RESEARCHHUBRESEARCHHUB
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan IndonesiaJurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan IndonesiaSkizofrenia merupakan salah satu gangguan jiwa kronis yang ditandai dengan adanya gangguan pada aspek pikiran, emosi, dan perilaku sehingga dapat memengaruhi kemampuan individu dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Menurut World Health Organization (WHO, 2022), terdapat sekitar 24 juta penderita skizofrenia di seluruh dunia, sedangkan di Indonesia prevalensinya mencapai 1,8 per 1.000 penduduk. Kondisi ini sering kali disertai dengan risiko perilaku kekerasan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Berdasarkan data di Panti Gramesia Cirebon, tercatat sebanyak 24 pasien dengan risiko perilaku kekerasan akibat skizofrenia. Salah satu intervensi yang dapat diberikan untuk mengurangi risiko tersebut adalah terapi spiritual, khususnya melalui praktik dzikir, yang diyakini mampu memberikan ketenangan jiwa dan menurunkan tingkat agitasi pada pasien. Penulisan ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi tahap pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan intervensi, implementasi, serta evaluasi. Subjek kasus adalah Nn. S, seorang pasien dengan risiko perilaku kekerasan akibat skizofrenia. Intervensi yang diberikan berupa terapi spiritual dzikir selama tiga hari berturut-turut dengan pendampingan perawat jiwa. Hasil implementasi menunjukkan adanya penurunan gejala berupa berkurangnya ancaman verbal, menurunnya agitasi, meningkatnya kooperatif pasien, serta partisipasi aktif dalam kegiatan spiritual. Evaluasi lebih lanjut memperlihatkan tercapainya tujuan jangka pendek maupun jangka panjang, yaitu penurunan risiko perilaku kekerasan dan meningkatnya ketenangan emosional pasien. Temuan studi kasus ini mengindikasikan bahwa terapi spiritual dzikir merupakan intervensi efektif yang dapat diterapkan dalam asuhan keperawatan jiwa, khususnya bagi pasien skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan. Oleh karena itu, disarankan agar terapi dzikir dijadikan intervensi rutin dan terintegrasi di fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendukung pemulihan pasien secara holistik.
Terapi dzikir terbukti efektif menurunkan risiko perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia.Terapi ini membantu menenangkan emosi, meningkatkan spiritualitas, dan mempercepat pemulihan.Disarankan terapi dzikir menjadi intervensi rutin dalam asuhan keperawatan jiwa di fasilitas kesehatan.
Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas terapi dzikir pada populasi yang lebih luas dengan menggunakan desain randomized controlled trial di beberapa rumah sakit jiwa, sehingga dapat menilai konsistensi hasil dan mengurangi bias kasus tunggal. Selanjutnya, diperlukan perbandingan antara terapi dzikir dengan intervensi psychosial lain seperti mindfulness atau terapi musik dalam mengurangi agresi pada pasien skizofrenia, untuk mengetahui mekanisme dan keunggulan relatif masing‑masing pendekatan. Akhirnya, studi longitudinal selama enam bulan hingga satu tahun dapat mengevaluasi dampak jangka panjang praktik dzikir berkelanjutan terhadap tingkat kekambuhan, kualitas hidup, dan kepatuhan pengobatan pada pasien skizofrenia, sehingga memberikan bukti kuat bagi kebijakan integrasi terapi spiritual dalam standar perawatan keperawatan jiwa.
