UNNESUNNES

Proceedings of International Conference on Mathematics, Science, and EducationProceedings of International Conference on Mathematics, Science, and Education

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsep pemahaman mahasiswa terhadap pertanyaan HOTS etnik-matematika, yaitu Mathematics Higher Order Thinking Skill yang berbasis budaya dan kearifan lokal, dengan menggunakan teori APOS. Jenis penelitian yang dipilih adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 9 mahasiswa pendidikan matematika yang dibagi menjadi tiga kategori kemampuan (tinggi, menengah, rendah), masing‑masing tiga orang. Teknik pengumpulan data meliputi pengukuran pemahaman konseptual mahasiswa berdasarkan teori APOS serta wawancara. Validitas data diperoleh melalui triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman konsep matematika mahasiswa berdasarkan teori APOS berada pada tahap yang berbeda: mahasiswa berkemampuan tinggi memahami tahap Action, Process, Object, dan Scheme; mahasiswa berkemampuan menengah memahami tahap Action, Process, dan Object; sedangkan mahasiswa berkemampuan rendah hanya memahami tahap Action.

Pemahaman konsep mahasiswa pada mata kuliah matematika dasar dengan pertanyaan HOTS etnik-matematika menunjukkan variasi yang signifikan antar kategori kemampuan.Mahasiswa berkemampuan tinggi memahami tahap Action, Process, Object, dan Scheme, sementara kategori menengah memahami Action, Process, dan Object, dan kategori rendah hanya pada tahap Action.Hal ini menegaskan bahwa meskipun semua kategori mencapai tahap Action, pemahaman konsep secara menyeluruh masih lemah karena terbatas pada formula dan metode penyelesaian.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana integrasi konteks budaya dalam pertanyaan HOTS etnik‑matematika mempengaruhi perkembangan mahasiswa melewati tahap Action menuju tahap Process dan Object. Apakah penggunaan model pembelajaran berbasis teori APOS secara sistematis dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa pada tahap Scheme dibandingkan dengan pendekatan tradisional yang hanya menekankan prosedur aljabar? Studi longitudinal dengan melibatkan mahasiswa selama beberapa semester dapat menilai perubahan tahapan pemahaman APOS seiring dengan pengalaman belajar dan intervensi pedagogik. Selain itu, penelitian dapat membandingkan efektivitas instrumen HOTS etnik‑matematika yang dirancang dengan variasi tingkat kompleksitas budaya. Analisis perbedaan gender dan latar belakang sosial‑ekonomi dapat memberikan insight tentang faktor‑faktor yang memoderasi hasil pembelajaran. Penggunaan metode campuran antara observasi kelas, wawancara mendalam, dan analisis tes dapat memperkuat validitas temuan. Hasil-hasil tersebut diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi pengembangan kurikulum matematika yang lebih kontekstual dan inklusif.

  1. Mathematical Communication Process of Junior High School Students in Solving Problems based on APOS Theory... doi.org/10.17478/jegys.652055Mathematical Communication Process of Junior High School Students in Solving Problems based on APOS Theory doi 10 17478 jegys 652055
Read online
File size159.31 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test