CAHAYA ICCAHAYA IC
Journal Evaluation in Education (JEE)Journal Evaluation in Education (JEE)Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kurikulum Seni Visual JHS yang dikembangkan oleh dua universitas (UCC dan UEW) sebagaimana diimplementasikan di perguruan tinggi pendidikan, sehubungan dengan kurikulum Seni dan Desain Kreatif JHS yang baru untuk mengetahui apakah salah satu kurikulum mencakup semua aspek Seni dan Desain Kreatif di JHS. Penelitian ini mengadopsi pendekatan penelitian kualitatif menggunakan analisis dokumen dan autoetnografi sebagai instrumen pengumpulan data. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun UCC menawarkan jurusan seni visual gabungan, UEW menawarkan seni visual sebagai program mandiri, tetapi kedua model pendidikan seni visual tersebut tidak memenuhi keseluruhan komplementaritas mata pelajaran Seni dan Desain Kreatif di JHS karena aspek seni pertunjukan tidak diperhatikan dalam kedua model tersebut. Penelitian ini merekomendasikan agar kedua kurikulum ditinjau kembali untuk memasukkan aspek seni pertunjukan dari mata pelajaran Seni dan Desain Kreatif JHS untuk memungkinkan mereka melatih guru yang sesuai dengan tujuan.
Penelitian ini menemukan bahwa meskipun UCC menawarkan jurusan seni visual gabungan, UEW menawarkan seni visual sebagai program mandiri, tetapi kedua model pendidikan seni visual tersebut tidak memenuhi keseluruhan komplementaritas mata pelajaran Seni dan Desain Kreatif di JHS karena aspek seni pertunjukan tidak diperhatikan dalam kedua model tersebut.Penelitian ini merekomendasikan agar kedua kurikulum ditinjau kembali untuk memasukkan aspek seni pertunjukan dari mata pelajaran Seni dan Desain Kreatif JHS untuk memungkinkan mereka melatih guru yang sesuai dengan tujuan.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai metode pengajaran seni pertunjukan dalam konteks pendidikan JHS. Hal ini dapat melibatkan studi eksperimental yang membandingkan hasil belajar siswa yang diajar oleh guru yang terlatih dalam seni pertunjukan dengan mereka yang tidak. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami persepsi guru dan siswa tentang integrasi seni pertunjukan ke dalam kurikulum Seni dan Desain Kreatif. Penelitian ini dapat menggunakan wawancara, kelompok fokus, dan observasi kelas untuk mengumpulkan data. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk melacak perkembangan karir guru yang telah menerima pelatihan dalam seni pertunjukan dan untuk menilai dampak pelatihan mereka terhadap kualitas pengajaran dan hasil belajar siswa. Penelitian ini dapat melibatkan survei, wawancara, dan analisis data kinerja guru. Dengan mengeksplorasi area penelitian ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan Seni dan Desain Kreatif di Ghana dan mempersiapkan siswa untuk sukses di abad ke-21.
| File size | 299.53 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Adegan visual film menjadi dasar penciptaan musik yang berevolusi sesuai dinamika emosional setiap adegan. Dialog filosofis pappaseng diadaptasi menjadiAdegan visual film menjadi dasar penciptaan musik yang berevolusi sesuai dinamika emosional setiap adegan. Dialog filosofis pappaseng diadaptasi menjadi
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Dalam tulisan ini, penulis berupaya untuk memahami cara band ini tetap memiliki penggemar dengan isu-isu yang diusung tersebut. Penelitian ini menggunakanDalam tulisan ini, penulis berupaya untuk memahami cara band ini tetap memiliki penggemar dengan isu-isu yang diusung tersebut. Penelitian ini menggunakan
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Metodologi disrupsi di dalam musik memperlihatkan bahwa disrupsi bukan masalah yang besar; disrupsi merupakan sesuatu yang melekat di dalam musik. DisrupsiMetodologi disrupsi di dalam musik memperlihatkan bahwa disrupsi bukan masalah yang besar; disrupsi merupakan sesuatu yang melekat di dalam musik. Disrupsi
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Madura merupakan masyarakat yang dinamis, inklusif, ulet, tegas dan adaptatif. Mereka juga mampu merespon perubahanHal ini menunjukkan bahwa masyarakat Madura merupakan masyarakat yang dinamis, inklusif, ulet, tegas dan adaptatif. Mereka juga mampu merespon perubahan
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan cara GAMAN menciptakan identitas sosial bernuansa seni. Peneliti menggunakan pendekatan fenomenologi. DataPenelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan cara GAMAN menciptakan identitas sosial bernuansa seni. Peneliti menggunakan pendekatan fenomenologi. Data
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Konsep ini dapat digunakan untuk melihat bentuk-bentuk apropriasi musikal yang terjadi pada musik gamat sebagai kajian analisis dalam bentuk dan struktur,Konsep ini dapat digunakan untuk melihat bentuk-bentuk apropriasi musikal yang terjadi pada musik gamat sebagai kajian analisis dalam bentuk dan struktur,
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Kesenian rapai Aceh pascatsunami cukup berkembang pesat, baik berupa tradisional maupun berupa hasil rekonstruksi dan revitalisasi seniman-seniman Aceh.Kesenian rapai Aceh pascatsunami cukup berkembang pesat, baik berupa tradisional maupun berupa hasil rekonstruksi dan revitalisasi seniman-seniman Aceh.
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik liturgi inkulturatif yang digunakan dalam perayaan ada yang sesuai dan ada yang tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuanHasil penelitian menunjukkan bahwa musik liturgi inkulturatif yang digunakan dalam perayaan ada yang sesuai dan ada yang tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuan
Useful /
UncenUncen Metode yang digunakan adalah transek garis dan titik serta identifikasi dilakukan selama survei. Sebanyak 36 spesies burung pemakan buah dari delapan keluargaMetode yang digunakan adalah transek garis dan titik serta identifikasi dilakukan selama survei. Sebanyak 36 spesies burung pemakan buah dari delapan keluarga
PNCPNC UMKM ini memiliki permasalahan mengenai pemasaran dan penjualan selama pandemi Covid-19. Untuk membantu mitra dalam memberikan alternatif penjualan, makaUMKM ini memiliki permasalahan mengenai pemasaran dan penjualan selama pandemi Covid-19. Untuk membantu mitra dalam memberikan alternatif penjualan, maka
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Artikel ini bertujuan untuk memaparkan aspek-aspek transmisi kelentangan meliputi konten, pelaku, dan mekanisme transmisi. Pelaku utama dari transmisiArtikel ini bertujuan untuk memaparkan aspek-aspek transmisi kelentangan meliputi konten, pelaku, dan mekanisme transmisi. Pelaku utama dari transmisi
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Sedang ritme terdapat 7 jenis, yaitu ngumad, ngambang, ngantung, kesiab, imbuh nada, imbuh gatra, dan salah gatra. Pertama, terdokumentasi 10 jenis ubit-ubitanSedang ritme terdapat 7 jenis, yaitu ngumad, ngambang, ngantung, kesiab, imbuh nada, imbuh gatra, dan salah gatra. Pertama, terdokumentasi 10 jenis ubit-ubitan