INAISINAIS

Jurnal Sahid Mengabdi : Jurnal Pengabdian MasyarakatJurnal Sahid Mengabdi : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas inovasi pendidikan dalam meningkatkan kesadaran lingkungan siswa sekolah dasar melalui kegiatan jambore di Desa Malasari. Subjek penelitian ini adalah siswa SD yang fokus pada penerapan strategi pembelajaran berbasis pengalaman langsung di alam terbuka. Untuk mengungkap tingkat kesadaran metakognitif siswa terhadap isu lingkungan, digunakan instrumen Metacognitive Awareness Inventory yang telah dimodifikasi sesuai konteks pendidikan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan jambore mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, menumbuhkan sikap peduli, serta mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan ramah lingkungan. Melalui penelitian ini, terungkap bahwa pendekatan pendidikan berbasis pengalaman nyata di luar kelas dapat menjadi strategi efektif dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak usia dini.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan jambore di Desa Malasari mampu menjadi inovasi pendidikan yang efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan siswa sekolah dasar.Sebagian besar siswa berada pada kategori baik (63,3%) dan sangat baik (26,7%) dalam kesadaran lingkungan, sedangkan hanya 10% yang masih berada pada kategori cukup.Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan langsung melalui pembelajaran berbasis proyek, seperti menjaga kebersihan, melakukan kegiatan daur ulang, serta berpartisipasi dalam penanaman pohon, mampu menumbuhkan sikap peduli lingkungan yang lebih kuat.Pada setiap tahapan pembelajaran berbasis proyek, indikator kesadaran lingkungan siswa muncul secara bervariasi, mulai dari menyadari pentingnya menjaga kebersihan hingga berpartisipasi aktif dalam kegiatan ramah lingkungan.Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman langsung di alam terbuka, didukung dengan perencanaan, monitoring, dan evaluasi yang sistematis, dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami sekaligus menerapkan perilaku sadar lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.Dengan demikian, kegiatan jambore tidak hanya berfungsi sebagai sarana rekreasi, tetapi juga sebagai wahana pembelajaran kontekstual yang mampu menumbuhkan kesadaran ekologis sejak dini.Namun, masih diperlukan pendampingan berkelanjutan bagi sebagian kecil siswa yang berada pada kategori cukup agar kesadaran lingkungan dapat terbentuk secara lebih merata dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan strategi pendidikan lingkungan yang lebih komprehensif dengan menggabungkan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung di alam terbuka dengan pembelajaran di dalam kelas. Hal ini dapat dilakukan dengan merancang kurikulum yang terintegrasi, di mana siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga menerapkan pengetahuan tersebut dalam kegiatan nyata di luar kelas. Selain itu, penting untuk terus mendorong partisipasi aktif siswa dalam kegiatan ramah lingkungan, seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah, dan konservasi alam. Pendampingan berkelanjutan juga diperlukan untuk memastikan bahwa kesadaran lingkungan dapat terbentuk secara berkelanjutan dan merata di antara seluruh siswa. Terakhir, penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi dampak jangka panjang dari kegiatan jambore terhadap kesadaran lingkungan siswa, serta mengidentifikasi strategi-strategi inovatif lainnya yang dapat diterapkan dalam pendidikan lingkungan.

Read online
File size361.95 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test