LLDIKTI12LLDIKTI12

KAMBOTI: Jurnal Sosial dan HumanioraKAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora

Hepatitis B adalah kondisi klinis atau patologis yang dapat bersifat akut atau kronis, berlangsung setidaknya enam bulan tanpa pemulihan, dan ditandai dengan berbagai derajat peradangan dan nekrosis hati. Beberapa faktor berkontribusi terhadap onset hepatitis B, termasuk riwayat keluarga, transmisi melalui darah atau cairan tubuh, dan penggunaan alat yang terkontaminasi. Semakin banyak individu memahami hepatitis B, semakin proaktif mereka dalam mencegahnya, sedangkan kurangnya pemahaman meningkatkan kemungkinan tertular penyakit. Riwayat transfusi darah juga merupakan faktor risiko, terutama ketika produk darah atau peralatan yang digunakan dalam transfusi terkontaminasi dengan HBV. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel yang terkait dengan prevalensi hepatitis B menggunakan desain cross-sectional, dengan sampel 56 individu. Analisis univariate dan bivariate dilakukan untuk menyelidiki hubungan antara riwayat keluarga, pengetahuan, dan transfusi darah dengan kejadian hepatitis B. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara riwayat keluarga, pengetahuan, dan transfusi darah dengan kejadian hepatitis B. Temuan ini menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran untuk mengurangi risiko hepatitis B dan memberikan referensi berharga untuk penelitian masa depan di bidang ini.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa insiden hepatitis B memiliki korelasi signifikan dengan beberapa variabel penelitian, yaitu pengetahuan, riwayat keluarga, dan transfusi darah.Temuan ini menunjukkan bahwa pengetahuan individu tentang hepatitis B, adanya riwayat keluarga dengan infeksi hepatitis B, serta pengalaman transfusi darah dapat mempengaruhi kejadian penyakit ini.Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam menambah pemahaman masyarakat tentang cara penularan dan pencegahan hepatitis B.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan agar pemerintah Provinsi Maluku, khususnya Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dan Kota Ambon, melaksanakan program Deteksi Dini Hepatitis B (DDHB) yang dimulai dari tingkat pelayanan pertama seperti puskesmas. Program edukasi kepada masyarakat sangat penting untuk meningkatkan kesadaran tentang penularan dan pencegahan hepatitis B. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain longitudinal, memperluas sampel, dan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang mungkin berperan dalam penyebaran hepatitis B untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif dan dapat digeneralisasi.

  1. Relationship of Hepatitis B Knowledge and High-Risk Behaviors with Hepatitis B Incidents among Adolescents... journal.lppm-stikesfa.ac.id/index.php/FHJ/article/view/518Relationship of Hepatitis B Knowledge and High Risk Behaviors with Hepatitis B Incidents among Adolescents journal lppm stikesfa ac index php FHJ article view 518
  2. Gambaran Hasil Pemeriksaan Hepatitis B Pada Darah Pendonor di UTD PMI Kabupaten Bantul Yogyakarta Tahun... doi.org/10.33221/jikes.v21i2.1506Gambaran Hasil Pemeriksaan Hepatitis B Pada Darah Pendonor di UTD PMI Kabupaten Bantul Yogyakarta Tahun doi 10 33221 jikes v21i2 1506
  3. The prevalence of HBsAg, knowledge and practice of hepatitis B prevention among pregnant women in the... panafrican-med-journal.com/content/article/32/122/fullThe prevalence of HBsAg knowledge and practice of hepatitis B prevention among pregnant women in the panafrican med journal content article 32 122 full
Read online
File size280.32 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test