UIN SGDUIN SGD
Journal of Contemporary Rituals and TraditionsJournal of Contemporary Rituals and TraditionsTujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana Bissu, sebagai pemimpin ritual non-biner dalam masyarakat Bugis, mempertahankan identitas dan otoritas ritual mereka di tengah lanskap keagamaan, budaya, dan politik yang berubah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan orientasi fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan praktisi Bissu, anggota masyarakat, dan perwakilan pemerintah, serta pengamatan partisipan terhadap ritual dan pertunjukan budaya di Segeri, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Analisis data dilakukan melalui teknik tematik dan naratif untuk mengidentifikasi pola berulang yang terkait dengan pengalaman hidup, strategi adaptasi, dan transformasi otoritas ritual. Temuan penelitian mengungkapkan tiga pola utama. Pertama, Bissu mengalami melemahnya pengakuan sosial yang disertai dengan stigma dan kerentanan ekonomi, meskipun mereka tetap terlihat dalam acara budaya. Kedua, mereka secara aktif menerapkan strategi adaptasi keagamaan dan budaya, mengintegrasikan praktik Islam seperti doa, bacaan Barzanji, dan ziarah bersama ritual tradisional. Ketiga, otoritas ritual Bissu sedang diredefinisi dari kepemimpinan yang sakral, berbasis komunitas menuju peran yang lebih simbolis dan dimediasi secara institusional, terutama melalui program budaya dan warisan yang disponsori pemerintah. Temuan ini berkontribusi pada perdebatan tentang kepemimpinan non-biner asli dengan menunjukkan bahwa otoritas ritual dibentuk tidak hanya oleh kosmologi tetapi juga oleh arena institusional dan politik di mana pengakuan dinegosiasikan. Secara praktis, penelitian ini menyarankan bahwa kebijakan budaya dan pemerintah lokal harus melampaui pengakuan berbasis acara menuju dukungan yang lebih berkelanjutan yang memungkinkan Bissu untuk mempertahankan peran ritual mereka dalam komunitas mereka.
Penelitian ini menemukan bahwa suara Bissu mencerminkan perjuangan terus-menerus melawan diskriminasi dan marginalisasi, terutama berakar pada stigma sosial terhadap identitas gender non-biner.Meskipun memiliki peran yang dihormati secara historis sebagai pemimpin ritual sakral dalam sistem kosmologis Bugis, Bissu sering kali menghadapi eksklusi dan stigmatisasi, terutama dalam konteks yang dipengaruhi oleh ortodoksi agama yang kaku dan harapan gender heteronormatif.Dalam situasi ini, Bissu beradaptasi secara sosial untuk mempertahankan identitas mereka sebagai pemimpin ritual dengan menggabungkan nilai-nilai keagamaan yang lebih inklusif dengan unsur-unsur budaya tradisional.Hadapi dinamika yang berkembang dalam masyarakat, Bissu sedang diredefinisi melalui strategi adaptif yang menanggapi tekanan budaya, agama, dan politik yang berubah.Meskipun berakar dalam kosmologi sakral, otoritas mereka juga menarik legitimasi dari peran dalam pelestarian budaya dan pariwisata.Redefinisi ini mencerminkan ketahanan dan agensi Bissu dalam mempertahankan relevansi spiritual sambil menawar tantangan modernitas.
Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana Bissu beradaptasi dengan tekanan keagamaan dan politik yang berubah, serta bagaimana mereka mempertahankan identitas dan otoritas ritual mereka dalam konteks tersebut. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk memahami bagaimana Bissu berinteraksi dengan komunitas LGBTQ di Sulawesi Selatan dan bagaimana identitas non-biner mereka mempengaruhi hubungan mereka dengan komunitas tersebut. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana Bissu menggunakan media sosial dan platform digital untuk mempromosikan budaya dan tradisi mereka, serta bagaimana platform ini dapat membantu mereka mempertahankan identitas dan otoritas ritual mereka dalam lanskap budaya yang berubah.
