IKTAIKTA

Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)

Pendidikan memengaruhi seseorang dalam pengambilan keputusan, karena semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin rasional dalam mengambil keputusan. Hal ini juga akan berlaku pada pengambilan keputusan dalam memilih kontrasepsi yang akan sesuai, tepat dan efektif. Sehingga diharapkan dengan pendidikan mampu meningkatkan persepsi dan perilaku seseorang terhadap pola hidup, terutama dalam memotivasi menggunakan alat kontrasepsi yang membantu berperan dalam mewujudkan gerakan keluarga berencana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah akseptor KB IUD sebanyak 1.657 akseptor. Dengan teknik sampling yang akan digunakan adalah teknik Porpusive Sampling. Jumlah sampel adalah 10% dari 1.657 akseptor yaitu 170 akseptor. Instrumen yang digunakan yaitu Kuisioner tentang persepsi pemilihan jenis kontrasepsi IUD. Hasil uji statistic Chi Square mendapatkan nilai Ayymp. Sig. (2-sided) 0,000 < 0,05, artimya Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga terdapat hubungan tingkat pendidikan dengan persepsi pemilihan kontrasepsi KB IUD di UPT Puskesmas Karangpandan.

Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan persepsi akseptor KB IUD di UPT Puskesmas Karangpandan.Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa tingkat pendidikan berperan penting dalam membentuk persepsi terhadap pemilihan kontrasepsi IUD.Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki persepsi yang lebih positif terhadap penggunaan IUD.Oleh karena itu, peningkatan akses terhadap pendidikan dan informasi yang akurat mengenai kontrasepsi IUD dapat membantu meningkatkan kesadaran dan penerimaan metode kontrasepsi ini.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam faktor-faktor lain yang memengaruhi persepsi akseptor KB IUD, seperti pengaruh budaya, norma sosial, dan dukungan dari keluarga atau komunitas. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan persepsi akseptor KB IUD di wilayah perkotaan dan pedesaan untuk mengidentifikasi perbedaan dan kesamaan yang mungkin ada. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan persepsi positif mengenai KB IUD melalui program edukasi yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi serta pencapaian target program keluarga berencana di Indonesia. Dengan memahami secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi persepsi akseptor KB IUD, diharapkan dapat dirumuskan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan penggunaan metode kontrasepsi yang sesuai dan berkelanjutan.

  1. DOI Name 10.1093 Values. name values index type timestamp data serv crossref email doiadmin cnri reston... doi.org/10.1093DOI Name 10 1093 Values name values index type timestamp data serv crossref email doiadmin cnri reston doi 10 1093
  1. #pemilihan alat kontrasepsi#pemilihan alat kontrasepsi
  2. #akseptor kb suntik#akseptor kb suntik
Read online
File size244.16 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-3eS
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test