terhadap pertumbuhan rumput laut, untuk menentukan rentang jarak yang optimal. 3. Menganalisis dampak jarak tingkatan pada aspek-aspek lain seperti produktivitas, kualitas hasil panen, dan kelangsungan hidup rumput laut.
| File size | 949.5 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UMRAHUMRAH alvarezii sebesar (283.24 ± 0. 44 g), dan pertumbuhan mutlak rumput laut K. alvarezii sebesar (183.24 ± 0. 44 g). Perlakuan A merupakan perlakuan terbaikalvarezii sebesar (283.24 ± 0. 44 g), dan pertumbuhan mutlak rumput laut K. alvarezii sebesar (183.24 ± 0. 44 g). Perlakuan A merupakan perlakuan terbaik
UMRAHUMRAH Penelitian ini dilakukan selama sepuluh hari di Balai Benih Ikan Desa Pengujan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian minyakPenelitian ini dilakukan selama sepuluh hari di Balai Benih Ikan Desa Pengujan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak
UMRAHUMRAH Penelitian ini menunjukkan bahwa larutan jahe dapat mematikan lintah Zeylanicobdella sp. karena kerusakan membran sel akibat denaturasi protein dan pelarutanPenelitian ini menunjukkan bahwa larutan jahe dapat mematikan lintah Zeylanicobdella sp. karena kerusakan membran sel akibat denaturasi protein dan pelarutan
UMRAHUMRAH Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor produksi yang mempengaruhi pembenihan ikan di PT Hatchery Nila Kekar Pasuruan adalah luas kolam, jumlah indukPenelitian ini menyimpulkan bahwa faktor produksi yang mempengaruhi pembenihan ikan di PT Hatchery Nila Kekar Pasuruan adalah luas kolam, jumlah induk
UMRAHUMRAH Isolasi Bacillus sp. yang berpotensi probiotik pada saluran pencernaan ikan bawal bintang belum pernah dilakukan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitianIsolasi Bacillus sp. yang berpotensi probiotik pada saluran pencernaan ikan bawal bintang belum pernah dilakukan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian
UMRAHUMRAH Sementara itu, laju pertumbuhan spesifik harian tertinggi tertuju pada perlakuan 50 g, diikuti oleh perlakuan 150 g, dan terendah pada perlakuan 100 g.Sementara itu, laju pertumbuhan spesifik harian tertinggi tertuju pada perlakuan 50 g, diikuti oleh perlakuan 150 g, dan terendah pada perlakuan 100 g.
UMRAHUMRAH Perlakuan suhu yang dilakukan yaitu P1 (26°C), P2 (28°C), Kontrol (30°C), dan P4 (32°C) dengan 3 kali ulangan. Rancangan yang digunakan rancangan acakPerlakuan suhu yang dilakukan yaitu P1 (26°C), P2 (28°C), Kontrol (30°C), dan P4 (32°C) dengan 3 kali ulangan. Rancangan yang digunakan rancangan acak
UMRAHUMRAH Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai terbaik untuk FCR, EP, BM, PM, dan SGR diperoleh pada perlakuan D, yaitu FCR (2,25±0,02), EP (44,49±0,36 %), BMHasil analisis menunjukkan bahwa nilai terbaik untuk FCR, EP, BM, PM, dan SGR diperoleh pada perlakuan D, yaitu FCR (2,25±0,02), EP (44,49±0,36 %), BM
Useful /
UMRAHUMRAH Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, dengan perlakuan K (Pemberian pakan tanpa penambahanPenelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, dengan perlakuan K (Pemberian pakan tanpa penambahan
UMRAHUMRAH Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pemberian ekstrak kulit pisang kepok dengan konsentrasi berbeda terhadap diferensial leukosit benih ikan kakapTujuan penelitian ini adalah untuk menguji pemberian ekstrak kulit pisang kepok dengan konsentrasi berbeda terhadap diferensial leukosit benih ikan kakap
UMRAHUMRAH Metode yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan, Perlakuan A (Bobot bibit 50 g), Perlakuan B (Bobot bibit 100Metode yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan, Perlakuan A (Bobot bibit 50 g), Perlakuan B (Bobot bibit 100
UMRAHUMRAH Metode yang digunakan ialah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Menggunakan analisis data dengan One-WayMetode yang digunakan ialah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Menggunakan analisis data dengan One-Way