POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR

Jurnal Penyuluhan PertanianJurnal Penyuluhan Pertanian

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kegiatan penyuluhan tentang penggunaan pupuk organik cair (POC) yang berasal dari limbah ikan dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dalam menanam sawi hijau (Brassica juncea L.) sebagai bagian dari transformasi perilaku menuju pertanian berkelanjutan. Latar belakang penelitian ini adalah ketergantungan petani yang tinggi terhadap pupuk kimia, yang berdampak negatif pada kesuburan tanah, biaya produksi, dan lingkungan. Penggunaan limbah ikan sebagai bahan baku POC menawarkan alternatif inovatif, ekonomis, dan ramah lingkungan yang selaras dengan prinsip pertanian berkelanjutan. Penelitian dilakukan di Kelompok Tani Pattunuang di Desa Tetebatu, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dengan melibatkan 25 responden petani. Metode penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest satu kelompok. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan sebelum dan setelah kegiatan penyuluhan dan dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan rumus efektivitas penyuluhan (ETP). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada semua aspek perilaku. Pengetahuan petani meningkat dari 46,4% menjadi 95%, sikap dari 48,4% menjadi 97,4%, dan keterampilan dari 37,2% menjadi 99,2%. Nilai efektivitas penyuluhan (ETP) mencapai 95%, dikategorikan sebagai sangat efektif. Pencapaian ini didukung oleh metode penyuluhan partisipatif, seperti brosur, ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan demonstrasi. Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan tentang POC berbasis ikan efektif meningkatkan kompetensi dan kesadaran petani mengenai penggunaan pupuk organik cair sebagai pengganti pupuk kimia. Temuan ini mengonfirmasi bahwa pendekatan penyuluhan partisipatif dan berbasis lokal efektif dalam mempercepat transformasi perilaku petani menuju sistem pertanian yang ramah lingkungan, mandiri, dan berkelanjutan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan sangat efektif dengan skor efektivitas 95%.Pengetahuan meningkat dari 46,4% menjadi 95%, sikap dari 48,4% menjadi 97,4%, dan keterampilan dari 37,2% menjadi 99,2%.Peningkatan ini membuktikan bahwa metode penyuluhan menggunakan pendekatan kelompok, ceramah, brosur, dan demonstrasi mampu meningkatkan kemampuan dan kesadaran petani tentang pentingnya menerapkan pupuk organik cair.Kegiatan penyuluhan ini berhasil mendorong petani untuk mengubah perilaku mereka menuju praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengembangan model penyuluhan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Model ini dapat menggabungkan pendekatan partisipatif dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan akses petani terhadap informasi dan pengetahuan tentang pertanian berkelanjutan. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam penerapan pupuk organik cair berbasis limbah ikan, seperti pengembangan teknologi fermentasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari penggunaan pupuk organik cair terhadap produktivitas tanaman dan kesuburan tanah. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi praktis dan ilmiah dalam memperkuat kapasitas petani dan mendukung implementasi strategi pertanian berkelanjutan di Indonesia.

  1. The Effectiveness of Liquid Organic Fish Fertilizer Extension on the Behavioral Transformation of Green... jurnal.polbangtan-bogor.ac.id/index.php/jpp/article/view/1212The Effectiveness of Liquid Organic Fish Fertilizer Extension on the Behavioral Transformation of Green jurnal polbangtan bogor ac index php jpp article view 1212
Read online
File size404.81 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test