- Tropical Indigenous Queer as Guardians of Tradition: The Bissu of Bugis Society, Indonesia | eTropic:... journals.jcu.edu.au/index.php/etropic/article/view/4042Tropical Indigenous Queer as Guardians of Tradition The Bissu of Bugis Society Indonesia eTropic journals jcu edu au index php etropic article view 4042
- 0. pdf obj endobj filter flatedecode index length prev root size type xref bbd zy f2 mk gi 1w endstream... doi.org/10.57239/PJLSS-2024-22.2.004370 pdf obj endobj filter flatedecode index length prev root size type xref bbd zy f2 mk gi 1w endstream doi 10 57239 PJLSS 2024 22 2 00437
| File size | 698.58 KB |
| Pages | 22 |
| DMCA | Report |
Related /
FDIKJOURNAL UINMAFDIKJOURNAL UINMA Di sisi manajemen, penerapan sistem digital meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan data, keuangan, serta aktivitas internal pesantren, sehinggaDi sisi manajemen, penerapan sistem digital meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan data, keuangan, serta aktivitas internal pesantren, sehingga
UNJUNJ Penerapan teknik transmedia storytelling dalam upaya mempromosikan desa cisaat masih perlu dieksplorasi kembali dan disosialisasikan pada masyarakat generasiPenerapan teknik transmedia storytelling dalam upaya mempromosikan desa cisaat masih perlu dieksplorasi kembali dan disosialisasikan pada masyarakat generasi
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Salah satu praktik budaya yang menonjolnya adalah upacara pembersihan Balinese, melukat, yang menggunakan air suci sebagai media pembersihan spiritual.Salah satu praktik budaya yang menonjolnya adalah upacara pembersihan Balinese, melukat, yang menggunakan air suci sebagai media pembersihan spiritual.
ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan pelaku UMKM, serta dokumentasi terhadap proses produksiMetode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan pelaku UMKM, serta dokumentasi terhadap proses produksi
SIBERPUBLISHERSIBERPUBLISHER Pengawasan internal merupakan faktor paling dominan, diikuti kapasitas SDM dan kualitas SOP. Temuan dokumen juga menunjukkan adanya kelemahan pada auditPengawasan internal merupakan faktor paling dominan, diikuti kapasitas SDM dan kualitas SOP. Temuan dokumen juga menunjukkan adanya kelemahan pada audit
ANDREWLAWCENTERANDREWLAWCENTER Dukungan kebijakan pemerintah dan peraturan daerah menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan budaya tenun. Penelitian ini memberikan rekomendasiDukungan kebijakan pemerintah dan peraturan daerah menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan budaya tenun. Penelitian ini memberikan rekomendasi
UNJUNJ Hasil penelitian ini adalah animasi 2D dengan tema cerita 7 sumur di makam Sunan Gunung Jati, Cirebon. Indonesia sebagai bangsa besar terdiri dari 1. DariHasil penelitian ini adalah animasi 2D dengan tema cerita 7 sumur di makam Sunan Gunung Jati, Cirebon. Indonesia sebagai bangsa besar terdiri dari 1. Dari
FDIKJOURNAL UINMAFDIKJOURNAL UINMA Kolaborasi antara generasi muda dan Ketua Desa, Bapak Sudarmadji, berhasil mengatasi komunikasi yang kurang antara kelompok usia dalam pelaksanaan acaraKolaborasi antara generasi muda dan Ketua Desa, Bapak Sudarmadji, berhasil mengatasi komunikasi yang kurang antara kelompok usia dalam pelaksanaan acara
Useful /
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Hasilnya menunjukkan tingkat efektivitas metode demonstrasi mencapai 61,46% (tinggi). Penelitian menegaskan bahwa peningkatan kompetensi penyuluh dan penyesuaianHasilnya menunjukkan tingkat efektivitas metode demonstrasi mencapai 61,46% (tinggi). Penelitian menegaskan bahwa peningkatan kompetensi penyuluh dan penyesuaian
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Pencapaian ini didukung oleh metode penyuluhan partisipatif, seperti brosur, ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan demonstrasi. Secara keseluruhan,Pencapaian ini didukung oleh metode penyuluhan partisipatif, seperti brosur, ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan demonstrasi. Secara keseluruhan,
UNIKOMUNIKOM 1) Model 2‑D Attention-Based CRNN memperoleh akurasi 68 % pada dataset IEMOCAP, menandakan peningkatan dibandingkan model 1‑D CNN‑LSTM dan 2‑D1) Model 2‑D Attention-Based CRNN memperoleh akurasi 68 % pada dataset IEMOCAP, menandakan peningkatan dibandingkan model 1‑D CNN‑LSTM dan 2‑D
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Hasil kajian minat petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo menunjukan bahwa untuk variabel minat kesenangan berada pada kategori tinggi denganHasil kajian minat petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo menunjukan bahwa untuk variabel minat kesenangan berada pada kategori tinggi dengan