MALAHAYATIMALAHAYATI

Jurnal Dunia KesmasJurnal Dunia Kesmas

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prediktor perilaku deteksi dini kanker payudara peserta pelatihan kesehatan di UPTD. Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung . Sampel diambil dengan cara purposif dari populasi peserta pelatihan kesehatan di UPTD. Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung. Metode yang digunakan adalah studi cross-sectional. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah perilaku deteksi dini kanker payudara dan konstruk 6 Health Belief Model/HBM (Kerentanan yang dirasakan, keparahan yang dirasakan, manfaat yang dirasakan, hambatan yang dirasakan, isyarat untuk bertindak, efikasi diri) sebagai variabel independen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2023, bertempat di UPTD. Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 79,4% responden yang belum menjalani deteksi dini kanker payudara kanker payudara sesuai pedoman. Perilaku deteksi dini kanker payudara 7.09 kali lebih besar kemungkinannya dilakukan oleh responden dengan variabel isyarat untuk bertindak yang sangat tinggi (p-value 0.026 < 0.05) setelah dikontrol oleh variabel lain. Merancang capaian ranah proses pembelajaran terkait substansi deteksi dini kanker payudara dalam pelatihan kesehatan perlu dilakukan hingga sampai pada tahap peserta pelatihan mampu menerapkan dan mampu mengadopsi perilaku deteksi dini kanker payudara.

Variabel yang paling dominan adalah variabel cues to action kategori indeks sangat tinggi (p-value 0,026 < 0,05.OR 0,141) dalam mempengaruhi perilaku deteksi dini kanker payudara.Sehingga dapat disimpulkan bahwa perilaku deteksi dini kanker payudara cenderung 7.09 kali lebih besar dilakukan oleh kelompok dengan indeks kategori cues to action sangat tinggi setelah di kontrol dengan variabel lain.

Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas isyarat untuk bertindak (cues to action) dalam mendorong perilaku deteksi dini kanker payudara, terutama pada tenaga kesehatan. Mengingat peran penting tenaga kesehatan sebagai agen perubahan perilaku di masyarakat, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai jenis intervensi cues to action, seperti pelatihan intensif, kampanye media sosial, atau pendampingan oleh rekan sejawat, terhadap peningkatan kesadaran dan praktik deteksi dini. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan pengalaman tenaga kesehatan terkait hambatan-hambatan yang mereka hadapi dalam menerapkan perilaku deteksi dini kanker payudara pada diri mereka sendiri, serta strategi yang efektif untuk mengatasi hambatan tersebut. Akhirnya, studi longitudinal dapat mengukur dampak jangka panjang dari intervensi cues to action terhadap perilaku deteksi dini kanker payudara dan penurunan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut.

  1. #tenaga kesehatan#tenaga kesehatan
  2. #kanker payudara#kanker payudara
Read online
File size326.78 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-2bB
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test