CERICCERIC
Jurnal Keperawatan IndonesiaJurnal Keperawatan IndonesiaDiabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan tantangan kesehatan yang signifikan, terutama di negara berkembang dengan sumber daya kesehatan yang terbatas. Intervensi berbasis komunitas sangat diperlukan untuk meningkatkan perilaku hidup sehat individu dengan DMT2. Tinjauan ini mengeksplorasi intervensi berbasis komunitas untuk meningkatkan perilaku kesehatan pasien T2DM di negara berkembang. Tinjauan literatur sistematis dilakukan menggunakan basis data PubMed, Scopus, CENTRAL, dan CINAHL. Strategi pencarian menggunakan kata kunci khusus mengikuti PRISMA Extension untuk Tinjauan Sistematis. Kualitas studi yang disertakan dinilai menggunakan JBI. Sintesis data menggunakan pendekatan naratif, merangkum temuan kunci dari studi yang masuk ke dalam kriteria penyertaan, yaitu merupakan penelitian utama RCT teks lengkap yang dilakukan di negara berkembang, berfokus pada intervensi berbasis komunitas, dan diterbitkan antara tahun 2014-2023. Tinjauan terhadap dua belas artikel, dengan ukuran sampel berkisar antara 54 hingga 12.140 peserta, mengeksplorasi intervensi seperti olahraga, pemberdayaan, dukungan sebaya, dan program berbasis web. Intervensi dalam studi-studi tersebut menunjukkan efektivitas yang signifikan, dengan enam artikel melaporkan peningkatan dalam perilaku kesehatan, dua artikel dalam kepatuhan medis, tiga artikel dalam aktivitas fisik, empat artikel dalam sikap positif, dan dua artikel dalam QoL. Selain itu, lima artikel melaporkan tren penurunan kadar HbA1c yang konsisten. Tinjauan ini menyoroti potensi intervensi berbasis komunitas sebagai strategi yang efektif untuk mengatasi tantangan kompleks dari DMT2 di negara berkembang. Perawat kesehatan masyarakat dapat berperan penting dalam melaksanakan dan menjadi garda depan intervensi ini, khususnya yang melibatkan pendekatan berbasis teknologi, guna meningkatkan praktik perawatan mandiri dan hasil glikemik pada individu dengan DMT2.
CBIs telah terbukti efektif dalam meningkatkan perilaku kesehatan pada individu dengan T2DM di negara berkembang.Intervensi seperti program pemberdayaan, pendidikan kesehatan terstruktur, dukungan psikologis, platform berbasis web, dan aktivitas fisik berkontribusi pada peningkatan kepatuhan obat, aktivitas fisik, sikap positif, kualitas hidup, dan penurunan kadar HbA1c.Intervensi yang berfokus pada pemberdayaan, pendidikan terstruktur, dan teknologi telah secara konsisten menunjukkan perbaikan dalam praktik perawatan mandiri dan kontrol metabolik, menjadikannya komponen penting dalam strategi manajemen diabetes.Tinjauan sistematis mendatang dapat memanfaatkan meta-analisis untuk mengevaluasi secara kuantitatif efektivitas intervensi, memberikan wawasan lebih jelas tentang strategi yang paling efektif dalam mempromosikan perilaku hidup sehat dan mencapai kontrol glikemik pada individu dengan T2DM di negara berkembang.
Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari intervensi berbasis komunitas pada manajemen T2DM di negara berkembang. Selain itu, penelitian juga perlu mengeksplorasi kombinasi intervensi yang paling efektif, seperti menggabungkan pendekatan teknologi dengan pendidikan kesehatan dan dukungan psikologis. Selain itu, penelitian juga perlu mengevaluasi dampak budaya dan konteks lokal pada efektivitas intervensi, sehingga intervensi dapat disesuaikan dengan lebih baik dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat. Terakhir, penelitian juga perlu mengevaluasi dampak biaya dari intervensi berbasis komunitas, termasuk biaya implementasi dan biaya jangka panjang, untuk memastikan bahwa intervensi ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di negara berkembang.