- ASUHAN KEPERAWATAN JIWA RISIKO PERILAKU KEKERASAN DAN LATIHAN MENGONTROL MARAH DENGAN CARA FISIK KE-2... ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/LIK/article/view/9803ASUHAN KEPERAWATAN JIWA RISIKO PERILAKU KEKERASAN DAN LATIHAN MENGONTROL MARAH DENGAN CARA FISIK KE 2 ejournal poltekkes smg ac ojs index php LIK article view 9803
- Beban dengan Koping Keluarga Saat Merawat Pasien Skizofrenia yang Mengalami Perilaku Kekerasan | Jurnal... ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JK/article/view/1980Beban dengan Koping Keluarga Saat Merawat Pasien Skizofrenia yang Mengalami Perilaku Kekerasan Jurnal ejurnal poltekkes tjk ac index php JK article view 1980
- OSF. osf doi.org/10.31219/osf.io/s2qymOSF osf doi 10 31219 osf io s2qym
- Efektivitas Terapi Dzikir dalam Menurunkan Risiko Perilaku Kekerasan pada Pasien Skizofrenia di Panti... researchhub.id/index.php/jikki/article/view/8020Efektivitas Terapi Dzikir dalam Menurunkan Risiko Perilaku Kekerasan pada Pasien Skizofrenia di Panti researchhub index php jikki article view 8020
| File size | 967.97 KB |
| Pages | 21 |
| DMCA | Report |
Related /
PARIPARI Intervensi musik efektif dalam mengurangi tingkat kecemasan pasien selama mammografi. Intervensi ini dapat diimplementasikan sebagai bagian dari upayaIntervensi musik efektif dalam mengurangi tingkat kecemasan pasien selama mammografi. Intervensi ini dapat diimplementasikan sebagai bagian dari upaya
UM MetroUM Metro Berbagai intervensi telah dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi pada anak-anak dengan ASD, seperti PECS, terapi musik, DIR Floortime,Berbagai intervensi telah dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi pada anak-anak dengan ASD, seperti PECS, terapi musik, DIR Floortime,
UnmulUnmul Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasi-experiment yaitu dengan perancangan yang digunakan adalah One Group Pre-Test dan Post-Test. Populasi dalamMetode: Penelitian ini menggunakan desain Quasi-experiment yaitu dengan perancangan yang digunakan adalah One Group Pre-Test dan Post-Test. Populasi dalam
UMSBUMSB Kesimpulan dan Saran: Disimpulkan bahwa kinerja keuangan rumah sakit dinilai kurang baik, sedangkan aspek pembelajaran dan pertumbuhan sebagian besar dinilaiKesimpulan dan Saran: Disimpulkan bahwa kinerja keuangan rumah sakit dinilai kurang baik, sedangkan aspek pembelajaran dan pertumbuhan sebagian besar dinilai
UMSBUMSB Sampel yang digunakan adalah seluruh tenaga keperawatan. Metode penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik sampling menggunakan accidental sampling, denganSampel yang digunakan adalah seluruh tenaga keperawatan. Metode penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik sampling menggunakan accidental sampling, dengan
UMSBUMSB Masalah: Terdapat banyak kasus kecelakaan lalu lintas berdasarkan data HDSS Sleman tahun 2021 sehingga penting untuk menganalisis pola cedera yang terjadi.Masalah: Terdapat banyak kasus kecelakaan lalu lintas berdasarkan data HDSS Sleman tahun 2021 sehingga penting untuk menganalisis pola cedera yang terjadi.
UMSBUMSB Terdapat perbedaan signifikan dalam penurunan nyeri sendi antara kelompok intervensi yang melakukan senam osteoporosis dan kelompok kontrol, menegaskanTerdapat perbedaan signifikan dalam penurunan nyeri sendi antara kelompok intervensi yang melakukan senam osteoporosis dan kelompok kontrol, menegaskan
UMSBUMSB Terdapat dua kelompok intervensi yaitu 2 kelompok yang diberikan latihan Range Of Motion (ROM) terhadap peningkatan penyembuhan kekuatan otot yang dilakukanTerdapat dua kelompok intervensi yaitu 2 kelompok yang diberikan latihan Range Of Motion (ROM) terhadap peningkatan penyembuhan kekuatan otot yang dilakukan
Useful /
RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang diamanatkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa menuntut komitmen global, termasuk dari sektor korporasi, untukTujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang diamanatkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa menuntut komitmen global, termasuk dari sektor korporasi, untuk
RESEARCHHUBRESEARCHHUB Dapat disimpulkan terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan Kesehatan. Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan metodeDapat disimpulkan terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan Kesehatan. Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode
KERTACENDEKIAKERTACENDEKIA Disarankan untuk memberikan penyuluhan tentang makanan siap saji kepada anak usia sekolah untuk meningkatkan pengetahuan mereka. Penelitian ini menyimpulkanDisarankan untuk memberikan penyuluhan tentang makanan siap saji kepada anak usia sekolah untuk meningkatkan pengetahuan mereka. Penelitian ini menyimpulkan
KERTACENDEKIAKERTACENDEKIA Hasil Penelitihan ini menunjukkan bahwa Kurang dari setengah responden memiliki pengetahuan kurang sebesar 49% Dengan Tingkat Pengetahuan ibu tentang konsumsiHasil Penelitihan ini menunjukkan bahwa Kurang dari setengah responden memiliki pengetahuan kurang sebesar 49% Dengan Tingkat Pengetahuan ibu tentang konsumsi