UNISMUH PALUUNISMUH PALU

Jurnal Kolaboratif SainsJurnal Kolaboratif Sains

Penyimpanan obat emergency merupakan salah satu aspek penting dalam pengelolaan sediaan farmasi karena berpengaruh terhadap mutu obat, ketersediaan obat, serta kelancaran pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penyimpanan obat emergency di Instalasi Farmasi Provinsi Gorontalo berdasarkan standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), serta mengetahui tingkat ketersediaan obat emergency yang ada. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif evaluatif dengan pendekatan kuantitatif dan observasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penyimpanan obat emergency di Instalasi Farmasi Provinsi Gorontalo telah sesuai dengan standar CDOB dengan tingkat kesesuaian 87,5% dan berada pada kategori sangat baik. Namun demikian, ketersediaan obat emergency hanya 26,31% sehingga tergolong kurang, yang dipengaruhi oleh fungsi instalasi sebagai buffer stock. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi dan koordinasi yang berkelanjutan dalam pengelolaan persediaan obat sesuai fungsi Instalasi Farmasi Provinsi.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sistem penyimpanan obat emergency di Instalasi Farmasi Provinsi Gorontalo telah sesuai dengan Pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dengan tingkat kesesuaian sebesar 87,5% yang termasuk kategori sangat baik, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan seperti pengendalian hama, penerapan prinsip FIFO, dan penyediaan SOP penyimpanan obat.sementara ketersediaan obat emergency memperoleh tingkat kesesuaian sebesar 26,31% dengan kategori kurang yang dipengaruhi oleh fungsi instalasi sebagai buffer stock dan pusat distribusi obat ke Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota, sehingga rendahnya ketersediaan obat emergency di gudang provinsi tidak mencerminkan buruknya sistem pengelolaan persediaan obat melainkan merupakan bagian dari mekanisme distribusi logistik obat di tingkat provinsi yang memerlukan evaluasi dan koordinasi berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sistem pengendalian hama di gudang farmasi dengan membandingkan efektivitas metode pengendalian biologis dan kimia. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang penerapan prinsip FIFO/FEFO secara digital melalui sistem manajemen inventaris berbasis aplikasi mobile untuk meminimalkan kesalahan manusia. Terakhir, penelitian bisa mengkaji pengaruh pola distribusi logistik terhadap ketersediaan obat emergency di daerah dengan membandingkan data dari beberapa provinsi di Indonesia.

Read online
File size335.33 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test