YPSMYPSM
Jurnal Pendidikan Ekonomi dan BisnisJurnal Pendidikan Ekonomi dan BisnisPenelitian ini menyelidiki hubungan antara kompetensi profesional guru dan aktivitas belajar siswa pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bonepantai, Indonesia. Dengan desain kuantitatif deskriptif‑korelasi, data dikumpulkan dari 64 responden menggunakan instrumen skala Likert yang telah divalidasi (r > 0,412) dan memiliki reliabilitas tinggi (α = 0,923 untuk kompetensi dan α = 0,922 untuk aktivitas). Hasil deskriptif menunjukkan nilai rata‑rata tinggi untuk kompetensi guru (4,34) dan aktivitas belajar siswa (4,45). Analisis regresi menghasilkan model Ŷ = 24,291 0,730X dengan pengaruh positif signifikan (t = 6,267 > 1,669; p < 0,05) serta koefisien determinasi R² = 0,388, yang berarti kompetensi guru menjelaskan 38,8% variasi aktivitas belajar siswa. Indikator terkuat meliputi pengembangan materi kreatif dan diskusi kelompok, sedangkan indikator terlemah adalah kontekstualisasi dan ekspresi pendapat. Temuan ini mengkonfirmasi asumsi teoretis bahwa kompetensi profesional meningkatkan partisipasi pembelajar dan menekankan kebutuhan Pengembangan Profesional Berkelanjutan (CPD) yang berfokus pada pengajaran responsif budaya dan dialogis. Penelitian ini berkontribusi pada pengetahuan empiris tentang kualitas instruksional dalam pendidikan menengah Indonesia serta mengundang penelitian lanjutan dengan pendekatan multivariat untuk mengkaji sisa variasi dalam keterlibatan siswa.
Penelitian ini menunjukkan bukti empiris bahwa kompetensi profesional guru berperan signifikan dan positif dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa, dengan model regresi (Ŷ = 24.388) mengindikasikan bahwa hampir 39% variasi aktivitas belajar dapat dijelaskan oleh kompetensi guru, menegaskan pengaruh substansial guru terhadap keterlibatan siswa.Indikator perilaku seperti diskusi kelompok, tanya jawab, dan penyelesaian tugas memperoleh skor tertinggi, sementara ekspresi pendapat masih lebih lemah, menandakan kebutuhan peningkatan pedagogi dialogis.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana variasi kompetensi guru dalam penggunaan teknologi informasi mempengaruhi aktivitas belajar siswa, misalnya dengan menjawab pertanyaan: Apakah kompetensi ICT guru memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan kompetensi pedagogik terhadap partisipasi siswa dalam diskusi kelas? Selain itu, studi longitudinal yang membandingkan dampak kompetensi guru pada tingkat sekolah menengah pertama dan menengah atas dapat membantu menjawab: Bagaimana perubahan kompetensi profesional guru selama periode tiga tahun memengaruhi tren keterlibatan belajar siswa di berbagai jenjang pendidikan? Terakhir, penelitian multivariat dapat menyelidiki interaksi antara kompetensi guru, faktor motivasi siswa, dan dukungan orang tua, sehingga menjawab: Apakah kombinasi antara kompetensi guru, motivasi intrinsik siswa, dan dukungan keluarga dapat menjelaskan variasi signifikan dalam aktivitas belajar yang tidak terjangkau oleh model regresi sederhana?.
| File size | 330.3 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
STAI IUSTAI IU Namun, di SMAN 1 Telagasari, program belum efektif karena pelaksanaan kurang interaktif, materi agama kurang relevan, dukungan terbatas, dan anggaran minim.Namun, di SMAN 1 Telagasari, program belum efektif karena pelaksanaan kurang interaktif, materi agama kurang relevan, dukungan terbatas, dan anggaran minim.
IAIDAIAIDA Siswa yang kurang percaya diri, sering berhenti saat bercerita, dan memiliki pemahaman terbatas memperoleh nilai 60–69 (kurang). Sedangkan siswa yangSiswa yang kurang percaya diri, sering berhenti saat bercerita, dan memiliki pemahaman terbatas memperoleh nilai 60–69 (kurang). Sedangkan siswa yang
AAIPADANGAAIPADANG Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru, siswa, dan mitra usaha. Hasil penelitianTeknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru, siswa, dan mitra usaha. Hasil penelitian
IISTRIISTR Peserta dalam kelompok eksperimen, yang menggunakan alat VR imersif, menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam skor kreativitas dan tingkat keterlibatanPeserta dalam kelompok eksperimen, yang menggunakan alat VR imersif, menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam skor kreativitas dan tingkat keterlibatan
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pemasaran digital berbasis teknologi di SMAN 1 Gowa telah berhasil meningkatkan kompetensi siswa dalamKegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pemasaran digital berbasis teknologi di SMAN 1 Gowa telah berhasil meningkatkan kompetensi siswa dalam
UGJUGJ Siswa dituntut untuk dapat belajar secara mandiri dan dapat mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan minat dan kemampuannya. Strategi metakognitif menjadiSiswa dituntut untuk dapat belajar secara mandiri dan dapat mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan minat dan kemampuannya. Strategi metakognitif menjadi
UNISBA BLITARUNISBA BLITAR Sedangkan, pada hari kedua yaitu saat uji kompetensi keahlian di program studi tersebut, dosen STIE YAPAN melakukan pendampingan bersama guru akuntansiSedangkan, pada hari kedua yaitu saat uji kompetensi keahlian di program studi tersebut, dosen STIE YAPAN melakukan pendampingan bersama guru akuntansi
UNMUNM Program ini bertujuan untuk menyediakan media gambar ilustrasi berbasis strategi mnemonik dan bantuan kepada guru dalam mengajar Hanzi pada mata pelajaranProgram ini bertujuan untuk menyediakan media gambar ilustrasi berbasis strategi mnemonik dan bantuan kepada guru dalam mengajar Hanzi pada mata pelajaran
Useful /
UNIMUDASORONGUNIMUDASORONG Dalam kondisi ini, muncul luapan semiotik berupa emosi, ritme, dan ekspresi yang terasa “tidak selesai secara bahasa. Dampaknya, tokoh tidak hanya mengalamiDalam kondisi ini, muncul luapan semiotik berupa emosi, ritme, dan ekspresi yang terasa “tidak selesai secara bahasa. Dampaknya, tokoh tidak hanya mengalami
UNIMUDASORONGUNIMUDASORONG Kemampuan literasi membaca siswa kelas IV SD Negeri 21 Kabupaten Sorong masih tergolong rendah. Dari 22 siswa yang diteliti, sebanyak 54% berada pada kategoriKemampuan literasi membaca siswa kelas IV SD Negeri 21 Kabupaten Sorong masih tergolong rendah. Dari 22 siswa yang diteliti, sebanyak 54% berada pada kategori
UNIMUDASORONGUNIMUDASORONG Data penelitian berupa kutipan naratif dan dialog yang memunculkan pengalaman emosional pembaca, sedangkan data sekunder diperoleh dari ulasan pembacaData penelitian berupa kutipan naratif dan dialog yang memunculkan pengalaman emosional pembaca, sedangkan data sekunder diperoleh dari ulasan pembaca
STAI IUSTAI IU Keberhasilan implementasi ini didukung oleh komitmen guru, dukungan kepala sekolah, partisipasi aktif siswa, dan kerja sama orang tua, namun masih dihadapkanKeberhasilan implementasi ini didukung oleh komitmen guru, dukungan kepala sekolah, partisipasi aktif siswa, dan kerja sama orang tua, namun masih dihadapkan