PANCABHAKTIPANCABHAKTI
International Health Conference STIKes Panca Bhakti (IHCPB)International Health Conference STIKes Panca Bhakti (IHCPB)Insomnia adalah gangguan tidur yang sering terjadi dan prevalensinya meningkat pada pasien stroke. Insomnia dikaitkan dengan gangguan regulasi tidur akibat kerusakan pada bagian sistem saraf pusat yang mengatur tidur. Kebersihan tidur adalah intervensi yang dapat meningkatkan kualitas tidur dengan menghindari hal-hal yang mengganggu tidur seperti menyesuaikan jadwal tidur, menghindari hal-hal yang tidak dianjurkan sebelum tidur, relaksasi, dan ritual waktu tidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh kebersihan tidur terhadap insomnia pada pasien stroke. Metode yang digunakan adalah pra-eksperimen, dengan metode pengambilan sampel tidak sengaja selama 1 minggu dan diperoleh 15 responden dengan memberikan intervensi kebersihan tidur melalui video edukasi dan memberikan catatan tidur di poliklinik rawat jalan stroke. Insomnia diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh intervensi kebersihan tidur terhadap insomnia pada pasien stroke, yang berarti peningkatan kualitas tidur pasien stroke. Terdapat peningkatan signifikan dalam kualitas tidur pasien stroke. Skor kualitas tidur setelah intervensi menurun. Rata-rata usia responden adalah 65 tahun, perempuan, memiliki komorbid hipertensi, dan telah menderita stroke selama 5 tahun. Penelitian lebih lanjut terkait kebersihan tidur perlu dilakukan dengan metode eksperimen lain dan dikombinasikan dengan intervensi lain terkait keluhan pasien seperti nyeri dan sakit kepala.
Setelah diberikan intervensi kebersihan tidur, rata-rata insomnia menurun.Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kebersihan tidur dalam mengurangi insomnia dengan nilai p 0,000 < 0,05, yang menunjukkan pengaruh intervensi kebersihan tidur terhadap insomnia pada pasien stroke dengan peningkatan kualitas tidur pasien stroke.Beberapa kegiatan yang direkomendasikan untuk dilakukan dan tidak dilakukan sebelum tidur antara lain tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, menggunakan tempat tidur hanya untuk istirahat, dan mengoptimalkan kegiatan di siang hari.Sementara kegiatan yang tidak direkomendasikan adalah tidur siang, tidur dalam keadaan stres, mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein, olahraga berat 4 jam sebelum tidur, dan menggunakan perangkat internet sambil berbaring di tempat tidur.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperdalam pemahaman tentang hubungan antara kebersihan tidur dan insomnia pada pasien stroke. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain penelitian yang lebih kuat, seperti uji klinis acak terkontrol (randomized controlled trial/RCT), untuk menguji efektivitas intervensi kebersihan tidur secara lebih komprehensif. RCT akan memungkinkan peneliti untuk membandingkan kelompok intervensi (yang menerima edukasi kebersihan tidur) dengan kelompok kontrol (yang tidak menerima intervensi) secara lebih akurat, sehingga dapat mengurangi bias dan meningkatkan validitas hasil penelitian. Kedua, penelitian dapat memperluas cakupan intervensi dengan menggabungkan kebersihan tidur dengan teknik relaksasi lainnya, seperti meditasi atau yoga, untuk melihat apakah kombinasi ini memberikan efek sinergis dalam meningkatkan kualitas tidur pasien stroke. Teknik relaksasi dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan yang seringkali menjadi faktor pemicu insomnia, sehingga dapat meningkatkan efektivitas intervensi kebersihan tidur. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran faktor-faktor psikologis, seperti depresi dan kecemasan, dalam memengaruhi hubungan antara kebersihan tidur dan insomnia pada pasien stroke. Dengan memahami bagaimana faktor-faktor psikologis ini berinteraksi dengan kebersihan tidur, peneliti dapat mengembangkan intervensi yang lebih personal dan efektif untuk mengatasi insomnia pada pasien stroke dengan kondisi psikologis yang kompleks.
