UMNUMN

JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL HUMANIORAJURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL HUMANIORA

Popularitas idol group seringkali memicu perilaku konsumtif di kalangan penggemarnya. Hal tersebut, dapat juga dipengaruhi oleh hubungan kelekatan yang dirasakan oleh penggemar terhadap idola. Fenomena perilaku ini juga ditemukan pada penggemar JKT48 (sister group AKB48). Penggemar cenderung mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli merchandise tersebut, meskipun barang-barang tersebut bukan merupakan kebutuhan dasar (sandang-pangan-papan). Subjek dalam penelitian ini adalah penggemar JKT48 dalam komunitas Team48 Karawang yang sudah memiliki penghasilan bulanan dan menunjukkan perilaku konsumtif terhadap pembelian merchandise maupun keikutsertaan dalam aktivitas fandom. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif penggemar idol group JKT48. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang mencakup studi pustaka dan wawancara narasumber untuk menggali perilaku konsumtif pada penggemar. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa perilaku konsumtif dipengaruhi oleh keterikatan emosional terhadap idola mereka. Berdasarkan teori konsumsi Jean Baudrillard, pembelian merchandise tidak lagi didasari oleh nilai guna, melainkan oleh nilai tanda sebagai bentuk identitas, loyalitas, dan eksistensi penggemar. Sesuai teori kelekatan John Bowlby, hubungan emosional antara penggemar dan idola membentuk rasa kedekatan dan kebutuhan untuk terus terhubung, sehingga memicu perilaku konsumtif sebagai bentuk ekspresi dan dukungan terhadap idola. Penelitian ini memberikan pandangan bagi pemahaman perilaku konsumtif dalam budaya popular dan menjelaskan perspektif teoritis mengenai peran emosi dan simbol penggemar dalam menentukan keputusan konsumtif.

Penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku konsumtif penggemar JKT48 dalam komunitas Team48 Karawang dipengaruhi secara signifikan oleh adanya keterikatan emosional yang terjalin antara penggemar dan idola.Relasi kedekatan tersebut membentuk dorongan afektif untuk terus membeli merchandise, mengikuti event, hingga berpartisipasi dalam aktivitas interaksi penggemar dan idolanya.Hal ini seperti yang dijelaskan oleh teori kelekatan yang dikemukakan oleh John Bowlby, di mana figur idola berperan sebagai attachment figure yang memberikan rasa nyaman, kedekatan emosional, serta kebutuhan psikologis akan keberadaan sosok yang dianggap penting.Merchandise dan interaksi langsung dengan idola kemudian menjadi transitional object yang berfungsi untuk mempertahankan kedekatan antara penggemar dan idol yang didukung.Di sisi lain, perilaku konsumtif yang ditampilkan para penggemar JKT48 juga menunjukkan dorongan impulsif yang tidak hanya didasari nilai guna, namun sarat makna simbolik yang terdapat pada barang tersebut.Hal ini sejalan dengan pandangan Jean Baudrillard mengenai konsumsi, bahwa tindakan membeli tidak lagi digerakkan oleh fungsi material, tetapi oleh sign value dan representasi identitas.Merchandise JKT48 menjadi simbol loyalitas, prestise, dan bentuk eksistensi sosial dalam komunitas fandom.Dengan demikian, konsumsi dalam budaya fandom berfungsi sebagai medium ekspresi diri serta penegasan status sebagai bagian dari kelompok sosial tertentu.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku konsumtif penggemar idol group, seperti motivasi, emosi, dan identitas diri. Kedua, penelitian dapat fokus pada dinamika sosial dalam komunitas penggemar, termasuk norma kelompok, rasa kebersamaan, dan kebutuhan akan identitas dalam komunitas fandom. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi lebih dalam tentang peran simbolik dan nilai tanda (sign value) dalam perilaku konsumtif penggemar, serta bagaimana hal tersebut mempengaruhi keputusan pembelian dan ekspresi identitas dalam komunitas fandom.

Read online
File size274.86 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test