WESTSCIENCESWESTSCIENCES

Jurnal Pendidikan West ScienceJurnal Pendidikan West Science

Pancasila sebagai ideologi bangsa menempatkan Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab sebagai landasan kejujuran dan integritas. Namun, budaya menyontek di kampus, sebagaimana diungkap Survei Penilaian Integritas Pendidikan 2024 KPK (98% mahasiswa mencontek, 43% plagiarisme), menunjukkan krisis aktualisasi nilai ini. Artikel ini mengkaji kejujuran akademik sebagai wujud Sila Kemanusiaan untuk melawan ketidakjujuran di pendidikan tinggi. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, artikel ini menganalisis data KPK dan literatur pendidikan Pancasila. Hasilnya, kejujuran akademik dapat ditegakkan melalui kode etik, edukasi antikorupsi, dan sistem pelaporan pelanggaran. Mahasiswa diajak memulai dari langkah sederhana, seperti menolak menyontek, untuk mewujudkan pendidikan yang adil dan bermartabat.

Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menempatkan kejujuran sebagai fondasi integritas, namun budaya menyontek di kampus menghambat aktualisasinya.Survei Penilaian Integritas Pendidikan 2024 KPK menunjukkan bahwa 98 % mahasiswa pernah menyontek dan 43 % mengakui plagiarisme, menandakan krisis integritas yang bertentangan dengan Sila ke‑2.Oleh karena itu, penegakan kejujuran akademik sebagai wujud nyata kemanusiaan perlu didukung oleh komitmen bersama untuk menghidupkan nilai Pancasila di lingkungan kampus.

Penelitian selanjutnya dapat menguji secara kuantitatif hubungan antara penerapan kode etik akademik berbasis nilai Pancasila dengan tingkat kejadian menyontek di berbagai universitas Indonesia, sehingga dapat menilai efektivitas kebijakan tersebut. Selain itu, studi eksperimental dapat mengevaluasi dampak program edukasi antikorupsi yang diintegrasikan ke dalam mata kuliah Pendidikan Pancasila terhadap perubahan sikap dan perilaku kejujuran mahasiswa, dengan menggunakan instrumen survei sebelum dan sesudah intervensi. Selanjutnya, penelitian komparatif dapat membandingkan mekanisme pelaporan pelanggaran (whistleblowing) yang aman di institusi pendidikan tinggi dengan tingkat partisipasi mahasiswa dalam melaporkan kasus menyontek, untuk mengidentifikasi faktor‑faktor yang mempengaruhi keberhasilan sistem pelaporan. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang kuat untuk memperkuat upaya melawan budaya menyontek dan mewujudkan nilai Pancasila dalam pendidikan tinggi. Dengan memadukan pendekatan kuantitatif, eksperimental, dan komparatif, hasil studi tersebut dapat menjadi dasar kebijakan yang lebih terarah dan berkelanjutan bagi semua perguruan tinggi di Indonesia.

Read online
File size265.25 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test