STAI IUSTAI IU

TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAMTABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM

Dinas Pendidikan Jawa Barat Cabang Wilayah IV mengeluarkan Surat Nomor 4069/KB.03.03.03-PKLK tanggal 06 Maret 2023 tentang program Smarttren 2023, sebagai bagian dari pendidikan karakter di Provinsi Jawa Barat. Program Millenial Smarttren Ramadan bertujuan memperkuat nilai-nilai Ramadhan, wawasan Islam, amaliah, dan ajaran Islam. Diluncurkan sesuai kebijakan Pendidikan Karakter Dinas Pendidikan Jawa Barat, program melibatkan kajian Islam, ibadah, akhlak, infaq, Al-Quran, dan aktivitas sosial. Namun, di SMAN 1 Telagasari, program belum efektif karena pelaksanaan kurang interaktif, materi agama kurang relevan, dukungan terbatas, dan anggaran minim. Penelitian fokus pada efektivitas program Millenial Smarttren Ramadhan 2023 di SMAN 1 Telagasari. Penelitian menunjukkan bahwa program Smarttren Ramadhan di SMAN 1 Telagasari Karawang efektif, meningkatkan literasi beragama siswa melalui aktivitas seperti sholat, bacaan Al-Quran, Kajian Islam di Sekolah (KIDS), dan lainnya. Pemahaman agama, ibadah, sosial, toleransi, dan refleksi spiritual meningkat, namun etika, moral, dan keterampilan berpikir kritis perlu perhatian. Motivasi siswa, kerjasama, sarana prasarana, dan lingkungan penting, tapi kurangnya kesadaran siswa, dukungan orangtua, dan faktor lingkungan hambat. Implikasinya adalah meningkatkan literasi beragama peserta melalui program ini, meskipun perlu fokus pada aspek yang belum optimal.

Berdasarkan penelitian kualitatif tentang program Smarttren (Smart Pesantren) Ramadhan di SMAN 1 Telagasari Karawang, beberapa kesimpulan dapat diambil.Pertama, implementasi program Smarttren Ramadhan di SMAN 1 telagasari Karawang berjalan efektif dengan pelaksanaan aktivitas seperti Sholat Dhuha, pembacaan Asmaul Husna, Tadarus Al-Quran, KIDS, penulisan Al-Quran, infaq masal, dan lainnya.Kedua, hasil dari implementasi program Smarttren menunjukkan peningkatan literasi beragama peserta didik.Pemahaman konsep dasar agama, pengenalan teks-teks keagamaan, kemampuan beribadah, kesadaran sosial, toleransi, dan refleksi spiritual meningkat.Namun, aspek etika dan moral agama serta keterampilan berpikir kritis agama masih perlu perhatian lebih lanjut.Ketiga, dalam konteks pendidikan karakter, faktor pendukung yang meliputi motivasi siswa, kerjasama, sarana prasarana, dan lingkungan memainkan peran penting.Namun, ada faktor penghambat seperti kurangnya kesadaran siswa, kurangnya dukungan orangtua, dan faktor lingkungan.Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam pemahaman dan peningkatan literasi beragama peserta didik melalui program Smarttren.Meskipun ada perkembangan positif dalam beberapa aspek, beberapa aspek lain masih perlu ditingkatkan untuk mencapai tujuan penuh program ini.

Untuk meningkatkan efektivitas program Millenial Smarttren Ramadhan, perlu ada upaya untuk meningkatkan interaktivitas dan relevansi materi agama. Dukungan sarana dan pemateri juga harus ditingkatkan. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran siswa dan dukungan orangtua dalam program ini. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan strategi untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan etika moral agama, serta mengeksplorasi cara-cara untuk melibatkan orangtua dan lingkungan dalam mendukung program ini. Dengan demikian, program Millenial Smarttren Ramadhan dapat menjadi lebih efektif dalam meningkatkan literasi beragama siswa dan mencapai tujuan pendidikan karakter yang diinginkan.

Read online
File size223.92 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test