APPIHIAPPIHI
Aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial IndonesiaAktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial IndonesiaPersoalan kewenangan yang rumit kerap muncul ketika bencana ekologis terjadi di wilayah dengan status otonomi khusus, sebagaimana terlihat pada peristiwa banjir bandang yang menerjang Provinsi Aceh sejak akhir November hingga Desember 2025. Bencana tersebut tidak hanya menelan korban jiwa dan merusak infrastruktur dalam skala luas, tetapi juga menyingkap adanya ketidakselarasan kewenangan antara pemerintah pusat dengan Pemerintah Aceh dalam menangani situasi tersebut. Kajian ini dimaksudkan untuk mengurai pengaturan kewenangan penanggulangan bencana ekologis antara kedua level pemerintahan tersebut melalui perspektif Hukum Administrasi Negara, memetakan wujud-wujud ketidakselarasan kewenangan yang timbul dalam penanganan banjir Aceh 2025, sekaligus menyusun gagasan rekonstruksi pengaturan kewenangan yang lebih ideal dalam bingkai otonomi khusus. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif berdesain preskriptif-analitis, dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, di mana bahan hukum primer maupun sekunder ditelaah secara kualitatif melalui penalaran preskriptif. Temuan kajian memperlihatkan bahwa pengaturan kewenangan antara regulasi tingkat nasional dan regulasi otonomi khusus Aceh berjalan secara paralel tanpa disertai jembatan normatif yang memadai, sehingga melahirkan cacat kewenangan yang tampil dalam empat bentuk ketidakselarasan: kekosongan prosedur penetapan status darurat, terpecahnya komando operasi, konflik dalam distribusi pendanaan darurat, serta ketidakjelasan kewenanan pengelolaan ekosistem. Temuan-temuan ini menegaskan bahwa persoalan ketidakselarasan kewenangan bersifat struktural dan sistemik, bukan sekadar kendala teknis semata. Kajian ini mengusulkan gagasan kewenangan bencana asimetris sebagai kerangka pemikiran baru dalam doktrin Hukum Administrasi Negara, serta merekomendasikan langkah rekonstruksi normatif melalui penyusunan peraturan koordinasi khusus, revisi qanun kebencanaan, dan formalisasi protokol komando terpadu guna mengharmonisasikan regulasi kebencanaan di wilayah berotonomi khusus.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaturan kewenangan penanggulangan bencana ekologis antara pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh berjalan paralel tanpa jembatan normatif yang memadai, sehingga menimbulkan cacat kewenangan (bevoegdheidsgebrek) yang mengurangi akuntabilitas dan efektivitas tata kelola bencana.Disharmoni tersebut termanifestasi dalam empat bentuk utama.prosedural kosong pada penetapan status darurat, fragmentasi komando operasi, konflik pendanaan darurat, dan ketidakjelasan pengelolaan ekosistem.Temuan ini mengkonfirmasi bahwa disharmoni kewenangan bersifat sistemik, bukan sekadar insiden teknis.
Penelitian lanjutan pertama dapat menyelidiki efektivitas model kewenangan bencana asimetris yang diusulkan dengan melakukan studi lapangan di Aceh, menguji koordinasi antara BNPB dan BPBA selama respons bencana terbaru, serta mengidentifikasi hambatan operasional yang muncul; kedua, sebuah studi perbandingan hukum dapat menganalisis mekanisme penanggulangan bencana di wilayah otonom seperti Bangsamoro di Filipina dan Catalonia di Spanyol untuk menilai penerapan prinsip subsidiaritas dan harmonisasi regulasi, sehingga memberikan rekomendasi adaptif bagi konteks Indonesia; ketiga, penelitian interdisipliner dapat merancang dan menguji sistem pendukung keputusan multi‑kriteria berbasis GIS serta masukan pemangku kepentingan untuk penetapan cepat status darurat dan alokasi dana darurat di daerah otonomi khusus, guna mempercepat respons dan meningkatkan akuntabilitas. Ide‑ide ini memperluas temuan normatif dengan pendekatan empiris, komparatif, dan teknologis, serta menanggapi keterbatasan studi sebelumnya yang belum menguji implementasi praktis, tidak membandingkan dengan contoh internasional, dan belum mengembangkan alat bantu operasional.
