UPDMUPDM

Jurnal Pustaka KomunikasiJurnal Pustaka Komunikasi

Penelitian ini menganalisis peran special event sebagai medium komunikasi strategis pemerintah dalam membangun citra institusi yang inklusif dan berorientasi pada inklusi digital melalui penyelenggaraan Kompetisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi penyandang disabilitas tahun 2025 oleh BAKTI Komdigi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam bagaimana strategi komunikasi dijalankan dalam konteks nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa special event dirancang dengan sasaran komunikasi yang terarah untuk meningkatkan akses, memperluas peluang, serta mendorong kepercayaan diri penyandang disabilitas dalam memanfaatkan teknologi digital. Makna inklusivitas dibangun melalui pengalaman partisipatif, representasi disabilitas, dan kesetaraan partisipasi antar pemangku kepentingan, sehingga citra inklusif tumbuh dari praktik komunikasi yang nyata dan berkelanjutan. Penelitian ini mengisi kesenjangan kajian yang selama ini lebih berfokus pada sektor korporasi, dengan menghadirkan konteks lembaga pemerintah. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya konsep komunikasi strategis dengan menegaskan bahwa pembentukan citra inklusif ditentukan oleh keselarasan antara pesan, praktik, dan pengalaman stakeholder.

Special event Kompetisi TIK bagi Penyandang Disabilitas tahun 2025 terbukti berfungsi sebagai medium komunikasi strategis BAKTI Komdigi dalam menyampaikan dan merealisasikan komitmen inklusi digital melalui pengalaman program yang aksesibel, partisipatif, dan bermakna bagi peserta.Penelitian ini menegaskan bahwa citra inklusif insititusi tidak dibentuk oleh publikasi semata, melainkan oleh keselarasan antara tujuan komunikasi yang jelas, praktik aksesibilitas yang nyata, pengalaman partisipatif peserta, serta relasi stakeholder yang menjaga arah program tetap sejalan dengan nilai inklusivitas.Dengan demikian, pada konteks lembaga pemerintah, special event tidak hanya menjadi kegiatan semata, tetapi juga ruang komunikasi strategis tempat komitmen kebijakan diterjemahkan ke dalam pengalaman publik yang nyata.Meskipun demikian, efektivitas komunikasi masih menghadapi tantangan pada aspek koordinasi antar stakeholder, kecepatan respons, dan pengelolaan umpan balik yang belum sepenuhnya optimal.

Untuk meningkatkan efektivitas komunikasi strategis pada special event, perlu dikembangkan sistem koordinasi yang lebih terintegrasi, responsif, dan adaptif. Pengelolaan umpan balik juga harus lebih terstruktur, aksesibel, dan melibatkan fungsi humas secara lebih strategis. Selain itu, penting untuk memastikan bahwa pesan inklusivitas tersampaikan secara konsisten dan diterima serta dimaknai oleh audiens. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model komunikasi dua arah simetris yang lebih partisipatif dan responsif dalam konteks special event, serta mengkaji peran komunikasi strategis dalam memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik terhadap kebijakan inklusivitas pemerintah.

  1. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program RINDI (Rintisan Desa Inklusi) dalam Pemenuhan Hak Disabilitas... edukatif.org/index.php/edukatif/article/view/5675Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program RINDI Rintisan Desa Inklusi dalam Pemenuhan Hak Disabilitas edukatif index php edukatif article view 5675
Read online
File size489.13 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test