POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR
Jurnal Penyuluhan PertanianJurnal Penyuluhan PertanianSalah satu permasalahan yang dihadapi petani padi adalah serangan hama tikus, yang menyebabkan kerugian signifikan. Penelitian ini bertujuan mengukur efektivitas serta faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan metode demonstrasi cara dalam pengendalian hama tikus pada tanaman padi di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara. Metode kuantitatif deskriptif digunakan dengan pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan wawancara. Analisis regresi linier berganda menunjukkan nilai R² 0,436, di mana variabel karakteristik petani, penguasaan materi oleh penyuluh, dan biaya berpengaruh signifikan terhadap efektivitas metode. Hasilnya menunjukkan tingkat efektivitas metode demonstrasi mencapai 61,46% (tinggi). Penelitian menegaskan bahwa peningkatan kompetensi penyuluh dan penyesuaian metode dengan karakteristik petani serta biaya dapat meningkatkan efektivitas pengendalian hama tikus.
Penelitian menemukan bahwa metode demonstrasi cara memiliki tingkat efektivitas tinggi, sebesar 61,46%, dalam pengendalian hama tikus padi sawah di Kecamatan Air Putih.Faktor-faktor yang signifikan memengaruhi efektivitas metode tersebut adalah karakteristik petani, penguasaan materi oleh penyuluh, dan biaya, sementara ketersediaan sumber informasi dan sarana prasarana tidak menunjukkan pengaruh signifikan.Oleh karena itu, peningkatan kompetensi penyuluh dan penyesuaian metode dengan kondisi petani serta alokasi biaya yang tepat menjadi kunci utama untuk meningkatkan efektivitas pengendalian hama tikus di wilayah pemupukan.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak penggunaan media digital berbasis smartphone dalam menyebarkan informasi pengendalian hama tikus, serta menilai bagaimana pembentukan kelompok kerja praktis di lahan petani dapat memperkuat penyuluhan dan memperkuat adopsi teknik pengendalian hama. Penelitian lain juga dapat mengevaluasi strategi kombinasi antara demonstrasi tradisional dan pendekatan partisipatif yang melibatkan petani dalam merancang dan menguji teknik pengendalian, guna meningkatkan relevansi dan keberlanjutan intervensi. Selain itu, studi komparatif tentang efektivitas metodologi demonstrasi dengan metode penyuluhan lain, seperti pendekatan model atau pelatihan berbasis kelompok, dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pendekatan penyuluhan terbaik di daerah daerah rawan hama tikus.
| File size | 271.75 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Tantangan independent, yang mencakup sulitnya menjalin MOU dengan pemilik lahan, rendahnya kemampuan SDM dalam mengoperasikan alsintan, dan keterbatasanTantangan independent, yang mencakup sulitnya menjalin MOU dengan pemilik lahan, rendahnya kemampuan SDM dalam mengoperasikan alsintan, dan keterbatasan
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Hasil empiris menunjukkan bahwa peran kelembagaan memiliki pengaruh langsung yang kuat dan dominan terhadap tingkat implementasi budidaya kopi bersertifikatHasil empiris menunjukkan bahwa peran kelembagaan memiliki pengaruh langsung yang kuat dan dominan terhadap tingkat implementasi budidaya kopi bersertifikat
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Stunting tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama di daerah perkotaan seperti Jakarta Utara. Praktik pengasuhanStunting tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama di daerah perkotaan seperti Jakarta Utara. Praktik pengasuhan
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Model Pesantren Islam berhasil memperkuat kemandirian agribisnis santri melalui kombinasi pendidikan agama dan praktis. Implementasi pendidikan agribisnis,Model Pesantren Islam berhasil memperkuat kemandirian agribisnis santri melalui kombinasi pendidikan agama dan praktis. Implementasi pendidikan agribisnis,
ANDREWLAWCENTERANDREWLAWCENTER Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi membawa tantangan berupa penurunan minat generasi muda dan perubahan proses produksi dari alat tenun tradisionalHasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi membawa tantangan berupa penurunan minat generasi muda dan perubahan proses produksi dari alat tenun tradisional
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Faktor yang mempengaruhi adopsi inovasi meliputi karakteristik petani, media penyuluhan, perspektif petani, dan ketersediaan tenaga tanam. Pengukuran pengetahuanFaktor yang mempengaruhi adopsi inovasi meliputi karakteristik petani, media penyuluhan, perspektif petani, dan ketersediaan tenaga tanam. Pengukuran pengetahuan
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Karena dengan kepemilikan lahan yang luas petani cenderung bersemangat untuk mengadopsi inovasi-inovasi pertanian khususnya pertanian berkelanjutan. PenanamanKarena dengan kepemilikan lahan yang luas petani cenderung bersemangat untuk mengadopsi inovasi-inovasi pertanian khususnya pertanian berkelanjutan. Penanaman
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan dan pengaruh orangAnalisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan dan pengaruh orang
Useful /
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Anemia pada remaja perempuan sering dipicu oleh perdarahan menstruasi, yang dapat memicu penurunan kadar hemoglobin (Hb) dan rasa sakit menyakitkan (dysmenorrhea).Anemia pada remaja perempuan sering dipicu oleh perdarahan menstruasi, yang dapat memicu penurunan kadar hemoglobin (Hb) dan rasa sakit menyakitkan (dysmenorrhea).
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Efek sinergis antara besi dan vitamin C dalam jus jambu merah memperkuat penyerapan besi dan sintesis hemoglobin. Strategi diet sederhana ini dapat diintegrasikanEfek sinergis antara besi dan vitamin C dalam jus jambu merah memperkuat penyerapan besi dan sintesis hemoglobin. Strategi diet sederhana ini dapat diintegrasikan
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Sebaliknya, petani dengan tingkat konektivitas rendah dalam jaringan lebih terbatas dalam mengakses dan bertukar informasi yang bersifat praktis dan umum,Sebaliknya, petani dengan tingkat konektivitas rendah dalam jaringan lebih terbatas dalam mengakses dan bertukar informasi yang bersifat praktis dan umum,
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Faktor internal, akses informasi dan minat generasi muda secara nyata memengaruhi regenerasi petani. Minat generasi muda pada usahatani sayuran dataranFaktor internal, akses informasi dan minat generasi muda secara nyata memengaruhi regenerasi petani. Minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran