FMIPAUKITFMIPAUKIT

Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical)Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi pengelolaan obat di Rumah Sakit X Kota Tomohon dengan menilai berbagai indikator seperti seleksi, pengadaan, distribusi, dan penggunaan obat. Metode deskriptif digunakan dengan data retrospektif dan wawancara untuk mengukur kesesuaian praktik dengan standar Depkes RI, WHO, dan Permenkes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap seleksi hanya mencapai 55,65% kesesuaian dengan Fornas, sementara pengadaan menunjukkan alokasi dana 25,08% yang masih di bawah standar. Distribusi obat menunjukkan kesesuaian penuh pada beberapa indikator, seperti persentase kecocokan fisik obat dengan kartu stok (100%) dan frekuensi kesalahan dokumentasi (0%). Penggunaan obat menunjukkan hasil bervariasi, dengan peresepan antibiotik mencapai 30,2% yang melebihi standar WHO (≤22,7%), mengindikasikan potensi ketidakrasionalan. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun distribusi dan beberapa aspek pengadaan telah memenuhi standar, perbaikan diperlukan pada tahap seleksi dan penggunaan obat untuk meningkatkan efisiensi dan kepatuhan terhadap regulasi.

Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun distribusi dan beberapa aspek pengadaan telah memenuhi standar, perbaikan diperlukan pada tahap seleksi dan penggunaan obat untuk meningkatkan efisiensi dan kepatuhan terhadap regulasi.Sistem pengelolaan obat di Rumah Sakit X Tomohon telah menunjukkan beberapa kesesuaian dengan standar, terutama dalam distribusi dan pengadaan obat.Namun, masih diperlukan peningkatan dalam tahap seleksi obat dan penggunaan antibiotik, karena seleksi belum sepenuhnya sesuai dengan Fornas dan peresepan antibiotik melebihi batas yang direkomendasikan oleh WHO.Secara keseluruhan, sistem ini memiliki fondasi yang kuat, tetapi memerlukan perbaikan di beberapa area untuk meningkatkan efisiensi dan kepatuhan terhadap standar.

Untuk meningkatkan efisiensi dan kepatuhan terhadap regulasi, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan strategi seleksi obat yang lebih efektif, dengan mempertimbangkan kebutuhan pasien dan ketersediaan obat. Selain itu, studi mendatang dapat mengeksplorasi strategi untuk mengurangi penggunaan antibiotik yang berlebihan, seperti meningkatkan akses terhadap tes laboratorium rutin sebelum resep antibiotik diberikan. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak intervensi yang ditujukan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap standar pengelolaan obat, seperti pelatihan staf dan implementasi sistem manajemen obat yang terintegrasi.

  1. ANALISIS PENGELOLAAN OBAT DI UNIT FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN KARO | PREPOTIF : JURNAL... doi.org/10.31004/prepotif.v7i3.20122ANALISIS PENGELOLAAN OBAT DI UNIT FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN KARO PREPOTIF JURNAL doi 10 31004 prepotif v7i3 20122
  2. Manajemen Logistik Obat di Instalai Farmasi Rumah Sakit berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan... doi.org/10.54687/jurnalkajenv5i02.5Manajemen Logistik Obat di Instalai Farmasi Rumah Sakit berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan doi 10 54687 jurnalkajenv5i02 5
  3. Analisis Pengelolaan Obat dan Strategi Perbaikan dengan Metode Hanlon di Instalasi Farmasi | Journal... journal.ipm2kpe.or.id/index.php/JOTING/article/view/6963Analisis Pengelolaan Obat dan Strategi Perbaikan dengan Metode Hanlon di Instalasi Farmasi Journal journal ipm2kpe index php JOTING article view 6963
Read online
File size279.19 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test