KILAUPUBLISHINGKILAUPUBLISHING
JURNAL ARMADA PENDIDIKANJURNAL ARMADA PENDIDIKANPenelitian ini berangkat dari temuan bahwa siswa belum sepenuhnya terampil mengalihwacanakan teks negosiasi ke bentuk narasi, terutama dalam menuangkan ide dan memahami proses alihwacana. Penelitian bertujuan mendeskripsikan kemampuan siswa Fase E SMK Negeri 6 Padang dalam mengalihwacanakan teks negosiasi menjadi narasi melalui model Problem Based Learning (PBL). Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi berjumlah 107 siswa Fase E tahun ajaran 2024/2025, dengan sampel purposive 35 siswa kelas X Kuliner 3. Data dikumpulkan melalui tes menulis, yaitu siswa diminta mengalihwacanakan teks negosiasi “Sewa Tanah (bersumber dari buku teks) menjadi teks narasi setelah pembelajaran menggunakan PBL. Hasil tulisan dinilai menggunakan rubrik indikator dan dianalisis secara statistik deskriptif (rata-rata per indikator dan rata-rata keseluruhan). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata per indikator: pengenalan situasi 81,90 (B), pengungkapan peristiwa 74,28 (LdC), menuju konflik 67,62 (LdC), puncak konflik 79,05 (B), penyelesaian 73,33 (LdC), dan koda 30,48 (SK). Rata-rata keseluruhan kemampuan siswa sebesar 69,20, masih di bawah KKTP 80,00. Temuan ini menunjukkan PBL belum memenuhi kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran dalam konteks alihwacana teks negosiasi ke narasi. Rekomendasi penelitian ialah penguatan pembelajaran terarah pada tahapan alihwacana, latihan intensif pada indikator lemah (terutama koda dan pengembangan konflik), serta penyempurnaan perangkat ajar dan rubrik penilaian agar capaian mendekati KKTP.
Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan mengalihwacanakan teks negosiasi ke bentuk narasi siswa fase E SMK Negeri 6 Padang mendapatkan nilai rata-rata 69,20 dengan nilai perindikator yang berbeda di setiap indikator.Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan penerapan model Problem Based Learning belum memberikan kontribusi yang seignifikan terhadap peningkatan kemampuan mengalihawacanakan teks negosiasi ke bentuk narasi pada siswa Fase E SMK Negeri 6 Padang karena nilai rata-rata kemampuan mengalihwacanakan teks negosiasi ke bentuk narasi untuk semua indikator adalah 69,20 jauh dibawah (KKTP) yaitu 80.Hal ini menunjukan bahwa Problem Based Learning belum berhasil memenuhi standar kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan.
Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas penambahan rangkaian scaffolding metakognitif dalam siklus Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis koda, indikator yang paling lemah pada penelitian ini. Selanjutnya, sebuah studi komparatif antara Model Problem Based Learning dan pendekatan gabungan Think‑Talk‑Write dapat dilakukan untuk menilai mana yang lebih efektif dalam memperbaiki pengembangan konflik serta kualitas koda pada teks narasi hasil alihwacana. Selain itu, penelitian longitudinal yang meneliti dampak pelatihan profesional bagi guru dalam meningkatkan fidelity pelaksanaan PBL dapat memberikan wawasan tentang bagaimana peningkatan kompetensi guru memengaruhi pencapaian standar KKTP pada transformasi teks negosiasi menjadi narasi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar empiris bagi perbaikan kurikulum dan praktik pembelajaran menulis di tingkat SMK.
