INAISINAIS

Jurnal Sahid Mengabdi : Jurnal Pengabdian MasyarakatJurnal Sahid Mengabdi : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Pelatihan manajemen produksi konten edukasi berbasis video bagi guru dan siswa di SMAN se-Kabupaten Bogor bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, pemahaman pedagogis, dan literasi media digital. Penelitian ini menggunakan metode partisipatif dengan pendekatan praktik langsung (hands-on training), melibatkan 40 peserta (15 guru dan 25 siswa). Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan analisis karya video, lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan pra-produksi, produksi, dan pascaproduksi, khususnya dalam kreativitas visual, kualitas gambar, dan keterpaduan alur cerita. Meskipun kualitas audio masih menjadi tantangan, antusiasme peserta tinggi dengan 95% terlibat aktif dalam setiap tahap. Pelatihan juga mengubah persepsi guru terhadap produksi video dari proses yang rumit menjadi keterampilan yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran. Kolaborasi guru dan siswa memunculkan transfer pengetahuan antar generasi, memperkuat pembelajaran berbasis proyek. Kegiatan ini berimplikasi pada terbentuknya model pelatihan yang dapat di replikasi di wilayah lain untuk mendorong ekosistem pembelajaran digital yang kreatif dan adaptif.

Pelatihan manajemen produksi konten edukasi berbasis video di SMAN se-Kabupaten Bogor berhasil meningkatkan kompetensi teknis, pemahaman pedagogis, dan literasi media digital bagi guru dan siswa.Kegiatan ini menghasilkan peningkatan keterampilan signifikan pada tahap pra-produksi, produksi, dan pascaproduksi, khususnya kreativitas visual, kualitas gambar, dan penyusunan alur materi yang efektif, meskipun kualitas audio masih tantangan.Tingkat partisipasi peserta yang mencapai 95% menjadi menunjukkan bahwa pendekatan berbasis praktik langsung dan kolaboratif efektif memotivasi peserta untuk aktif terlibat dan menghasilkan karya berkualitas.Perubahan persepsi guru dari menganggap produksi video sebagai proses yang rumit menjadi keterampilan yang dapat diintegrasikan ke pembelajaran membuktikan keberhasilan strategi pelatihan.Kolaborasi antargenerasi antara guru dan siswa memperkaya proses pembelajaran dan mendorong terciptanya transfer pengetahuan dua arah.Untuk keberlanjutan, disarankan agar sekolah mengadakan pelatihan lanjutan secara berkala, memperkuat infrastruktur produksi media, dan mengembangkan komunitas kreator konten edukasi di tingkat sekolah atau daerah.Implikasi dari kegiatan ini adalah potensi replikasi model pelatihan ke wilayah lain untuk memperkuat ekosistem pembelajaran digital yang kreatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21.Selain itu, integrasi produksi video edukasi dalam pembelajaran berpotensi meningkatkan keterlibatan siswa, memperkaya media ajar, dan menumbuhkan kemandirian belajar.Dengan dukungan kebijakan pendidikan dan kemitraan strategis, model ini dapat menjadi pendorong transformasi pembelajaran yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan model pelatihan yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan aspek-aspek berikut: . . 1. Mengintegrasikan prinsip-prinsip desain multimedia secara lebih mendalam dalam pelatihan, termasuk segmentasi materi, penyajian multimodal, dan penyelarasan audio-visual. . . 2. Menerapkan pendekatan konstruksionisme dan multimodal pedagogy dalam produksi video edukasi, dengan melibatkan siswa secara aktif dalam penciptaan konten dan pemanfaatan berbagai saluran komunikasi. . . 3. Memperkuat literasi media digital dengan memastikan bahwa konten edukasi yang dihasilkan bebas dari bias, plagiarisme, dan pelanggaran hak cipta. . . Dengan menggabungkan aspek-aspek ini, pelatihan dapat dirancang untuk meningkatkan kualitas pesan pembelajaran, mengurangi beban kognitif, dan memperbaiki alur naratif video edukasi. Selain itu, kolaborasi antara guru dan siswa dapat difasilitasi untuk memunculkan transfer pengetahuan antar generasi, memperkuat pembelajaran berbasis proyek, dan mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran digital yang kreatif dan adaptif. . . Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan desain instruksional yang terstruktur dan berorientasi kinerja, seperti model ADDIE, yang memastikan bahwa proses pembelajaran berlangsung sistematis dan efektif. Dengan demikian, pelatihan dapat menjadi pendorong transformasi pembelajaran yang lebih inovatif dan berkelanjutan, serta menjawab kebutuhan pembelajaran digital di era modern.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.7821/naer.2018.7.320Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 7821 naer 2018 7 320
  2. Full article: Implications for educational practice of the science of learning and development. full... doi.org/10.1080/10888691.2018.1537791Full article Implications for educational practice of the science of learning and development full doi 10 1080 10888691 2018 1537791
  3. The Effect of Numbered Head Together (NHT) Cooperative Learning Model on Students' Mathematics Learning... iiste.org/Journals/index.php/JEP/article/view/58217The Effect of Numbered Head Together NHT Cooperative Learning Model on Students Mathematics Learning iiste Journals index php JEP article view 58217
Read online
File size276.02 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test