LLDIKTI12LLDIKTI12

KAMBOTI: Jurnal Sosial dan HumanioraKAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora

Kehidupan manusia secara inheren dibentuk oleh interaksi sosial, dan hal ini sangat terlihat dalam aktivitas pertanian, di mana petani kopi memiliki hubungan erat dengan toke (perantara). Dalam konteks pertanian kopi, petani bekerja sama dengan toke untuk memasarkan hasil panen mereka. Selain itu, petani juga bergantung pada berbagai sumber daya alam yang penting untuk kelangsungan aktivitas pertanian mereka. Interaksi ini berkembang menjadi ikatan patron-klien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan perkembangan hubungan patron-klien antara petani kopi di Desa Panji Mulia I, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa ada lima bentuk bantuan yang diberikan oleh toke kepada petani, yaitu penghidupan subsistensi dasar, jaminan krisis subsistensi, perlindungan, makelar dan pengaruh, serta jasa patron kolektif. Selain itu, ada juga arus dari klien ke patron, di mana petani menawarkan tenaga kerja dan keahlian untuk mendukung aktivitas toke. Kesimpulannya, hubungan patron-klien antara toke dan petani kopi di Desa Panji Mulia I bersifat kolaboratif, menciptakan ikatan timbal balik yang menguntungkan kedua belah pihak, dibangun atas dasar kepercayaan dan loyalitas.

Ikatan patron-klien antara toke dan petani kopi di Desa Panji Mulia I terbentuk karena saling kebutuhan.Toke membutuhkan hasil pertanian petani untuk memenuhi permintaan pasar, sementara petani mengandalkan toke untuk pemasaran hasil panen mereka.Selain membeli hasil panen, toke juga memberikan lima jenis bantuan kepada petani, seperti penghidupan subsistensi dasar, jaminan krisis subsistensi, perlindungan, makelar, dan jasa patron kolektif.Ketika petani mengalami kesulitan seperti gagal panen atau cuaca buruk, toke dapat memberikan pinjaman untuk membantu mereka bertahan.Di sisi lain, petani memberikan tenaga dan keahlian untuk mendukung aktivitas toke, sebagai bentuk timbal balik atas bantuan yang diterima.Selain itu, loyalitas petani terlihat dalam komitmen mereka untuk terus menjual hasil panen kepada toke.Ikatan ini menciptakan hubungan kolaboratif yang saling menguntungkan.Namun, untuk mencapai kemandirian petani, peran pemerintah dalam menyediakan sarana dan prasarana yang memadai sangat dibutuhkan untuk mendukung kedaulatan pangan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara desa yang bergantung pada komoditas berbeda, seperti kopi dan karet, untuk memahami perbedaan dan kesamaan dalam hubungan patron-klien. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi pengaruh perubahan iklim terhadap produksi kopi dan strategi adaptasi yang digunakan oleh petani. Terakhir, penelitian dapat fokus pada peran pemerintah dalam menyediakan kebijakan yang mendukung akses modal dan pendidikan pertanian bagi petani, dengan tujuan meningkatkan kemandirian dan kedaulatan pangan.

  1. Patron-Client Social Relationship Between Palm Oil Farmers And Tauke In Kreung Itam Village Tadu Raya... ejournal.unib.ac.id/index.php/JASEB/article/view/15937Patron Client Social Relationship Between Palm Oil Farmers And Tauke In Kreung Itam Village Tadu Raya ejournal unib ac index php JASEB article view 15937
  2. Ikatan Patron-Klien dalam Pertanian Kopi: Peran Toke dalam Kesejahteraan Petani | KAMBOTI: Jurnal Sosial... doi.org/10.51135/kambotivol5issue2page103-112Ikatan Patron Klien dalam Pertanian Kopi Peran Toke dalam Kesejahteraan Petani KAMBOTI Jurnal Sosial doi 10 51135 kambotivol5issue2page103 112
  3. Penguatan Kapasitas Adaptasi Generasi Z Pedesaan Dalam Menghadapi Variabilitas Iklim | Kolaborasi: Jurnal... doi.org/10.56359/kolaborasi.v4i5.411Penguatan Kapasitas Adaptasi Generasi Z Pedesaan Dalam Menghadapi Variabilitas Iklim Kolaborasi Jurnal doi 10 56359 kolaborasi v4i5 411
Read online
File size276.57 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test