UNIMUDASORONGUNIMUDASORONG

FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan PengajarannyaFRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman emosional dan proses reflektif pembaca dalam dua novel Brian Khrisna, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati (2025) dan Sisi Tergelap Surga (2023), serta menelaah peran sastra sebagai medium literasi emosional. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis tekstual dan resepsi pembaca. Data penelitian berupa kutipan naratif dan dialog yang memunculkan pengalaman emosional pembaca, sedangkan data sekunder diperoleh dari ulasan pembaca di platform daring. Teori resepsi pembaca Jauss dan Iser menjadi landasan utama untuk menafsirkan interaksi pembaca dengan teks, sedangkan teori trauma LaCapra dan konsep the dominant Jakobson digunakan untuk menjelaskan mekanisme afektif dan pengaruh unsur emosional dalam pengalaman membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua novel membangun ruang reflektif di mana pembaca mengalami proses working through, yaitu pengolahan dan penerimaan luka batin melalui identifikasi dengan tokoh dan narasi. Emosi sebagai the dominant dalam karya Khrisna menjadi penggerak utama pengalaman ini, sehingga pembaca tidak hanya menafsirkan teks, tetapi juga mengalami proses reflektif yang memungkinkan mereka memahami dan menata emosi secara simbolik. Temuan ini menegaskan bahwa sastra kontemporer dapat berperan sebagai sarana self-healing dan literasi emosional, sekaligus memberikan pertimbangan penting bagi pengembangan kebijakan sastra yang mendukung kesejahteraan psikologis pembaca.

Penelitian ini menemukan bahwa novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati dan Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna membangun pengalaman emosional dan reflektif mendalam pada pembaca, memfasilitasi proses pengolahan dan penerimaan emosi secara simbolik dari acting out menuju working through.Interaksi pembaca dengan teks, yang diperkuat oleh gaya puitis dan dominasi emosi sebagai *the dominant*, menunjukkan peran aktif pembaca dalam membentuk makna melalui horizon harapan dan pengisian ruang kosong.Kontribusi utama penelitian ini adalah menempatkan pembaca sebagai subjek sentral dalam memahami bagaimana sastra tidak hanya merepresentasikan emosi, tetapi juga menjadi sarana literasi emosional, empati, refleksi, dan pemulihan psikologis, yang perlu dipertimbangkan dalam kebijakan pengembangan sastra.

Melihat potensi besar novel Brian Khrisna dalam memicu pengalaman emosional dan reflektif yang mengarah pada penyembuhan diri, penelitian lanjutan dapat fokus pada beberapa aspek menarik. Pertama, akan sangat berharga untuk mendalami bagaimana pembaca secara personal mengalami proses pengolahan emosi ini. Daripada hanya menganalisis ulasan di media sosial, kita bisa melakukan wawancara mendalam atau bahkan grup diskusi terfokus dengan para pembaca untuk menangkap nuansa respons emosional dan reflektif mereka secara lebih kaya. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang bagaimana interaksi dengan teks benar-benar memfasilitasi working through atau penerimaan luka batin, melampaui interpretasi tekstual saja. Kedua, penting untuk memahami keragaman respons pembaca. Apakah latar belakang usia, budaya, atau pengalaman hidup seseorang memengaruhi intensitas atau jenis respons emosional mereka terhadap cerita-cerita ini? Dengan membandingkan tanggapan dari berbagai kelompok pembaca, kita dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang membuat sastra lebih resonan bagi individu tertentu, serta bagaimana horizon harapan mereka membentuk pemaknaan. Ketiga, mengingat peran sastra sebagai sarana literasi emosional, patut dipertimbangkan potensi penerapan praktisnya. Sebuah penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas penggunaan novel-novel seperti Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati dan Sisi Tergelap Surga sebagai alat bantu dalam program pendidikan karakter di sekolah atau sebagai bagian dari terapi naratif dalam layanan konseling. Dengan demikian, kita bisa melihat apakah pembacaan terarah dan diskusi terstruktur dapat meningkatkan pemahaman emosi dan mempromosikan kesejahteraan mental secara lebih efektif.

Read online
File size323.42 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test