POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR

Jurnal Penyuluhan PertanianJurnal Penyuluhan Pertanian

Penyuluh swadaya yang berasal dari petani maju hadir karena adanya tuntutan pendekatan partisipatori agar petani dapat menjadi subjek dalam program pembangunan pertanian mulai dari tahap mengidentifikasi masalah, merencanakan, melaksanakan hingga tahap mengevaluasinya. Petani maju memiliki keunggulan dalam melaksanakan perannya sebagai agen perubahan di perdesaan karena bagian dari komunitasnya dan lebih dipercaya oleh sesama petani. Tulisan ini merupakan hasil telaah dan kajian yang bertujuan memaparkan konsep tentang petani maju dapat menjadi penyuluh swadaya dan memiliki kemampuan untuk mewujudkan penyuluhan dari petani ke petani. Petani maju sebagai penyuluh swadaya juga menjadi pelaku aktif dalam konsep metode belajar dari petani ke petani. Optimalisasi peran petani maju sebagai penyuluhan swadaya dalam mendorong percepatan regenerasi petani menjadi salah satu solusi dalam menyusun road map pengembangan agropreneur muda. Hal ini telah terbukti bahwa petani maju sebagai penyuluhan swadaya mampu berperan dalam menyebarkan teknologi tradisional berbasis kearifan lokal, menjadi pemimpin informal dan mampu bersinergi dengan sesama petani dalam mendorong pembangunan pertanian di pedesaan. Petani maju memiliki kecenderungan kapabilitas menjadi penyuluh swadaya sebagai penggerak penyuluhan dari petani ke petani yang diwujudkan melalui peningkatan kapasitas penyuluh swadaya dalam petani mengorganisasikan dan memandirikan petani sehingga paradigma penyuluhan yang partisipatori dan meninggalkan pola lama pemerintah (top down) dapat terwujud.

Petani maju dapat menjadi agen penyuluh swadaya yang mendukung pembangunan pertanian melalui pendekatan partisipatif.Peran mereka sebagai pemimpin informal dan fasilitator meningkatkan adopsi teknologi lokal serta membangun keterkaitan sosial dalam komunitas petani.Dengan kapasitas yang terus ditingkatkan, petani maju dapat memperkuat inisiatif pemberdayaan petani dan mempercepat regenerasi petani di daerah pedesaan.

Untuk memperkuat peran petani maju sebagai penyuluh swadaya, penelitian lanjutan dapat menyelidiki model pelatihan intensif yang mengintegrasikan pemahaman teknologi inovatif dengan pendekatan partisipatif, sehingga meningkatkan kapasitas teknis dan motivasi altruisme. Selain itu, studi kualitatif tentang jaringan sosial dan modal sosial petani maju dapat mengidentifikasi faktor kunci yang memfasilitasi penyebaran inovasi antara kelompok petani, yang dapat menjadi dasar kebijakan penguatan pelibatan. Terakhir, evaluasi longitudinal tentang dampak jangka panjang intervensi penyuluhan petani ke petani akan membantu menilai efektivitas strategi partisipatif dan menjelaskan mekanisme transformasi konvensional menjadi pola pertanian yang lebih berkelanjutan.

Read online
File size205.6 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test