UNIMUDASORONGUNIMUDASORONG

FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan PengajarannyaFRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan posisi perempuan terhadap jeratan kapitalisme dalam novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari melalui feminisme Marxis. Sumber data pada penelitian ini merupakan novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa kutipan pada novel Home Sweet Loan yang menggambarkan kedudukan tokoh utama perempuan serta tokoh perempuan lain dalam novel terhadap jeratan kapitalisme melalui kajian feminisme Marxis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kedudukan tokoh perempuan dalam novel ini tercermin dalam kehidupan Kaluna, Miya, dan Thanis yang harus menghadapi tekanan ekonomi dan beban kerja yang domestik dalam sistem kapitalisme patriarkal. Sistem tersebut memaksa mereka mengejar stabilitas ekonomi melalui kepemilikan aset, yang secara simbolik dianggap sebagai tolak ukur kesuksesan. Namun, muncul bentuk-bentuk resistensi melalui solidaritas dan dukungan emosional antar perempuan. Hal tersebut menandakan benih kesadaran kelas yang merepresentasikan awal dari perlawanan kolektif. Berdasarkan hal tersebut, dapat dipahami bahwa novel ini menggambarkan ketimpangan kelas dan gender yang menekan kehidupan perempuan urban dalam masyarakat kapitalis.

Berdasarkan analisis terhadap novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari melalui perspektif feminisme Marxis, dapat disimpulkan bahwa perjuangan tokoh-tokoh perempuan dalam novel merepresentasikan penindasan kelas dan gender dalam sistem kapitalisme patriarkal.Kemandirian ekonomi Kaluna tidak sepenuhnya membebaskannya dari tekanan kapitalisme.Meskipun ia memiliki penghasilan sendiri, keberhasilannya tetap diukur melalui kepemilikan aset, terutama rumah.Dengan demikian, rumah dalam novel ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai komoditas dan penanda status sosial.Tokoh-tokoh seperti Kaluna, Miya, dan Thanis direpresentasikan sebagai perempuan kelas menengah urban yang tetap rentan karena harus bertahan dalam sistem yang menuntut produktivitas, konsumsi, dan stabilitas ekonomi tanpa memberi jaminan kesejahteraan yang memadai.Selain itu, pengalaman Thanis menunjukkan bahwa perempuan juga menghadapi beban domestik dan emosional yang tidak diakui sebagai kerja dalam sistem kapitalisme patriarkal.Namun, meski berada dalam sistem yang menindas, muncul bentuk resistensi melalui solidaritas antar tokoh perempuan yang menggambarkan benih kesadaran kelas, meskipun belum sampai pada perlawanan yang menantang tapi ikatan ini menjadi terbentuknya resistensi kolektif.Mereka menyadari bahwa penderitaan yang dialami bukan akibat kelemahan pribadi, tetapi karena struktur yang menindas.Novel ini secara jelas merepresentasikan bagaimana ketimpangan kelas dan gender bekerja secara bersamaan menekan kehidupan perempuan urban.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana interseksi antara kelas sosial dan gender memengaruhi pengalaman perempuan di lingkungan perkotaan lainnya, seperti daerah pedesaan atau kota kecil. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran pendidikan dalam membangun kesadaran kelas dan mengurangi ketimpangan gender dalam konteks kapitalisme. Terakhir, penelitian dapat fokus pada dampak platform digital terhadap kemandirian ekonomi perempuan, khususnya dalam membangun alternatif penghasilan yang tidak terikat pada sistem konsumsi kapitalis. Dengan memahami dinamika ini, peneliti dapat mengembangkan strategi untuk memperkuat solidaritas perempuan dan menciptakan struktur sosial yang lebih adil. Penelitian tentang pengaruh media massa dalam membentuk citra perempuan sebagai konsumen juga relevan, karena ini memperkuat tekanan kapitalisme terhadap perempuan. Selain itu, studi tentang kebijakan publik yang mendukung keseimbangan kerja dan tanggung jawab rumah tangga bisa menjadi arah penelitian baru. Penelitian juga dapat melibatkan perempuan dari latar belakang sosial yang beragam untuk melihat perbedaan pengalaman mereka dalam sistem kapitalis. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang mekanisme dominasi kapitalisme dan cara mengatasinya melalui kolaborasi perempuan. Peneliti juga dapat mengeksplorasi bagaimana perempuan menggunakan ruang digital untuk membangun jaringan solidaritas dan menantang struktur patriarkal. Terakhir, penelitian tentang perubahan norma budaya terkait peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat dapat membuka peluang untuk reformasi struktural yang lebih luas.

  1. Pembagian Kerja Berbasis Gender pada Buruh Pabrik Garam CV. Tani Makmur Sejahtera Bersama | Jurnal Perspektif.... doi.org/10.24036/perspektif.v9i1.1481Pembagian Kerja Berbasis Gender pada Buruh Pabrik Garam CV Tani Makmur Sejahtera Bersama Jurnal Perspektif doi 10 24036 perspektif v9i1 1481
Read online
File size344.39 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test