UNISMUH PALUUNISMUH PALU

Jurnal Kolaboratif SainsJurnal Kolaboratif Sains

Air limbah industri laundry mengandung bahan organik tinggi yang tergambar dari parameter BOD dan COD, sehingga pembuangannya tanpa pengolahan berisiko mencemari lingkungan dan bertentangan dengan upaya kebijakan kesehatan. Ini bertujuan menguji efektivitas serbuk kulit jagung sebagai bioadsorben untuk menurunkan kadar BOD dan COD air limbah laundry. Jenis penelitian adalah eksperimen murni (true experiment) dengan rancangan pretest-posttest design menggunakan variasi dosis 9 gram, 11 gram, dan 13 gram serbuk kulit jagung teraktivasi dengan tiga kali pengulangan (replikasi). Sampel berupa air limbah laundry sebanyak 5 L yang diambil dengan teknik grab sample. Setiap perlakuan diberikan pada 1000 mL limbah dan diaduk pada kecepatan 100 rpm selama 30 menit. Data dianalisis menggunakan uji One-Way Anova dan Kruskal Wallis dengan tingkat kesalahan (α) 5%. Kadar awal BOD dan COD berturut-turut adalah 125 mg/L dan 614 mg/L. Dosis yang paling efektif menurunkan BOD dan COD adalah 13 gram dengan efektivitas berturut-turut 6,64% dan 37,35%. Ada perbedaan penurunan kadar BOD (p-value=0,001) dan COD (p-value=0,031) antar dosis. Meskipun terjadi penurunan, hasil belum memenuhi baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014. Disarankan penambahan variasi dosis dan waktu kontak serta penguatan pengawasan limbah laundry sebagai bagian dari kebijakan kesehatan lingkungan.

Serbuk kulit jagung sebagai bioadsorben mampu menurunkan kadar BOD dan COD air limbah industri laundry.Persentase penurunan BOD adalah 3,76% (9 gram), 5,04% (11 gram), dan 6,64% (13 gram), sedangkan penurunan COD adalah 36,16% (9 gram), 8,75% (11 gram), dan 37,35% (13 gram).Dosis paling efektif untuk keduanya adalah 13 gram.Ada perbedaan penurunan kadar BOD (p-value=0,001) dan COD (p-value=0,031) antar variasi dosis.Meskipun demikian, kadar akhir belum memenuhi baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas variasi dosis dan waktu kontak yang lebih luas untuk menentukan optimalisasi proses adsorpsi. Selain itu, studi perbandingan antara bioadsorben kulit jagung dengan bahan alami lainnya seperti arang aktif dari limbah pertanian dapat dilakukan untuk mengevaluasi keunggulan masing-masing. Selanjutnya, penelitian tentang dampak jangka panjang penggunaan bioadsorben ini terhadap kualitas air lingkungan sekitar dan potensi pemanfaatan dalam skala industri besar juga diperlukan untuk mendukung kebijakan pengendalian pencemaran secara berkelanjutan.

Read online
File size351.22 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test