UNIGALUNIGAL

PROSSIDING GALUH MATHEMATICS NATIONAL CONFERENCEPROSSIDING GALUH MATHEMATICS NATIONAL CONFERENCE

Kemampuan pemahaman konsep merupakan kemampuan mendasar yang harus dimiliki siswa untuk belajar konsep-konsep matematika yang lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis berbagai perspektif teoritis mengenai definisi, indikator, serta upaya untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR). Teknik pengumpulan data yang dilakukan berdasarkan kepada hasil kajian literatur dari artikel yang didapatkan dari Google Schoolar. Terdapat 10 artikel yang menjadi sumber data dalam penelitian ini dalam kurun waktu 2016-2026. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep merupakan elemen yang penting dalam proses pembelajaran. Karena terkadang siswa sering mengalami kesulitan dalam pemecahan masalah matematika. kelemahan dan kesulitan siswa dalam menjawab menjawab soal matematika disebabkan oleh rendahnya penguasaan matematika seperti kurangnya pemahaman konsep. Indikator pemahaman konsep matematis meliputi 1)menyatakan ulang sebuah konsep, 2)mengklasifikasi obje-objek menurut sifat-sifat tertentu, 3)memberi contoh dan non contoh dari konsep, 4)menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, 5)menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu, 6))mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah. Selain itu, model pembelajaran seperti Student Teams Achievement Division (STAD), ECIRR (Elicit, Confront, Identify, Resolve, Reinforce), Problem Based Learning (PBL) dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa.

Kemampuan pemahaman konsep matematis adalah kecakapan kognitif peserta didik dalam menyerap dan memaknai materi matematika sehingga bukan hanya menjadi hafalan, melainkan pengetahuan bermakna yang mampu dijelaskan kembali dengan bahasa sendiri, diinterpretasikan ke dalam berbagai bentuk representasi, serta dikaitkan antar‑konsep untuk menyelesaikan masalah dan menjalankan prosedur algoritma secara akurat, efisien, dan tepat dalam konteks sehari‑hari.Berdasarkan tinjauan terhadap berbagai literatur, indikator kemampuan pemahaman konsep meliputi menyatakan ulang sebuah konsep, memberikan contoh dan non‑contoh, menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi, mengelompokkan objek berdasarkan sifat‑sifat tertentu serta mengidentifikasi syarat perlu atau cukup, mengaitkan antar‑konsep, dan mengaplikasikan konsep pada pemecahan masalah.Peningkatan kemampuan pemahaman konsep dapat dicapai melalui penerapan strategi pembelajaran aktif seperti STAD, ECIRR, dan Problem Based Learning, yang memungkinkan siswa terlibat, berkolaborasi, dan menghubungkan konsep matematika dengan konteks nyata.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas jangka panjang penerapan model pembelajaran STAD, ECIRR, dan PBL secara simultan dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis pada siswa sekolah menengah, dengan mengukur perubahan kognitif dan motivasional melalui desain penelitian eksperimental berulang (pre‑test, post‑test, dan follow‑up). Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan hasil sintesis literatur yang berasal dari basis data internasional seperti Scopus, Web of Science, dan ProQuest dengan hasil yang diperoleh dari Google Scholar, guna mengevaluasi apakah cakupan sumber data yang lebih luas menghasilkan indikator dan strategi yang lebih beragam serta relevan. Selanjutnya, penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi persepsi guru dan siswa terhadap hambatan serta peluang dalam mengintegrasikan ketiga model pembelajaran tersebut ke dalam kurikulum standar, sehingga dapat mengidentifikasi faktor kontekstual yang mempengaruhi keberhasilan implementasi dan memberi dasar bagi pengembangan pedoman praktis yang adaptif.

Read online
File size180.63 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test