- The impact of self-efficacy education based on the health belief model in Iranian patients with type... doi.org/10.6133/apjcn.072017.07The impact of self efficacy education based on the health belief model in Iranian patients with type doi 10 6133 apjcn 072017 07
- Indian Journal of Endocrinology and Metabolism. indian journal metabolism journals.lww.com/10.4103/ijem.IJEM_28_17Indian Journal of Endocrinology and Metabolism indian journal metabolism journals lww 10 4103 ijem IJEM 28 17
- The PRISMA 2020 statement: an updated guideline for reporting systematic reviews | The BMJ. prisma statement... doi.org/10.1136/bmj.n71The PRISMA 2020 statement an updated guideline for reporting systematic reviews The BMJ prisma statement doi 10 1136 bmj n71
| File size | 632.29 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
SARI MUTIARASARI MUTIARA Dengan demikian, edukasi PHBS ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menginspirasi tindakan nyata dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraanDengan demikian, edukasi PHBS ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menginspirasi tindakan nyata dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA The intervention included health education, handwashing and toothbrushing demonstrations, quizzes, and drawing-based empowerment activities. The resultsThe intervention included health education, handwashing and toothbrushing demonstrations, quizzes, and drawing-based empowerment activities. The results
STIK SAMSTIK SAM Analisis multivariat menunjukkan bahwa lama menderita diabetes mellitus tipe II merupakan faktor utama yang meningkatkan risiko kegagalan pengendalian,Analisis multivariat menunjukkan bahwa lama menderita diabetes mellitus tipe II merupakan faktor utama yang meningkatkan risiko kegagalan pengendalian,
UNIMUSUNIMUS Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dan pemahaman yang lebih baik tentang infertilitas setelah mengikuti FGD. Diperlukan upaya terus-menerus olehMasyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dan pemahaman yang lebih baik tentang infertilitas setelah mengikuti FGD. Diperlukan upaya terus-menerus oleh
ITSCIENCEITSCIENCE Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 25 September 2023 Pukul 09.00 s. d 10.00 WIB. Kegiatan ini dilakuakan dengan cpenuluhan Door to door agar lebihKegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 25 September 2023 Pukul 09.00 s. d 10.00 WIB. Kegiatan ini dilakuakan dengan cpenuluhan Door to door agar lebih
ITSCIENCEITSCIENCE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SMA Taruna Indonesia. Setelah penentuan lokasi kegiatan, dilakukan penjajakan kesediaan pelaksanaanKegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SMA Taruna Indonesia. Setelah penentuan lokasi kegiatan, dilakukan penjajakan kesediaan pelaksanaan
ITSCIENCEITSCIENCE Maka perlua adanya edukasi dan peningkatan pengetahuan anak tetang nutris dan cacingan Tujuan kegiatan ini untuk mengedukasi anak mengenai bagaimana caraMaka perlua adanya edukasi dan peningkatan pengetahuan anak tetang nutris dan cacingan Tujuan kegiatan ini untuk mengedukasi anak mengenai bagaimana cara
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Tindakan perawatan gigi tidak luput dari sasaran karena penularannya dapat melalui pelepasan aerosol (dari penggunaan bur, alat ultrasonik, water/air syringe)Tindakan perawatan gigi tidak luput dari sasaran karena penularannya dapat melalui pelepasan aerosol (dari penggunaan bur, alat ultrasonik, water/air syringe)
Useful /
UNIMUSUNIMUS Data dari Puskesmas Rowosari menyebutkan bahwa pada tahun 2019 ada 2602 bayi berusia 0-6 bulan, bayi yang menerima ASI eksklusif hingga usia 4 bulan hanyaData dari Puskesmas Rowosari menyebutkan bahwa pada tahun 2019 ada 2602 bayi berusia 0-6 bulan, bayi yang menerima ASI eksklusif hingga usia 4 bulan hanya
ITSCIENCEITSCIENCE Program coaching juga terbukti efektif dalam menciptakan budaya yang saling mendukung dan meningkatkan komunikasi antara manajer dan staf. Program coachingProgram coaching juga terbukti efektif dalam menciptakan budaya yang saling mendukung dan meningkatkan komunikasi antara manajer dan staf. Program coaching
ITSCIENCEITSCIENCE Melalui penyuluhan, masyarakat diberikan edukasi tentang pemilahan sampah, konsep 3R (reuse, reduce, recycle), serta pentingnya membuang sampah pada tempatnyaMelalui penyuluhan, masyarakat diberikan edukasi tentang pemilahan sampah, konsep 3R (reuse, reduce, recycle), serta pentingnya membuang sampah pada tempatnya
ITSCIENCEITSCIENCE Menurut WHO (2016) populasi lansia di Asia Tenggara pada tahun 2050 sebesar 8% atau sekitar 142 juta jiwa, diperkirakan populasi lansia akan terus meningkatMenurut WHO (2016) populasi lansia di Asia Tenggara pada tahun 2050 sebesar 8% atau sekitar 142 juta jiwa, diperkirakan populasi lansia akan terus meningkat