RJFAHUINIBRJFAHUINIB

Diwan: Jurnal Bahasa dan Sastra ArabDiwan: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis manifestasi dilusi budaya dalam terjemahan tidak langsung. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dalam kerangka studi terjemahan deskriptif. Sumber data penelitian ini terdiri dari tiga teks paralel: Laskar Pelangi sebagai teks sumber, The Rainbow Troops sebagai teks perantara, dan Asākir Qaws Quzaḥ sebagai teks target. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen dengan mengidentifikasi istilah budaya dalam bentuk kata, frase, klausa, dan kalimat, dan kemudian diklasifikasikan sesuai dengan kategori budaya Newmark. Analisis dilakukan secara komparatif untuk mengidentifikasi perubahan dalam signifikansi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilusi budaya terjadi dalam tiga bentuk utama: penghapusan budaya, substitusi budaya, dan netralisasi budaya. Bentuk-bentuk ini menggambarkan erosi sistematis dan kumulatif keunikan budaya Indonesia yang disebabkan oleh terjemahan tidak langsung. Penelitian ini berkontribusi pada studi terjemahan tidak langsung dengan menawarkan kerangka analisis untuk dilusi budaya dan menekankan pentingnya kesadaran ideologis dalam praktik terjemahan sastra lintas budaya.

Penelitian ini mengkaji kasus dilusi budaya dalam terjemahan tidak langsung Asākir Qaws Quzaḥ dari novel asli Laskar Pelangi melalui teks perantara The Rainbow Troops.Analisis data paralel dari ketiga teks tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan.Dilusi budaya dalam terjemahan tidak langsung muncul dalam tiga bentuk utama.penghapusan budaya, substitusi budaya, dan netralisasi budaya.Ketiga bentuk ini menggambarkan erosi makna budaya yang disebabkan oleh strategi terjemahan yang gagal mempertahankan nilai-nilai unik budaya sumber.Penelitian ini menunjukkan bahwa terjemahan tidak langsung secara signifikan mereduksi identitas budaya sumber.Lapisan interpretasi dalam terjemahan multilapis mengubah representasi budaya dan mereduksi makna budaya yang mendasarinya.Terjemahan tidak langsung, meskipun seringkali merupakan kompromi dalam konteks dengan sumber daya linguistik terbatas, memerlukan kesadaran kritis akan implikasinya dalam budaya dan ideologi.Dalam terjemahan sastra, penting untuk memeriksa praktik ini secara cermat agar dapat mempertahankan makna, nilai, dan identitas budaya karya yang diterjemahkan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan penelitian dengan memasukkan karya sastra Indonesia yang diterjemahkan secara tidak langsung ke berbagai bahasa. Pendekatan kualitatif dan kuantitatif dapat digunakan untuk menganalisis pola dilusi budaya yang lebih luas. Selain itu, studi penerimaan pembaca atau wawancara dengan penerjemah dapat memberikan perspektif yang lebih komprehensif tentang dinamika dilusi budaya dan implikasinya dalam praktik terjemahan sastra global.

  1. Translation of Culture-specific Items in Laskar Pelangi from Indonesian into German - EUDL. translation... doi.org/10.4108/eai.28-10-2020.2315323Translation of Culture specific Items in Laskar Pelangi from Indonesian into German EUDL translation doi 10 4108 eai 28 10 2020 2315323
  2. Ellipsis of Subject Pronouns in Laskar Pelangi Translation Niji no Shonentachi | Atlantis Press. ellipsis... doi.org/10.2991/klua-18.2018.23Ellipsis of Subject Pronouns in Laskar Pelangi Translation Niji no Shonentachi Atlantis Press ellipsis doi 10 2991 klua 18 2018 23
  3. THE TRANSLATOR’S VOICE AS A READER’S RESPONSE IN THE ARABIC TRANSLATION NOVEL OF 'LASKAR... ejournal.uinsaid.ac.id/index.php/leksema/article/view/9263THE TRANSLATORAoS VOICE AS A READERAoS RESPONSE IN THE ARABIC TRANSLATION NOVEL OF LASKAR ejournal uinsaid ac index php leksema article view 9263
  4. THE GRAMMATICAL SHIFT IN TRANSLATING CAUSATIVE CONSTRUCTION FROM INDONESIAN INTO ENGLISH IN ANDREA HIRATAS... journal.unpak.ac.id/index.php/jhss/article/view/1948THE GRAMMATICAL SHIFT IN TRANSLATING CAUSATIVE CONSTRUCTION FROM INDONESIAN INTO ENGLISH IN ANDREA HIRATAS journal unpak ac index php jhss article view 1948
  5. Traducción de culturemas: Diacronía como factor decisorio y glosas como criterio de clasificación... journals.uco.es/hikma/article/view/15692Traducciyn de culturemas Diacronya como factor decisorio y glosas como criterio de clasificaciyn journals uco es hikma article view 15692
Read online
File size655.79 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test