UNJAYAUNJAYA

MEDIA ILMU KESEHATANMEDIA ILMU KESEHATAN

Latar Belakang: Kulit durian (Durio zibethinus Murr.) yang sering dibuang sebagai limbah pertanian ternyata mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan tanin yang memiliki sifat antibakteri, terutama terhadap bakteri penyebab jerawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik dan stabilitas dari sediaan serum yang diformulasikan dengan ekstrak kulit durian pada konsentrasi 15%. Metode: Ekstrak kulit durian diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian diformulasikan menjadi sediaan serum. Evaluasi mutu fisik meliputi pengujian warna, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Hasil: Varietas Musang King menghasilkan formulasi terbaik dengan warna kuning kecokelatan dan tampilan yang homogen. Nilai pH tetap stabil pada rentang 4,67 hingga 6,65 sebelum dan sesudah uji stabilitas.

Formulasi serum dari kulit durian (lokal, Montong, Musang King) menunjukkan variasi warna organoleptik yang memengaruhi nilai pH, namun tetap stabil selama pengujian stabilitas.Uji preferensi menunjukkan Formula 3 sebagai yang paling disukai, dan tidak ada iritasi yang signifikan pada mayoritas responden.Uji freeze‑thaw juga mengonfirmasi kestabilan fisik serum dari semua varietas durian.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi rentang konsentrasi ekstrak kulit durian yang optimal untuk meningkatkan aktivitas antibakteri sekaligus mempertahankan kompatibilitas kulit, sehingga dapat menentukan dosis paling efektif bagi perawatan jerawat. Selain itu, diperlukan uji klinis terkontrol pada pasien jerawat untuk membandingkan efektivitas serum berbasis ekstrak durian dengan produk komersial standar, serta menilai keamanan penggunaan jangka panjang pada populasi yang lebih luas. Selanjutnya, penambahan bahan alami lain seperti niacinamide atau ekstrak tanaman anti‑inflamasi pada formulasi serum dapat dievaluasi untuk meningkatkan sifat anti‑oksidan dan anti‑inflamasi, sambil memeriksa dampaknya terhadap stabilitas fisik dan estetika produk.

  1. PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PRODUK TOPIKAL ANTI JERAWAT TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus)... Doi.Org/10.32696/Fjfsk.V2i1.1375PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PRODUK TOPIKAL ANTI JERAWAT TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN Rattus novergicus Doi Org 10 32696 Fjfsk V2i1 1375
  2. PEMBUATAN DAN UJI MUTU SEDIAAN SERUM DARI EKSTRAK KULIT DURIAN (Durio zibethinus Murray) | Jurnal Kesehatan... doi.org/10.59060/Jurkes.V8i2.342PEMBUATAN DAN UJI MUTU SEDIAAN SERUM DARI EKSTRAK KULIT DURIAN Durio zibethinus Murray Jurnal Kesehatan doi 10 59060 Jurkes V8i2 342
  3. Formulasi, Evaluasi Stabilitas Fisik dan Uji Aktivitas Antibakteri Serum Wajah Yang Mengandung Minyak... ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/jip/article/view/18713Formulasi Evaluasi Stabilitas Fisik dan Uji Aktivitas Antibakteri Serum Wajah Yang Mengandung Minyak ejournal uin malang ac index php jip article view 18713
  4. UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI... doi.org/10.24843/Mu.2022.V11.I7.P18UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN UBI JALAR UNGU Ipomoea batatas L TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI doi 10 24843 Mu 2022 V11 I7 P18
Read online
File size242.88 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test