- Implementasi Otomoni Khusus Pada Pemerintahan Aceh Dan Papua Dalam Perspektif Perbandingan | JOURNAL... doi.org/10.55606/jass.v5i1.803Implementasi Otomoni Khusus Pada Pemerintahan Aceh Dan Papua Dalam Perspektif Perbandingan JOURNAL doi 10 55606 jass v5i1 803
- Vol. 9 No. 3 (2024) | Jurnal Pemerintahan dan Politik. vol jurnal pemerintahan politik book jpp nomor... doi.org/10.36982/jpg.v9i3Vol 9 No 3 2024 Jurnal Pemerintahan dan Politik vol jurnal pemerintahan politik book jpp nomor doi 10 36982 jpg v9i3
- Desentralisasi Dan Harmonisasi Kebijakan: Rekonstruksi Pembagian Kewenangan Antara Pemerintah Pusat Dan... ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/qanuniya/article/view/1819Desentralisasi Dan Harmonisasi Kebijakan Rekonstruksi Pembagian Kewenangan Antara Pemerintah Pusat Dan ejournal uinsgd ac index php qanuniya article view 1819
- Otonomi Daerah Khusus Aceh: Jembatan menuju Rekonsiliasi atau Sumber Ketegangan Baru | Jurnal Pemerintahan... doi.org/10.36982/jpg.v9i3.4459Otonomi Daerah Khusus Aceh Jembatan menuju Rekonsiliasi atau Sumber Ketegangan Baru Jurnal Pemerintahan doi 10 36982 jpg v9i3 4459
| File size | 404.53 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
APPIHIAPPIHI Penyelesaian sengketa dalam dunia usaha merupakan hal yang tidak dapat dihindari, terutama dalam era modern yang ditandai dengan kompleksitas hubunganPenyelesaian sengketa dalam dunia usaha merupakan hal yang tidak dapat dihindari, terutama dalam era modern yang ditandai dengan kompleksitas hubungan
UTUUTU yang menambah proposisi nilai dari produk ikan keumamah yang ramah lingkungan; agropreneur sebagai salah satu segmen pasar; serta revenue stream ekstrayang menambah proposisi nilai dari produk ikan keumamah yang ramah lingkungan; agropreneur sebagai salah satu segmen pasar; serta revenue stream ekstra
UTUUTU Edukasi ini meningkatkan pemahaman peserta mengenai pemanfaatan media sosial, website, dan aplikasi mobile untuk promosi pariwisata dan pengembangan UMKMEdukasi ini meningkatkan pemahaman peserta mengenai pemanfaatan media sosial, website, dan aplikasi mobile untuk promosi pariwisata dan pengembangan UMKM
UTUUTU Kedua belah pihak sepakat melanjutkan program ini pada tahun berikutnya serta merekomendasikan untuk menyelenggarakan kegiatan pelatihan materi OSN danKedua belah pihak sepakat melanjutkan program ini pada tahun berikutnya serta merekomendasikan untuk menyelenggarakan kegiatan pelatihan materi OSN dan
UTUUTU Penggunaan komponen yang tidak ramah lingkungan sebagian perahu nelayan sudah menggunakan sistem pembuangan air perahu bertenaga solar. Penggunaan bahanPenggunaan komponen yang tidak ramah lingkungan sebagian perahu nelayan sudah menggunakan sistem pembuangan air perahu bertenaga solar. Penggunaan bahan
DINASTIREVDINASTIREV Pengawasan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut dalam pengelolaan sampah berdasarkan Peraturan Bupati Garut Nomor 253 Tahun 2021 belum terlaksana secaraPengawasan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut dalam pengelolaan sampah berdasarkan Peraturan Bupati Garut Nomor 253 Tahun 2021 belum terlaksana secara
ATIMATIM Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan koagulan biji asam jawa dan biji pepaya berpengaruh terhadap penurunan nilai COD dan pH sertaHasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan koagulan biji asam jawa dan biji pepaya berpengaruh terhadap penurunan nilai COD dan pH serta
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Jaringan dengan jumlah pengguna yang banyak memerlukan mekanisme bandwidth untuk mencegah gangguan stabilitas jaringan pada pengguna lain sehingga semuaJaringan dengan jumlah pengguna yang banyak memerlukan mekanisme bandwidth untuk mencegah gangguan stabilitas jaringan pada pengguna lain sehingga semua
Useful /
DINASTIREVDINASTIREV Perbedaan kerangka hukum antar negara, terutama dalam aspek perlindungan data, hak konsumen, dan sistem Anti Pencucian Uang dan Pemberantasan PendanaanPerbedaan kerangka hukum antar negara, terutama dalam aspek perlindungan data, hak konsumen, dan sistem Anti Pencucian Uang dan Pemberantasan Pendanaan
LLILLI Temuan ini menunjukkan bahwa Mind Mapping tidak hanya efektif dari sisi teoritis, tetapi juga aplikatif dalam praktik pembelajaran, khususnya dalam konteksTemuan ini menunjukkan bahwa Mind Mapping tidak hanya efektif dari sisi teoritis, tetapi juga aplikatif dalam praktik pembelajaran, khususnya dalam konteks
ATIMATIM Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan stabilitas campuran komponen COM. Desain penelitian eksperimental laboratorium digunakan dalam pekerjaanTujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan stabilitas campuran komponen COM. Desain penelitian eksperimental laboratorium digunakan dalam pekerjaan
ATIMATIM Proses pembuatan meliputi pengarangan cangkang kelapa sawit, pencampuran dengan batu bara dan perekat sagu 2%, serta pencetakan biobriket. Pengujian dilakukanProses pembuatan meliputi pengarangan cangkang kelapa sawit, pencampuran dengan batu bara dan perekat sagu 2%, serta pencetakan biobriket. Pengujian dilakukan