UNIMUDASORONGUNIMUDASORONG

FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan PengajarannyaFRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi membaca siswa kelas IV serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat kemampuan tersebut di SD Negeri 21 Kabupaten Sorong. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca siswa masih tergolong rendah. Dari 22 siswa yang menjadi subjek penelitian, sebanyak 12 siswa (54%) berada pada kategori rendah, 7 siswa (32%) kategori sedang, dan hanya 3 siswa (14%) yang berada pada kategori tinggi. Rendahnya kemampuan literasi membaca terlihat pada tiga indikator utama, yaitu kemampuan memahami arti kata dan ungkapan, kemampuan memahami makna tersurat dan tersirat, serta kemampuan membuat kesimpulan bacaan. Selain itu, beberapa faktor yang menghambat kemampuan literasi membaca siswa antara lain: kurangnya kebiasaan membaca di rumah, rendahnya motivasi dan minat membaca siswa, keterbatasan sarana prasarana sekolah khususnya fasilitas literasi, metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional, keterbatasan penguasaan kosakata, serta faktor psikologis seperti rendahnya kepercayaan diri siswa. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru, sekolah, dan orang tua dalam meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa melalui penyediaan sarana baca yang memadai, variasi metode pembelajaran yang lebih interaktif, serta pembiasaan membaca baik di sekolah maupun di rumah.

Kemampuan literasi membaca siswa kelas IV SD Negeri 21 Kabupaten Sorong masih tergolong rendah.Dari 22 siswa yang diteliti, sebanyak 54% berada pada kategori rendah, 32% kategori sedang, dan hanya 14% kategori tinggi.Rendahnya kemampuan tersebut terlihat pada aspek memahami arti kata dan ungkapan, memahami makna tersurat dan tersirat, serta membuat kesimpulan bacaan.Penelitian juga menemukan bahwa faktor-faktor seperti kurangnya kebiasaan membaca di rumah, rendahnya motivasi dan minat baca siswa, keterbatasan sarana literasi di sekolah, metode pembelajaran konvensional, serta faktor psikologis seperti rendahnya kepercayaan diri siswa menjadi penghambat utama.Oleh karena itu, perlu kolaborasi antara guru, sekolah, orang tua, dan lingkungan untuk meningkatkan budaya literasi, menyediakan sarana membaca yang memadai, serta menerapkan metode pembelajaran yang lebih interaktif.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan metode pembelajaran berbasis teknologi untuk meningkatkan minat baca siswa. Selain itu, perlu dikaji pengaruh partisipasi orang tua dalam membentuk kebiasaan membaca di rumah. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas penggunaan bahan bacaan yang relevan dengan konteks lokal untuk meningkatkan pemahaman siswa.

Read online
File size267.39 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test