IFTKLEDALEROIFTKLEDALERO

LEDALOGOS: JURNAL FILSAFATLEDALOGOS: JURNAL FILSAFAT

Tulisan ini mengkaji ulang secara kritis pemikiran Martin Heidegger tentang Dasein, khususnya dalam relasinya dengan struktur eksistensial seperti keterlemparan, kejatuhan, dan pemahaman. Dalam situasi dunia modern yang semakin terjebak pada kehidupan serba otomatis dan dangkal, pemikiran Heidegger menawarkan cara pandang yang mendalam terhadap eksistensi manusia yang seringkali terabaikan. Artikel ini menyoroti bagaimana kejatuhan (Verfallen) bukan semata-mata kemerosotan eksistensial, tetapi justru merupakan momen ketersingkapan Dasein terhadap dirinya dan dunianya. Keunikan dari tulisan ini terletak pada penekanan bahwa Dasein selalu mengandung struktur eksistensial yang saling terkait dan tak terpisahkan, yaitu faktisitas, kejatuhan, dan proyeksi ke masa depan. Pendekatan ini membuka ruang baru dalam memahami eksistensi bukan sebagai sesuatu yang statis, melainkan sebagai dinamika keterlibatan total manusia di dunia. Dengan membingkai Dasein sebagai yang peduli, tulisan ini ingin menegaskan kembali urgensi pembacaan eksistensial dalam konteks dunia kontemporer yang kerap mengaburkan makna keautentikan. Pemahaman yang ditawarkan Heidegger melalui Dasein memberi sumbangan penting dalam filsafat keberadaan, sekaligus menjadi refleksi kritis terhadap cara manusia menjalani hidupnya hari ini.

Konsep Dasein mengajak manusia untuk merenungkan eksistensinya dalam hubungannya dengan dunia, bukan hanya sebagai keberadaan, tetapi sebagai kesadaran akan kemungkinan dan tanggung jawab.Dalam era digital dan kecerdasan buatan, pemahaman Dasein penting untuk menjaga kesadaran eksistensial agar manusia tidak terjebak dalam hidup yang tidak autentik dan hanya mengikuti arus teknologi.Dasein mengingatkan bahwa manusia harus hidup secara sadar, reflektif, dan bertanggung jawab dalam membuat pilihan yang bermakna di tengah dunia yang terus berubah.

Pertama, perlu penelitian tentang bagaimana kesadaran Dasein dalam lingkungan pendidikan formal dapat dikembangkan melalui kurikulum yang mengintegrasikan filsafat eksistensial, khususnya dalam menghadapi pembelajaran berbasis algoritma dan AI. Kedua, sebaiknya diteliti pengaruh media sosial terhadap autentisitas Dasein dalam kehidupan sehari-hari, dengan fokus pada bagaimana identitas digital memengaruhi pemahaman diri dan proyek eksistensial individu. Ketiga, penting untuk mengkaji bagaimana teknologi asistif seperti chatbot atau asisten virtual membentuk kembali modus kepedulian (care) Dasein, dan apakah interaksi manusia dengan mesin mulai menggantikan struktur keterlibatan eksistensial yang sejati, sehingga perlu dikembangkan model penggunaan teknologi yang menunjang eksistensi autentik.

  1. #roti tawar daun#roti tawar daun
  2. #proyek konstruksi#proyek konstruksi
Read online
File size467.89 KB
Pages18
Short Linkhttps://juris.id/p-115
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test