- J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia | J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan... doi.org/10.23960/simbol.v13i2.994J Simbol Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia J Simbol Jurnal Magister Pendidikan doi 10 23960 simbol v13i2 994
- Implementing Problem-Based Learning to Improve Collaborative Writing Skills through Lesson Study in the... ejournal.umm.ac.id/index.php/kembara/article/view/29649Implementing Problem Based Learning to Improve Collaborative Writing Skills through Lesson Study in the ejournal umm ac index php kembara article view 29649
- Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Narasi Menggunakan Model Cooperative Learning Tipe Picture and... ejournal.indo-intellectual.id/index.php/imeij/article/view/2770Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Narasi Menggunakan Model Cooperative Learning Tipe Picture and ejournal indo intellectual index php imeij article view 2770
| File size | 328.68 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
KILAUPUBLISHINGKILAUPUBLISHING Pada paket B terdapat 8 butir valid (80%) dan 2 tidak valid (20%), reliabilitas tinggi (0,843), tingkat kesukaran didominasi mudah 6 butir (60%) dan sedangPada paket B terdapat 8 butir valid (80%) dan 2 tidak valid (20%), reliabilitas tinggi (0,843), tingkat kesukaran didominasi mudah 6 butir (60%) dan sedang
UMMUBAUMMUBA Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid dengan skor rata-rata 92% (materi), 90% (media), dan 88% (bahasa).Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid dengan skor rata-rata 92% (materi), 90% (media), dan 88% (bahasa).
UMMUBAUMMUBA Namun, penelitian terbatas pada satu kelas dan belum mengevaluasi pencapaian belajar kognitif, afektif, serta psikomotor, sehingga diperlukan penelitianNamun, penelitian terbatas pada satu kelas dan belum mengevaluasi pencapaian belajar kognitif, afektif, serta psikomotor, sehingga diperlukan penelitian
UMMUBAUMMUBA Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa masalah yang menjadi perhatian terkait dengan pembinaan akhlak mulia pada siswa. Tujuan penelitian ini untukPenelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa masalah yang menjadi perhatian terkait dengan pembinaan akhlak mulia pada siswa. Tujuan penelitian ini untuk
UMMUBAUMMUBA Analisis data meliputi uji normalitas (Lilliefors), homogenitas, dan uji hipotesis (uji t). Hasil analisis menunjukkan bahwa thitung (3,381) > ttabel (1,711),Analisis data meliputi uji normalitas (Lilliefors), homogenitas, dan uji hipotesis (uji t). Hasil analisis menunjukkan bahwa thitung (3,381) > ttabel (1,711),
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Pada saat yang sama terjadi kebangkitan siklus II. Kesimpulan dari penelitian adalah membangun motorik halus anak melalui aktivitas leher berbahan bakuPada saat yang sama terjadi kebangkitan siklus II. Kesimpulan dari penelitian adalah membangun motorik halus anak melalui aktivitas leher berbahan baku
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Manfaat penelitian ini adalah menjadi referensi bagi guru kelas lain sebelum mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di kelas masing‑masing. Metode penelitianManfaat penelitian ini adalah menjadi referensi bagi guru kelas lain sebelum mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di kelas masing‑masing. Metode penelitian
RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER Pengetahuan orang tua anak usia dini di TK Dewi Masyithoh Umbulsari-Jember tentang akibat karies dalam kategori baik. Pengetahuan orang tua anak usia diniPengetahuan orang tua anak usia dini di TK Dewi Masyithoh Umbulsari-Jember tentang akibat karies dalam kategori baik. Pengetahuan orang tua anak usia dini
Useful /
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Nasution merupakan platform koordinasi bagi berbagai lembaga PAUD, seperti TK, KB, SPS serta TPA, yang beroperasi di Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo.Nasution merupakan platform koordinasi bagi berbagai lembaga PAUD, seperti TK, KB, SPS serta TPA, yang beroperasi di Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo.
UMMUBAUMMUBA Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model Richey dan Klein terdiri atas tiga tahapan utama,Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model Richey dan Klein terdiri atas tiga tahapan utama,
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini melalui finger painting. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalahPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini melalui finger painting. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Studi ini menunjukkan bahwa bermain musik dapat meningkatkan keterampilan sosial dan emosional anak-anak di sekolah ini. Ini terbukti ketika membuat musik,Studi ini menunjukkan bahwa bermain musik dapat meningkatkan keterampilan sosial dan emosional anak-anak di sekolah ini. Ini terbukti ketika membuat musik,