UMNUMN

JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL HUMANIORAJURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL HUMANIORA

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kesetaraan gender di MAN 1 Magelang, dengan fokus pada bagaimana norma budaya dan struktur sosial mempengaruhi pemilihan jurusan dan pengalaman siswa. Meskipun secara formal semua jurusan terbuka untuk laki-laki dan perempuan, penelitian ini menemukan bahwa stereotip, subordinasi, marginalisasi, dan kekerasan simbolik masih direproduksi melalui budaya sekolah, arahan guru, dan persepsi sosial yang melekat pada bidang keahlian tertentu. Dengan menggunakan pendekatan Gender and Development (GAD), penelitian ini menunjukkan bahwa ketidaksetaraan tidak berasal dari kemampuan biologis, melainkan dari konstruksi sosial yang menempatkan laki-laki dan perempuan dalam peran yang berbeda. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pendidikan kesadaran gender dan rekonstruksi pemahaman tentang pekerjaan berbasis gender untuk mewujudkan lingkungan madrasah yang inklusif dan setara.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu gender di MAN 1 Magelang tidak lagi terletak pada akses pendidikan, melainkan pada norma budaya, stereotip, hubungan sosial, dan struktur sekolah yang masih mereproduksi bias gender.Meskipun kebijakan madrasah bersifat netral, subordinasi, marginalisasi, dan kekerasan simbolis dalam praktik lapangan tetap ada dan membentuk bagaimana siswa memaknai jurusan dan bidang keahlian.Melalui pendekatan Gender and Development (GAD), penelitian ini menegaskan bahwa ketidaksetaraan yang terjadi bukan disebabkan oleh perbedaan kemampuan atau biologi, melainkan oleh struktur sosial yang telah menormalkan pembagian peran berdasarkan gender.Akses yang setara tidak otomatis menghasilkan kesempatan dan hasil yang setara karena norma budaya masih membentuk kepercayaan diri, pilihan karier, dan pola interaksi siswa dan guru.Oleh karena itu, pendekatan GAD merupakan kerangka kerja yang paling relevan untuk mengatasi tantangan gender di MAN 1 Magelang, dengan fokus pada perubahan budaya sekolah, pendidikan kesadaran gender, dan penghapusan segregasi stereotip.

Untuk mengatasi tantangan gender di MAN 1 Magelang, penelitian selanjutnya dapat mengusulkan strategi-strategi berikut: Pertama, mengintegrasikan pendidikan kesadaran gender ke dalam kurikulum secara menyeluruh, tidak hanya sebagai mata pelajaran terpisah, tetapi juga sebagai tema lintas mata pelajaran. Kedua, mengembangkan program pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru untuk meningkatkan kesadaran gender dan kemampuan mereka dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan bebas dari stereotip. Ketiga, mendorong partisipasi aktif siswa dalam kegiatan-kegiatan yang mempromosikan kesetaraan gender, seperti diskusi kelompok, proyek kolaboratif, dan kegiatan ekstra kurikuler yang berfokus pada pemberdayaan gender. Dengan menggabungkan strategi-strategi ini, madrasah dapat menciptakan lingkungan yang inklusif dan setara, di mana siswa dapat mengembangkan potensi mereka tanpa terkekang oleh konstruksi gender tradisional.

  1. Implementasi Kebijakan pada Kesetaraan Gender dalam Bidang Pendidikan | Takzim : Jurnal Pengabdian Masyarakat.... ojs.umrah.ac.id/index.php/takzim/article/view/3845Implementasi Kebijakan pada Kesetaraan Gender dalam Bidang Pendidikan Takzim Jurnal Pengabdian Masyarakat ojs umrah ac index php takzim article view 3845
  2. Metode Penelitian Kuantitatif: Konsep, Jenis, Tahapan dan Kelebihan | Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan.... jipp.unram.ac.id/index.php/jipp/article/view/3057Metode Penelitian Kuantitatif Konsep Jenis Tahapan dan Kelebihan Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan jipp unram ac index php jipp article view 3057
  3. Relasi Kuasa Dalam Kekerasan Berbasis Gender | Jurnal Ilmiah Padma Sri Kreshna. relasi kuasa kekerasan... doi.org/10.37631/psk.v5i2.1050Relasi Kuasa Dalam Kekerasan Berbasis Gender Jurnal Ilmiah Padma Sri Kreshna relasi kuasa kekerasan doi 10 37631 psk v5i2 1050
Read online
File size206.99 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test