UMRAHUMRAH
Jurnal Intek AkuakulturJurnal Intek AkuakulturAda beberapa faktor yang akan menghambat pertumbuhan rumput laut saat proses budidaya adalah padat tebar awal pada metode lepas dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bobot bibit awal yang berbeda terhadap laju pertumbuhan rumput laut K. alvarezii yang akan memberikan informasi terkait bobot awal yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan April-Mei 2021 selama 42 hari dengan masa aklimatisasi 3 hari dan persiapan wadah 7 hari di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 3 ulangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak tertinggi diperoleh pada rumput laut dengan bobot bibit awal perlakuan 50 g, diikuti oleh perlakuan 150 g, dan terendah pada perlakuan 100 g. Sementara itu, laju pertumbuhan spesifik harian tertinggi tertuju pada perlakuan 50 g, diikuti oleh perlakuan 150 g, dan terendah pada perlakuan 100 g. Perlakuan bobot bibit awal yang berbeda dengan metode lepas dasar memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Pertumbuhan Mutlak (PM) dan Laju Pertumbuhan Spesifik Harian (LPS) selama pemeliharaan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin kecil bobot bibit rumput laut K.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 50 gram memiliki nilai rata-rata tertinggi dari perlakuan 100 g dan 150 gram dengan metode lepas dasar.Hal ini menunjukkan bahwa bobot bibit awal yang optimal untuk budidaya rumput laut K.alvarezii dengan metode lepas dasar adalah 50 gram.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi jenis tali dan kerapatan bibit terhadap pertumbuhan rumput laut K. alvarezii dengan metode lepas dasar untuk mengoptimalkan hasil budidaya. Kedua, penelitian mengenai interaksi antara bobot bibit awal dengan pemberian nutrisi tambahan, seperti pupuk organik atau anorganik, dapat dilakukan untuk meningkatkan laju pertumbuhan dan kualitas rumput laut. Ketiga, studi komparatif antara metode lepas dasar dengan metode budidaya rumput laut lainnya, seperti metode rak atau jaring apung, perlu dilakukan untuk mengevaluasi efisiensi dan keberlanjutan masing-masing metode. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan aplikatif bagi pengembangan industri budidaya rumput laut di Indonesia, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas produk rumput laut K. alvarezii, serta mendukung keberlanjutan lingkungan perairan pesisir.
| File size | 735.91 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
SMARTPUBLISHERSMARTPUBLISHER Teknik sampel yang digunakan adalah sampel jenuh. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 71 responden. Teknik analisis data yang digunakanTeknik sampel yang digunakan adalah sampel jenuh. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 71 responden. Teknik analisis data yang digunakan
SALNESIASALNESIA Masyarakat telah memiliki keterampilan dalam membuat perangkat serta melakukan budidaya ikan dan sayuran secara organik di pekarangan rumah. ImplementasiMasyarakat telah memiliki keterampilan dalam membuat perangkat serta melakukan budidaya ikan dan sayuran secara organik di pekarangan rumah. Implementasi
LMULMU Penelitian ini bertujuan untuk menaksir sebaran nilai datum point dari data geolistrik menggunakan metode ordinary kriging (point kriging dan block kriging).Penelitian ini bertujuan untuk menaksir sebaran nilai datum point dari data geolistrik menggunakan metode ordinary kriging (point kriging dan block kriging).
LMULMU Disusul oleh kontribusi beban lalu lintas dengan EC=8%, dan RC=27,6%. Variabel dengan kontribusi paling kecil terhadap tingkat kerusakan jalan adalah kondisiDisusul oleh kontribusi beban lalu lintas dengan EC=8%, dan RC=27,6%. Variabel dengan kontribusi paling kecil terhadap tingkat kerusakan jalan adalah kondisi
LMULMU Penggunaan limbah fly ash dan serbuk kulit kayu galam dalam campuran beton pada umur 28 hari dalam penelitian ini belum dapat memenuhi persyaratan SNIPenggunaan limbah fly ash dan serbuk kulit kayu galam dalam campuran beton pada umur 28 hari dalam penelitian ini belum dapat memenuhi persyaratan SNI
LMULMU Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi tegangan listrik yang dihasilkan dari MFC menggunakan variasi substrat: air cucian beras, kulit pisangPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi tegangan listrik yang dihasilkan dari MFC menggunakan variasi substrat: air cucian beras, kulit pisang
LMULMU Selain itu, CBR, UCS, kohesi, dan sudut geser internal menunjukkan peningkatan tertinggi pada campuran 16% NaCl dan 20% CCR setelah curing 14 hari, masing-masingSelain itu, CBR, UCS, kohesi, dan sudut geser internal menunjukkan peningkatan tertinggi pada campuran 16% NaCl dan 20% CCR setelah curing 14 hari, masing-masing
UGPUGP Perlakuan yang digunakan: P0 (tanpa pupuk kotoran sapi), P1 (500 g pupuk kotoran sapi/wadah), P2 (600 g pupuk kotoran sapi/wadah), dan P3 (700 g pupukPerlakuan yang digunakan: P0 (tanpa pupuk kotoran sapi), P1 (500 g pupuk kotoran sapi/wadah), P2 (600 g pupuk kotoran sapi/wadah), dan P3 (700 g pupuk
Useful /
STIE TDNSTIE TDN 177.519, teknisi jaringan/hardware Rp 435.925, pemrograman Rp 955.181, video editing Rp 585.753. Berdasarkan hasil perhitungan tarif jasa kursus yang dilakukan,177.519, teknisi jaringan/hardware Rp 435.925, pemrograman Rp 955.181, video editing Rp 585.753. Berdasarkan hasil perhitungan tarif jasa kursus yang dilakukan,
STIE TDNSTIE TDN Sementara, di sektor asuransi ESG dan green accounting sama-sama tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Hasil uji koefisien determinasi juga menunjukkanSementara, di sektor asuransi ESG dan green accounting sama-sama tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Hasil uji koefisien determinasi juga menunjukkan
UMRAHUMRAH Suhu optimal untuk pemeliharaan larva ikan kakap putih adalah suhu 32°C. Oleh karena itu, disarankan kepada para pembudidaya untuk menggunakan temperaturSuhu optimal untuk pemeliharaan larva ikan kakap putih adalah suhu 32°C. Oleh karena itu, disarankan kepada para pembudidaya untuk menggunakan temperatur
UMRAHUMRAH Menggunakan analisis data dengan One-Way ANOVA menunjukkan bahwa pemberian enzim papain (3,72 g) atau perlakuan A, merupakan hasil terbaik dibanding denganMenggunakan analisis data dengan One-Way ANOVA menunjukkan bahwa pemberian enzim papain (3,72 g) atau perlakuan A, merupakan hasil terbaik dibanding dengan