UNJAYAUNJAYA

Teknomatika: Jurnal Informatika dan KomputerTeknomatika: Jurnal Informatika dan Komputer

Penelitian ini mengusulkan implementasi Fuzzy Inference System Tsukamoto untuk diagnosis dini penyakit Tuberkulosis Paru. Sistem pakar berbasis web ini dikembangkan untuk menganalisis gejala klinis, yang menunjukkan dampak positif kecerdasan buatan dalam bidang medis. Data gejala diperoleh dari literatur medis, rekam medis Klinik Pratama Haji Medan Pancing, dan wawancara dengan tenaga medis yang berpraktik di klinik tersebut. Dengan menggunakan 128 aturan fuzzy Tsukamoto, sistem ini mampu memberikan prediksi indikasi penyakit Tuberkulosis Paru berdasarkan tujuh variabel gejala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi teknologi ini dapat meningkatkan deteksi dini Tuberkulosis Paru, menawarkan solusi bagi Klinik Pratama Haji Medan Pancing, dan membangun sistem pakar yang dapat diakses melalui antarmuka web, sehingga menjamin keterjangkauan. Implementasi sistem ini juga menunjukkan efektivitas dalam menganalisis gejala klinis pada tahap awal, memberikan alat bantu yang signifikan bagi tenaga medis. Validasi hasil menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi dalam mendeteksi kemungkinan penyakit, mendukung potensi pengembangan lebih lanjut dalam aplikasi medis yang serupa. Penerapan sistem ini diharapkan dapat mengurangi beban tenaga medis dalam percepatan penanganan Tuberkulosis Paru dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa implementasi Fuzzy Inference System Tsukamoto telah membuktikan efektivitasnya dalam diagnosis dini Tuberkulosis Paru.Sistem pakar yang dikembangkan mampu menganalisis gejala klinis pada tahap awal dengan menggunakan data terpercaya dari literatur medis dan observasi lapangan.Implementasi ini memberikan solusi efektif dalam menganalisis gejala-gejala Tuberkulosis Paru, memberikan alat bantu bagi tenaga medis dalam proses diagnosis.Dibangun melalui antarmuka website, sistem pakar ini dapat diakses dengan mudah dan memberikan aksesibilitas yang luas bagi pengguna.

Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan validasi klinis lebih lanjut dengan melibatkan lebih banyak praktisi medis dan institusi medis. Selain itu, mempertimbangkan penggunaan metode atau algoritma lain sebagai pembanding, serta integrasi data tambahan seperti hasil tes laboratorium atau citra medis untuk meningkatkan akurasi diagnosa, dapat menjadi langkah-langkah penting. Fokus pada pengembangan antarmuka website yang ramah pengguna juga akan meningkatkan adopsi teknologi ini di lapangan.

  1. Implementasi Fuzzy Inference System Tsukamoto dalam Mendiagnosis Penyakit Tuberkulosis Paru pada Tahap... doi.org/10.30989/teknomatika.v17i2.1390Implementasi Fuzzy Inference System Tsukamoto dalam Mendiagnosis Penyakit Tuberkulosis Paru pada Tahap doi 10 30989 teknomatika v17i2 1390
Read online
File size1.71 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test