UNIBOSUNIBOS

Humaniora: Journal of Linguistics, Literature, and EducationHumaniora: Journal of Linguistics, Literature, and Education

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk ekspresi emosional yang ditemukan dalam kumpulan puisi Victoria Chang With My Back to The World dan memahami bagaimana Chang mengintegrasikan seni sebagai sarana untuk melakukan catharsis emosional. Menggunakan teori catharsis Aristoteles dan pendekatan psikoanalisis Freud, penelitian ini menekankan bagaimana pengalaman emosional mendalam seperti kehilangan, alienasi, trauma, dan kesedihan diubah menjadi ekspresi kreatif. Puisi Chang dipenuhi dengan imaji visual dan metafora yang merefleksikan konflik batin dan keheningan, seperti yang terlihat dalam baris-baris seperti I painted silence dan I turned my back to the world. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif yang menunjukkan bahwa karya Chang menyampaikan rasa sakit pribadi dan menciptakan ruang reflektif bagi pembaca. Proses kreatifnya menggambarkan bagaimana seni dapat menjadi sarana untuk mengekspresikan emosi yang sulit diungkapkan secara verbal, sekaligus menawarkan penyembuhan psikologis bagi penyair dan audiens. Oleh karena itu, puisi Chang dapat dipahami sebagai medium melalui mana pengalaman traumatis diproses dan dibayangkan kembali, sehingga menempatkan seni sebagai alat yang kuat dalam perjalanan pemulihan emosional.

Berdasarkan analisis terhadap tiga puisi Victoria Chang Obit (2009), Night Sea, dan With My Back to the World, dapat disimpulkan bahwa puisi-puisi ini adalah bentuk seni yang berfungsi sebagai sarana catharsis emosional yang kuat.Chang menyalurkan pengalaman batin yang kompleks, seperti kesedihan, trauma, dan alienasi, kehilangan, kesepian menjadi ekspresi artistik yang mendalam melalui penggunaan simbolisme, struktur bahasa yang khas, dan terutama, metafora visual.Setiap puisi menunjukkan bentuk ekspresi emosional yang unik tetapi saling terhubung.Obit (2009) menampilkan kesedihan dalam struktur yang terfragmentasi, mirip dengan obituari, yang merefleksikan perpecahan emosional dan berkabung.With My Back to the World menggunakan metafora visual dan gambar simbolis untuk menggambarkan isolasi dan perjuangan internal, sementara Night Sea mewujudkan disosiasi emosional dan pemrosesan bawah sadar dari rasa sakit melalui lanskap metaforis.Puisi-puisi ini menggunakan metafora visual seperti keheningan yang dilukiskan di kanvas atau jiwa yang terbuat dari kaca untuk melambangkan keadaan emosional yang sulit diungkapkan secara verbal.Metafora-metafora ini signifikan dalam kerangka catharsis dan psikoanalisis, di mana ekspresi simbolis adalah mekanisme untuk resolusi emosional.Melalui metafora visual dan simbolis, puisi-puisi ini tidak hanya menggambarkan emosi tetapi juga menciptakan ruang artistik untuk penyembuhan batin, baik bagi penyair maupun pembaca.Chang menggunakan seni sebagai sarana catharsis emosional yang tidak hanya pribadi tetapi juga universal.Karya sastra Chang menunjukkan bahwa pengalaman emosional manusia dapat diproses melalui seni menjadi sesuatu yang bermakna, reflektif, dan terapeutik.Puisi dalam karya ini memberikan bukti bahwa seni memiliki kekuatan untuk menjadi jembatan antara perasaan yang tidak terucapkan dan kesadaran yang ingin memahami luka.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, penelitian lanjutan dapat berfokus pada beberapa arah studi. Pertama, dapat dilakukan penelitian tentang bagaimana seni, khususnya puisi, dapat menjadi sarana untuk mengekspresikan dan memproses trauma secara kolektif. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana puisi Victoria Chang, yang kaya akan simbolisme dan metafora, dapat berfungsi sebagai wadah untuk berbagi pengalaman traumatis dan menciptakan pemahaman bersama. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan pendekatan catharsis emosional dalam seni visual dan sastra. Bagaimana lukisan Agnes Martin, yang menjadi referensi visual dalam puisi Chang, dapat dibandingkan dengan puisi Chang dalam hal mengekspresikan dan melepaskan emosi? Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran seni dalam proses penyembuhan psikologis. Bagaimana seni, baik dalam bentuk puisi maupun lukisan, dapat membantu individu-individu yang mengalami trauma untuk menemukan kembali keseimbangan emosional dan membangun kembali identitas diri mereka?.

  1. Art As Emotional Catharsis: Analyzing Creative Expression In Victoria Chang’s Poem With My Back... doi.org/10.56326/jlle.v5i2.6720Art As Emotional Catharsis Analyzing Creative Expression In Victoria ChangAos Poem With My Back doi 10 56326 jlle v5i2 6720
  2. Stylistic In Maya Angelou Selected Poems | Humaniora: Journal of Linguistics, Literature, and Education.... doi.org/10.56326/jlle.v4i1.4899Stylistic In Maya Angelou Selected Poems Humaniora Journal of Linguistics Literature and Education doi 10 56326 jlle v4i1 4899
  3. The Efficacy of Expressive Arts Therapy in the Creation of Catharsis in Counselling | Mediterranean Journal... doi.org/10.5901/mjss.2015.v6n6s1p298The Efficacy of Expressive Arts Therapy in the Creation of Catharsis in Counselling Mediterranean Journal doi 10 5901 mjss 2015 v6n6s1p298
  4. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1057/9781137365941Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1057 9781137365941
Read online
File size317.29 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test