UNIMUDASORONGUNIMUDASORONG

FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan PengajarannyaFRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian yang mengungkap makna implisit dalam dialog film melalui perspektif pragmatik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implikatur percakapan dalam film Sore: Istri dari Masa Depan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik, dengan data berupa dialog antartokoh yang mengandung makna implisit. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat dengan menonton film secara berulang serta mentranskripsikan dialog yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai bentuk implikatur percakapan, seperti metafora, hiperbola, peringatan tidak langsung, kritik, dukungan emosional, dan penegasan komitmen. Implikatur tersebut muncul akibat penyimpangan terhadap prinsip kerja sama dalam percakapan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dialog film mengandung makna implisit yang kompleks dan berpotensi menjadi objek kajian pragmatik yang kaya.

Istri dari Masa Depan, disimpulkan bahwa implikatur percakapan merupakan elemen kunci dalam komunikasi antartokoh, dengan makna tersirat yang dipahami melalui konteks situasional, interpersonal, dan emosional.Implikatur ini bermanifestasi dalam berbagai bentuk, seperti metafora, hiperbola, kritik, dan dukungan emosional, yang muncul akibat penyimpangan dari maksim percakapan Grice, berfungsi tidak hanya sebagai penyampai informasi tetapi juga sebagai ekspresi emosi dan pembentuk relasi.Dengan demikian, dialog film ini menunjukkan kompleksitas makna yang tinggi dan potensi kaya sebagai objek kajian pragmatik, memberikan kontribusi pada pemahaman komunikasi audiovisual dan menjadi referensi untuk penelitian lanjutan tentang makna tersirat.

Penelitian implikatur percakapan dalam film ini membuka banyak pintu untuk studi lanjutan yang lebih kaya dan mendalam. Salah satu arah yang menarik adalah mengembangkan analisis di luar teori Grice, misalnya dengan menerapkan Teori Relevansi oleh Sperber dan Wilson atau Teori Kesantunan oleh Leech. Dengan pendekatan ini, kita dapat menggali bagaimana makna tersirat dalam dialog film tidak hanya muncul dari pelanggaran maksim, tetapi juga melalui pertimbangan upaya kognitif dan konteks, atau bagaimana kesantunan mempengaruhi cara tokoh menyampaikan pesan secara tidak langsung. Ini akan membantu mengungkap lapisan strategi komunikasi yang lebih kompleks dalam interaksi antartokoh. Selain itu, penting juga untuk meneliti bagaimana elemen non-verbal seperti intonasi suara, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh turut berperan dalam membentuk atau memodifikasi implikatur percakapan. Seringkali, apa yang tidak terucap atau cara sesuatu diucapkan dapat secara signifikan mengubah interpretasi makna tersirat, dan kajian ini akan memberikan pemahaman holistik tentang komunikasi dalam film. Terakhir, untuk melihat dampak lebih luas dari implikatur ini, penelitian dapat fokus pada bagaimana penonton memahami dan menafsirkan makna-makna implisit tersebut. Apakah penonton dari latar belakang demografi atau budaya yang berbeda memiliki persepsi yang sama terhadap pesan-pesan tersirat ini, ataukah ada variasi interpretasi? Studi semacam ini akan menjelaskan efektivitas komunikasi implisit dalam film dan relevansinya bagi audiens, melengkapi analisis tekstual yang sudah ada dengan dimensi resepsi penonton.

Read online
File size304.28 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test