MALAHAYATIMALAHAYATI

Jurnal Dunia KesmasJurnal Dunia Kesmas

Ketuban pecah dini (KPD) merupakan pecahnya selaput ketuban sebelum proses persalinan dimulai. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2020 Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia masih tinggi dengan jumlah 287.000 jiwa. Tahun 2020 prevalensi KPD di dunia mencapai 2-10% dan KPD mempengaruhi sekitar 5-15% dari kehamilan dengan insidensi tertinggi berada di Afrika. Komplikasi akibat KPD adalah infeksi dalam persalinan dan nifas, partus lama, serta meningkatnya tindakan sectio cesarea (SC). KPD juga memberi risiko pada janin yaitu prematuritas (sindrom distress pernapasan, hipotermia, masalah pemberian makan neonatal), morbiditas dan mortalitas perinatal. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross‑sectional study. Sampel dalam penelitian adalah seluruh ibu hamil yang ada di RSUD Kota Sabang dengan total sampling 320 orang. Analisis data menggunakan uji Chi‑Square pada tingkat signifikansi 95% (P<0,05). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara paritas (p‑value=0,007), usia kehamilan (p‑value=0,000), dan cairan amnion (p‑value=0,000) dengan kejadian KPD, sementara tidak ada hubungan signifikan antara kelainan letak janin dengan kejadian KPD (p‑value=0,469).

Paritas, usia kehamilan, dan cairan amnion masing‑masing berhubungan signifikan dengan kejadian ketuban pecah dini (p<0,05).Kelainan letak janin tidak berhubungan signifikan dengan kejadian tersebut (p>0,05).Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan faktor‑faktor tersebut untuk pencegahan KPD pada ibu hamil.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas konseling antenatal terarah yang difokuskan pada ibu dengan paritas tinggi untuk meningkatkan deteksi dini KPD. Selain itu, studi longitudinal yang menelaah hubungan antara status gizi maternal, khususnya asupan protein dan mikronutrien, dengan volume cairan amnion dapat memberikan insight tentang faktor preventif tambahan. Selanjutnya, pengembangan dan validasi model prediksi risiko KPD berbasis pembelajaran mesin yang mengintegrasikan data demografis, obstetrik, dan laboratorium dapat membantu tenaga kesehatan dalam stratifikasi risiko dan intervensi yang lebih tepat waktu.

  1. #status gizi#status gizi
  2. #tenaga kesehatan#tenaga kesehatan
Read online
File size231.63 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2bA
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test