IIQIIQ

Al-Fanar : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan TafsirAl-Fanar : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Penelitian ini berfokus pada telaah kata hāyah dalam kitab Al-Tafsīr Al-Bayāni li Al-Qurān Al-Karīm dengan menggunakan intertektualitas Julia Kristeva sebagai pisau analisis. Penelitian ini mengungkapkan biografi akademik yang merupakan unsur pelacakan pemikiran dari Āisyah Bint Al-Syāti. Penelitian ini juga mengungkapkan eksplanasi dari kitab tersebut dan menggali dari perspektif intertektualitas terhadap kitab al-kasyaf sebagai sumber referensi dari Al-Tafsīr Al-Bayāni li Al-Qurān Al-Karīm. dalam penelitian ini mengungkapkan beberapa unsur yang ditemukan yaitu tranposisi, modifikasi dan demitefikasi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa teori Semanalisis dan Intertekstualitas Julia Kristeva efektif digunakan untuk menafsirkan makna dalam Al-Quran, di mana interpretasi selalu mengalami penyesuaian kontekstual.Bint Al-Syāti menafsirkan Al-Quran menggunakan metode yang dikembangkan suaminya, Amin al-Khulli, namun mengutip penafsiran Zamakhsyari, khususnya dalam mengungkapkan kata ḥayah dan intertekstualitasnya dengan tafsir al-Kasyaf.Novelti penelitian ini terletak pada pemaknaan kehidupan dunia sebagai Ikhtiyar atau mencintai diri sendiri dalam Al-Tafsīr Al-Bayāni, yang berbeda dengan al-Kasyaf, serta definisi kehidupan akhirat sebagai tahassur yang melibatkan transformasi dan modifikasi interpretasi.

Melihat cakupan penelitian ini yang terfokus pada kata ḥayāh di beberapa surah pendek dalam Al-Tafsīr Al-Bayāni, penelitian lanjutan dapat memperluas fokus ke term-term Al-Quran fundamental lainnya yang sering muncul, seperti maut atau qalb, untuk menganalisis bagaimana Bint Al-Syāti membangun pemaknaan konsep-konsep tersebut melalui pendekatan intertekstualitas Julia Kristeva. Studi ini dapat mengidentifikasi pola-pola transformasi dan modifikasi dalam penafsiran beliau terhadap berbagai konsep kehidupan dan eksistensi, memberikan gambaran yang lebih utuh tentang kekayaan metode penafsiran beliau. Selain itu, sangat menarik untuk mengembangkan perbandingan intertekstualitas Bint Al-Syāti tidak hanya dengan tafsir al-Kasyaf, tetapi juga dengan karya-karya tafsir kontemporer atau klasik lain yang relevan, terutama yang memiliki basis linguistik kuat. Hal ini akan membantu mengidentifikasi sejauh mana Bint Al-Syāti berinteraksi dengan berbagai tradisi keilmuan tafsir dan bagaimana elemen-elemen seperti demitefikasi Kristeva berperan dalam proses tersebut. Terakhir, mengingat apresiasi publik terhadap karya Bint Al-Syāti dan harapan agar beliau melanjutkan tafsirnya, sebuah studi dapat mencoba mengaplikasikan metode penafsiran Bint Al-Syāti yang khas—yang menggabungkan semangat Amin al-Khulli dengan interpretasi linguistik—pada surah-surah Al-Quran lain yang belum beliau sentuh. Pertanyaan kuncinya adalah: apakah metode tersebut tetap efektif dan konsisten dalam mengungkap makna Al-Quran secara intertekstual di konteks surah yang berbeda, sehingga dapat memberikan perspektif baru terhadap potensi pengembangan kajian tafsir.

Read online
File size356.28 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test