UNIKUUNIKU
Prosiding FahutanProsiding FahutanLutung jawa (Trachypithecus auratus) merupakan primata arboreal endemik Pulau Jawa yang keberadaannya di alam saat ini semakin terancam oleh perburuan dan degradasi habitat. Hal tersebut menjadikan upaya konservasi penting dalam menjaga eksistensi lutung jawa di alam, salah satunya yaitu di jalur pendakian Resort Cibodas, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Informasi mengenai populasi dan potensi pakan lutung jawa dapat menjadi salah satu referensi dalam pengelolaan populasi dan habitatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persebaran, populasi, dan potensi pakan lutung jawa. Penelitian yang dilakukan pada Agustus 2018 ini menggunakan metode pengamatan eksplorasi pada jalur transek dan analisis vegetasi. Sebanyak 105 individu dari 7 kelompok ditemukan di sepanjang jalur pendakian dengan kepadatan populasi secara keseluruhan sebesar 0,54 – 2,45 individu/ha. Rasio kelas umur dewasa, remaja, dan anak adalah 4,25:9,25:4,25, sedangkan rasio jantan dan betina yaitu 15:36. Potensi tumbuhan pakan yang ditemukan adalah sebanyak 26 jenis pohon yang didominasi oleh pohon rasamala (Altingia excelsa).
Populasi lutung jawa di Resort Cibodas TNGGP terdiri dari 105 individu dengan kepadatan 0,54–2,45 individu/ha dan struktur umur yang menunjukkan proporsi anak yang relatif rendah, menandakan kebutuhan evaluasi khusus untuk memastikan regenerasi jangka panjang.Struktur umur dan nisbah jenis kelamin secara keseluruhan cukup lengkap, sehingga regenerasi populasi dapat dikatakan baik meskipun terdapat kekurangan pada kelas anak.Selain itu, terdapat 26 jenis tumbuhan pakan, dengan rasamala (Altingia excelsa) sebagai spesies paling melimpah (INP 27%), menunjukkan keberagaman sumber makanan namun menekankan pentingnya melindungi jenis utama tersebut.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya jumlah individu anak lutung jawa, seperti tingkat predasi, ketersediaan makanan, dan kualitas habitat, untuk mengidentifikasi strategi peningkatan regenerasi populasi. Selain itu, studi jangka panjang tentang variasi musiman dalam komposisi diet serta nilai nutrisi tanaman pakan utama, khususnya rasamala, akan membantu memahami kecukupan gizi dan kebutuhan konservasi tanaman tersebut. Selanjutnya, penting untuk menilai dampak aktivitas wisatawan di jalur pendakian terhadap perilaku, tingkat stres, dan distribusi lutung jawa, sehingga dapat merumuskan kebijakan pengelolaan pariwisata yang ramah satwa. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk program konservasi yang lebih efektif dan berkelanjutan di kawasan Resort Cibodas TNGGP.
| File size | 556.59 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIKUUNIKU 33.000.000/pertahun. Total pendapatan masyarakat sebesar Rp. 127.920.250/tahun dengan rata-rata Rp. 42.640. 83/tahun. Pendapatan Ekowisata Hutan Pinus33.000.000/pertahun. Total pendapatan masyarakat sebesar Rp. 127.920.250/tahun dengan rata-rata Rp. 42.640. 83/tahun. Pendapatan Ekowisata Hutan Pinus
UNIKUUNIKU Sedangkan erosi rata-rata pada setiap satuan penggunaan lahan yaitu, belukar sebesar 49,15 ton/ha/tahun, hutan lahan kering sekunder 5,39 ton/ha/tahun,Sedangkan erosi rata-rata pada setiap satuan penggunaan lahan yaitu, belukar sebesar 49,15 ton/ha/tahun, hutan lahan kering sekunder 5,39 ton/ha/tahun,
UIN WALISONGOUIN WALISONGO Bersama-sama, mereka dapat menyelenggarakan program komprehensif yang membekali anak-anak dengan keterampilan praktis, ketahanan emosional, dan kesadaranBersama-sama, mereka dapat menyelenggarakan program komprehensif yang membekali anak-anak dengan keterampilan praktis, ketahanan emosional, dan kesadaran
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Berdasarkan analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa kualitas produk tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap efisiensi distribusi.meskipun kualitasBerdasarkan analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa kualitas produk tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap efisiensi distribusi.meskipun kualitas
UMMUMM Sedangkan faktor eksternal meliputi kurangnya kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya tindak pidana perikanan, kurangnya fasilitas pendukung bagiSedangkan faktor eksternal meliputi kurangnya kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya tindak pidana perikanan, kurangnya fasilitas pendukung bagi
LAPANLAPAN Dengan membandingkan data citra observasi yang dihasilkan satelit dan data radiansi hasil pengukuran lapangan dengan menggunakan spektrometer, diperolehDengan membandingkan data citra observasi yang dihasilkan satelit dan data radiansi hasil pengukuran lapangan dengan menggunakan spektrometer, diperoleh
UNILAUNILA Hasil analisa UV-Vis dan pengukuran nilai DHL menunjukkan bahwa potensial optimum pada proses elektrokoagulasi sampel air payau adalah 8 volt dengan waktuHasil analisa UV-Vis dan pengukuran nilai DHL menunjukkan bahwa potensial optimum pada proses elektrokoagulasi sampel air payau adalah 8 volt dengan waktu
UNILAUNILA Berdasarkan hasil penelitian, komposisi media tanah PMK pasir (1. 1) merupakan media semai terbaik dibandingkan dengan PMK dan PMK sekam padi (1. 1) untukBerdasarkan hasil penelitian, komposisi media tanah PMK pasir (1. 1) merupakan media semai terbaik dibandingkan dengan PMK dan PMK sekam padi (1. 1) untuk
Useful /
UNIKUUNIKU Selain itu, responden berpendapat bahwa objek wisata ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran bagi pengunjung, terutama pengunjung pelajar atau mahasiswa.Selain itu, responden berpendapat bahwa objek wisata ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran bagi pengunjung, terutama pengunjung pelajar atau mahasiswa.
UNILAUNILA Dari 30 sampel, 7 sampel terdapat biji ara (Ficus sp) saja dan 23 sampel terdapat 6 spesies biji yaitu aseman (Polygonum chinense), deluak (Grewia paniculata),Dari 30 sampel, 7 sampel terdapat biji ara (Ficus sp) saja dan 23 sampel terdapat 6 spesies biji yaitu aseman (Polygonum chinense), deluak (Grewia paniculata),
UNILAUNILA Perbanyakan bambu secara generatif sulit dilakukan sehingga diperlukan perbanyakan vegetatif, salah satunya dengan setek cabang. Penelitian ini bertujuanPerbanyakan bambu secara generatif sulit dilakukan sehingga diperlukan perbanyakan vegetatif, salah satunya dengan setek cabang. Penelitian ini bertujuan
UNILAUNILA Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode garis berpetak, dan wawancara dengan masyarakat, serta studi kepustakaan. Jumlah petak contoh yangPengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode garis berpetak, dan wawancara dengan masyarakat, serta studi kepustakaan. Jumlah petak contoh yang