YARSIYARSI
Junior Medical JournalJunior Medical JournalKebiasaan sarapan, Konsentrasi, Belajar, Mahasiswa kedokteran, Pendidikan kedokteran. Sarapan merupakan hal yang penting untuk dilakukan di pagi hari karena bermanfaat untuk memberikan energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Makanan yang dikonsumsi pada pagi hari dapat menjaga kestabilan gula darah yang berdampak pada meningkatnya fokus dan konsentrasi seseorang. Konsentrasi dalam belajar dapat membantu mahasiswa untuk menguasai materi yang diberikan dan meningkatkan semangat serta motivasi untuk lebih aktif pada saat proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan sarapan pagi terhadap konsentrasi belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021 serta mengkaji tinjauannya dalam pandangan Islam. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 175 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang mencakup informasi mengenai kebiasaan sarapan pagi serta faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsentrasi belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan (62,3%) hanya melakukan sarapan pagi selama 1-3 hari dalam 1 minggu. Sebanyak 157 responden (89,7%) berada pada kategori konsentrasi baik dan 18 responden (10,3%) berada pada kategori konsentrasi kurang baik. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square didapatkan nilai p-value sebesar 0,014 (< 0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh kebiasaan sarapan dengan konsentrasi belajar pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2021.
Berdasarkan data, mayoritas mahasiswa (62,3%) hanya sarapan 1–3 hari dalam seminggu, sementara 89,7% berada dalam kategori konsentrasi baik.Analisis chi‑square menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dan konsentrasi belajar (p = 0,014 < 0,05).Pandangan Islam menekankan pentingnya menuntut ilmu dengan tubuh yang sehat, sehingga asupan sarapan yang tepat dapat mendukung fungsi kognitif dan konsentrasi belajar.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki apakah kualitas nutrisi sarapan (misalnya proporsi karbohidrat, protein, dan lemak) berpengaruh lebih kuat terhadap konsentrasi belajar dibandingkan frekuensi sarapan saja, sehingga dapat memberikan panduan gizi yang lebih spesifik bagi mahasiswa kedokteran. Selain itu, studi longitudinal yang mengikuti mahasiswa selama satu tahun akademik dapat mengevaluasi perubahan kebiasaan sarapan dan konsentrasi belajar seiring dengan beban kuliah yang berfluktuasi, sehingga dapat mengidentifikasi periode kritis di mana intervensi nutrisi paling dibutuhkan. Terakhir, penelitian interdisipliner yang menggabungkan perspektif psikologi, nutrisi, dan kajian Islam dapat menguji bagaimana praktik ibadah (seperti puasa atau konsumsi makanan halal) memoderasi hubungan antara sarapan dan konsentrasi, serta menilai dampaknya terhadap pencapaian akademik secara keseluruhan.
| File size | 266.98 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
YARSIYARSI Dalam Islam, pandangan konsumsi makanan dan minuman asalkan dalam takaran serta memenuhi kriteria halal dan thayyib. Energi yang diperoleh juga perlu diimbangiDalam Islam, pandangan konsumsi makanan dan minuman asalkan dalam takaran serta memenuhi kriteria halal dan thayyib. Energi yang diperoleh juga perlu diimbangi
YARSIYARSI Presentase jenis obat pada pasien gangguan fungsi ginjal yaitu ACEi (7%), ARB (17%), Beta Blocker (15%), CCB (26%), dan Diuretik ( 39%). Presentase golonganPresentase jenis obat pada pasien gangguan fungsi ginjal yaitu ACEi (7%), ARB (17%), Beta Blocker (15%), CCB (26%), dan Diuretik ( 39%). Presentase golongan
YARSIYARSI Simpulan: madu fermentasi ragi tempe tidak menunjukkan aktivitas antibakteri in‑vitro terhadap E. Namun, dari perspektif Islam, status madu sebagai SyifaSimpulan: madu fermentasi ragi tempe tidak menunjukkan aktivitas antibakteri in‑vitro terhadap E. Namun, dari perspektif Islam, status madu sebagai Syifa
YARSIYARSI Sebagian besar mahasiswa Fakultas Kedokteran Yarsi angkatan 2021 menggunakan strategi belajar yang parah atau tidak efektif, yang berkontribusi pada tingkatSebagian besar mahasiswa Fakultas Kedokteran Yarsi angkatan 2021 menggunakan strategi belajar yang parah atau tidak efektif, yang berkontribusi pada tingkat
YARSIYARSI Mahasiswa yang mengkonsumsi kopi hitam memiliki kualitas daya ingat yang baik bagi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 dan 2023Mahasiswa yang mengkonsumsi kopi hitam memiliki kualitas daya ingat yang baik bagi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 dan 2023
YARSIYARSI Rhinitis alergi adalah peradangan pada membran mukosa hidung yang disebabkan oleh reaksi alergi pada pasien atopi. Penelitian ini bertujuan untuk melihatRhinitis alergi adalah peradangan pada membran mukosa hidung yang disebabkan oleh reaksi alergi pada pasien atopi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat
YARSIYARSI Sebagian besar responden memiliki latar belakang pendidikan SMA/SLTA/SMK dan penghasilan di bawah UMR. Dukungan sosial dan lingkungan positif, sepertiSebagian besar responden memiliki latar belakang pendidikan SMA/SLTA/SMK dan penghasilan di bawah UMR. Dukungan sosial dan lingkungan positif, seperti
YARSIYARSI Menurut penelitian yang dilakukan oleh Kartini di Pekanbaru, prevalensi infeksi cacing STHs pada anak balita adalah 12,7%. Penelitian terhadap infeksi cacing pada anak lebih banyak pada anak usia sekolah dasar daripada usia balita. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Kartini di Pekanbaru, prevalensi infeksi cacing STHs pada anak balita adalah 12,7%. Penelitian terhadap infeksi cacing pada anak lebih banyak pada anak usia sekolah dasar daripada usia balita.
Useful /
YARSIYARSI Setiap batch penelitian menggunakan tegangan listrik yang sama selama 1 jam dengan mengevaluasi pemantauan setiap 20 menit, 40 menit, dan 60 menit. DariSetiap batch penelitian menggunakan tegangan listrik yang sama selama 1 jam dengan mengevaluasi pemantauan setiap 20 menit, 40 menit, dan 60 menit. Dari
YARSIYARSI Uji statistik menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan hasil uji statistik chi-square menggunakan SPSS didapatkan terdapat tidak adanya hubungan yang signifikanUji statistik menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan hasil uji statistik chi-square menggunakan SPSS didapatkan terdapat tidak adanya hubungan yang signifikan
YARSIYARSI Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan SPSS dengan uji Chi-Square dan p-value < 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan mayoritas bayi mengalamiData dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan SPSS dengan uji Chi-Square dan p-value < 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan mayoritas bayi mengalami
YARSIYARSI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dan aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi pada lansia di Komunitas Kelapa Gading.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dan aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi pada lansia di Komunitas Kelapa Gading.