SIBERPUBLISHERSIBERPUBLISHER

Jurnal Pendidikan Siber NusantaraJurnal Pendidikan Siber Nusantara

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kapasitas sumber daya manusia, kualitas standar operasional prosedur (SOP), dan pengawasan internal terhadap efektivitas pengendalian stunting di Puskesmas Kecamatan Galang, Kota Batam. Kajian ini berangkat dari kenyataan bahwa pengendalian stunting di wilayah kepulauan tidak hanya ditentukan oleh intensitas program, tetapi juga oleh mutu tata kelola layanan primer, terutama pada aspek pengawasan, kepatuhan prosedural, dan kesinambungan tindak lanjut keluarga berisiko. Penelitian menggunakan desain eksplanatori kuantitatif dalam kerangka yuridis empiris (socio-legal), dengan memadukan analisis dokumen normatif dan data lapangan. Data empiris diperoleh melalui survei simulatif terhadap 48 responden yang terlibat langsung dalam program stunting, dilengkapi telaah SOP dan dokumen pengawasan internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas SDM, kualitas SOP dan pengawasan internal berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengendalian stunting, dengan koefisien determinasi sebesar 0,62. Pengawasan internal merupakan faktor paling dominan, diikuti kapasitas SDM dan kualitas SOP. Temuan dokumen juga menunjukkan adanya kelemahan pada audit pengukuran dan pencatatan, dokumentasi umpan balik rujukan, serta tindak lanjut keluarga berisiko, yang menyebabkan SOP belum sepenuhnya berfungsi sebagai instrumen pengendalian mutu.

Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas pengendalian stunting di Puskesmas Kecamatan Galang tidak terutama ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dijalankan, melainkan oleh kualitas tata kelola internal organisasi.Kapasitas SDM, kualitas SOP, dan pengawasan internal terbukti berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengendalian stunting, dengan pengawasan internal sebagai variabel yang paling dominan.Temuan ini menegaskan bahwa manajemen kepemimpinan di tingkat puskesmas bekerja secara nyata melalui kemampuan organisasi menjaga konsistensi proses, menjamin kepatuhan prosedural, dan mempercepat tindak lanjut atas penyimpangan layanan.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk memperkuat pengawasan suportif berbasis indikator dengan jejak dokumentasi yang jelas, seperti log supervisi, audit data ringan, catatan tindak lanjut, dan umpan balik tertulis. Selain itu, perlu menyempurnakan SOP pada titik-titik paling rawan, terutama pengukuran-pencatatan, rujukan dan umpan balik rujukan, serta follow-up keluarga risiko tinggi. Membangun kapasitas SDM secara berkelanjutan melalui pelatihan mikro berbasis kasus, pembelajaran lintas program, dan pembinaan yang tidak bergantung pada personel tertentu saja juga sangat penting. Dengan demikian, efektivitas pengendalian stunting dapat ditingkatkan melalui pembenahan tata kelola yang realistis, terukur, dan sesuai dengan konteks layanan primer di wilayah kepulauan.

  1. Preparing to download .... preparing hhs disclosure doi.org/10.2471/BLT.20.251413Preparing to download preparing hhs disclosure doi 10 2471 BLT 20 251413
  2. Legal Research Methodology Reposition in Research on Social Science | International Journal of Criminology... lifescienceglobal.com/pms/index.php/ijcs/article/view/7848Legal Research Methodology Reposition in Research on Social Science International Journal of Criminology lifescienceglobal pms index php ijcs article view 7848
  3. Analyzing Primary Healthcare Governance in Indonesia: Perspectives of Community Health Workers | Cureus.... cureus.com/articles/236785-analyzing-primary-healthcare-governance-in-indonesia-perspectives-of-community-health-workersAnalyzing Primary Healthcare Governance in Indonesia Perspectives of Community Health Workers Cureus cureus articles 236785 analyzing primary healthcare governance in indonesia perspectives of community health workers
Read online
File size361.26 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test