Q2LIIQ2LII

JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATANJURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme, alur, dan kendala pendistribusian obat dari gudang farmasi ke instalasi farmasi di RSUD Siti Fatimah Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara terstruktur, serta studi dokumentasi menggunakan instrumen checklist yang mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme dan alur pendistribusian obat telah dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian. Tingkat kesesuaian sebesar 100% menunjukkan bahwa seluruh indikator yang berkaitan dengan mekanisme dan alur distribusi obat telah terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku. Namun demikian, pada pelaksanaannya masih ditemukan kendala operasional berupa ketidaksesuaian jumlah dan jenis obat dengan permintaan, serta keterlambatan pendistribusian obat yang dapat menyebabkan terjadinya kekosongan stok di unit pelayanan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pendistribusian obat di RSUD Siti Fatimah Palembang telah sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian pada aspek mekanisme dan alur. Meskipun demikian, diperlukan upaya perbaikan melalui optimalisasi sistem informasi logistik farmasi dan peningkatan koordinasi antarunit guna meminimalkan kendala operasional dalam proses pendistribusian obat.

Pendistribusian obat di RSUD Siti Fatimah Palembang telah sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian pada aspek mekanisme dan alur.Meskipun demikian, terdapat kendala berupa ketidaksesuaian jumlah dan jenis obat dengan permintaan serta keterlambatan pendistribusian yang dapat menyebabkan kekosongan stok.Oleh karena itu, optimalisasi sistem informasi logistik farmasi dan peningkatan koordinasi antarunit diperlukan untuk meminimalkan kendala operasional dalam proses pendistribusian obat.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai efektivitas implementasi sistem informasi logistik farmasi terintegrasi dalam meningkatkan akurasi dan kecepatan pendistribusian obat. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai teknologi yang relevan, seperti penggunaan barcode, RFID, atau sistem berbasis cloud, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi dalam implementasinya. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis faktor-faktor yang mempengaruhi koordinasi antarunit, termasuk komunikasi, alur kerja, dan pembagian tanggung jawab. Studi ini dapat menggunakan metode kualitatif, seperti wawancara mendalam dan observasi partisipatif, untuk memahami perspektif berbagai pihak yang terlibat dalam proses pendistribusian obat. Ketiga, penelitian lanjutan dapat menginvestigasi dampak penerapan sistem prakiraan kebutuhan obat (forecasting) terhadap pengurangan risiko kekosongan stok dan pemborosan obat. Penelitian ini dapat menggunakan data historis permintaan obat dan teknik analisis statistik untuk mengembangkan model prakiraan yang akurat dan andal, serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan obat di rumah sakit.

  1. Analysis of Drug Distribution from Pharmaceutical Warehouse to Pharmaceutical Installation of Siti Fatimah... ojs.q2lii.id/index.php/JLIK/article/view/143Analysis of Drug Distribution from Pharmaceutical Warehouse to Pharmaceutical Installation of Siti Fatimah ojs q2lii index php JLIK article view 143
Read online
File size384.07 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test