- Insomnia and health-related quality of life in stroke: Topics in Stroke Rehabilitation: Vol 22, No 3.... tandfonline.com/doi/full/10.1179/1074935714Z.0000000026Insomnia and health related quality of life in stroke Topics in Stroke Rehabilitation Vol 22 No 3 tandfonline doi full 10 1179 1074935714Z 0000000026
- Sleep and Stroke - Sleep Medicine Clinics. sleep stroke medicine clinics skip main content menu account... sleep.theclinics.com/retrieve/pii/S1556407X1500140XSleep and Stroke Sleep Medicine Clinics sleep stroke medicine clinics skip main content menu account sleep theclinics retrieve pii S1556407X1500140X
| File size | 330.43 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
IIKPELAMONIAIIKPELAMONIA Dimana populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan RSUD Labuang Baji Makassar sebanyak 43.853 responden. Teknik penelitian yang digunakan yaituDimana populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan RSUD Labuang Baji Makassar sebanyak 43.853 responden. Teknik penelitian yang digunakan yaitu
UDBUDB Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan faktor ergonomi serta gangguan kesehatan dan keselamatan kerja di unit pendaftaran rawat jalan RSD K. TTujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan faktor ergonomi serta gangguan kesehatan dan keselamatan kerja di unit pendaftaran rawat jalan RSD K. T
UMSBUMSB 381 kasus. Penderita diabetes akan melakukan pencarian pengobatan salah satunya menggunakan pengobatan alternatif. Rumah Sehat Thibbun Nabawi Laa Tahzan381 kasus. Penderita diabetes akan melakukan pencarian pengobatan salah satunya menggunakan pengobatan alternatif. Rumah Sehat Thibbun Nabawi Laa Tahzan
ITSITS Hasil penelitian menunjukkan empat segmentasi pasien rawat jalan dan rawat inap berdasarkan nilai CLV: Champions, Loyal Customers, Potential Loyalists,Hasil penelitian menunjukkan empat segmentasi pasien rawat jalan dan rawat inap berdasarkan nilai CLV: Champions, Loyal Customers, Potential Loyalists,
AL MATANIAL MATANI Sehingga petugas rekam medis sangat berperan penting dalam unit rekam medis rawat jalan. Untuk meningkatkan mutu rekam medis di rumah sakit petugas harusSehingga petugas rekam medis sangat berperan penting dalam unit rekam medis rawat jalan. Untuk meningkatkan mutu rekam medis di rumah sakit petugas harus
UMSBUMSB Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner PSQI. Data dianalisis menggunakan deskriptif analitikTeknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner PSQI. Data dianalisis menggunakan deskriptif analitik
POLANKAPOLANKA Berdasarkan hasil dari ke 7 Studi Literatur yang telah di temukan oleh penulis pada Dimensi Sikap, Perhatian, Tindakan, Kemampuan, Penampilan dan TanggungBerdasarkan hasil dari ke 7 Studi Literatur yang telah di temukan oleh penulis pada Dimensi Sikap, Perhatian, Tindakan, Kemampuan, Penampilan dan Tanggung
CERICCERIC Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh karakteristik, peran kepemimpinan, dan fungsi manajemen kepala ruang terhadap perilaku perawatPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh karakteristik, peran kepemimpinan, dan fungsi manajemen kepala ruang terhadap perilaku perawat
Useful /
IFTKLEDALEROIFTKLEDALERO Dalam konteks Indonesia, di mana pluralisme dan nilai-nilai komunal memainkan peran penting dalam kehidupan politik, kerangka kerja Taylor memberikan lensaDalam konteks Indonesia, di mana pluralisme dan nilai-nilai komunal memainkan peran penting dalam kehidupan politik, kerangka kerja Taylor memberikan lensa
IFTKLEDALEROIFTKLEDALERO Konsep Dasein mengajak manusia untuk merenungkan eksistensinya dalam hubungannya dengan dunia, bukan hanya sebagai keberadaan, tetapi sebagai kesadaranKonsep Dasein mengajak manusia untuk merenungkan eksistensinya dalam hubungannya dengan dunia, bukan hanya sebagai keberadaan, tetapi sebagai kesadaran
UMSBUMSB Hasil menunjukkan nilai rata-rata ansietas sebelum intervensi (pretest) adalah 17,10, sedangkan setelah intervensi (posttest) menjadi 9,45, dengan selisihHasil menunjukkan nilai rata-rata ansietas sebelum intervensi (pretest) adalah 17,10, sedangkan setelah intervensi (posttest) menjadi 9,45, dengan selisih
UMSBUMSB Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner Insomnia Rating Scale KSPBJ-IRS (Kelompok Studi Psikiatri Biologi Jakarta). Hasil: Hasil penelitian membuktikanAlat ukur yang digunakan yaitu kuesioner Insomnia Rating Scale KSPBJ-IRS (Kelompok Studi Psikiatri Biologi Jakarta). Hasil: Hasil penelitian membuktikan