IAI MBIMAIAI MBIMA

TAROATAROA

Pelatihan Verifikasi Informasi bagi anak muda dan perangkat Desa Bakalerek dilaksanakan dengan tujuan untuk mengatasi masalah penyebaran hoaks ataupun informasi palsu di Desa Bakalerek. Topik ini dipilih untuk mengatasi banyaknya informasi hoaks yang tersebar di media sosial, sehingga membutuhkan kemampuan untuk memverifikasi suatu informasi atau berita dengan tujuan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan informasi hoaks atau informasi palsu yang beredar. Metode pengabdian menggunakan pelatihan dan observasi langsung kepada anak muda dan perangkat Desa Bakalerek. Pelatihan ini dilakukan dalam bentuk penyampaian materi kepada anak muda dan perangkat Desa Bakalerek serta melakukan diskusi bersama dan evaluasi terhadap pemahaman peserta. Hasil dari pelatihan menunjukkan peningkatan yang baik dalam pengetahuan peserta dalam memverifikasi informasi serta membedakan informasi hoaks yang beredar dan menerapkan informasi, serta diharapkan dapat meningkatkan kemampuan anak muda dan perangkat desa dalam menghadapi tantangan informasi digital, khususnya dalam mencegah penyebaran hoaks serta mendorong sikap kritis dan bertanggung jawab dalam menerima dan menyebarkan informasi di lingkungan Desa Bakalerek.

Pelatihan verifikasi informasi di Desa Bakalerek berhasil memberikan pemahaman kepada anak muda dan perangkat desa tentang cara memeriksa kebenaran informasi serta meningkatkan kesadaran akan bahaya hoaks.Selain meningkatkan literasi informasi, pelatihan ini membekali peserta dengan keterampilan praktis untuk menjaga keakuratan informasi di lingkungan mereka, sehingga meningkatkan sikap kritis dan tanggung jawab dalam menerima dan menyebarkan informasi.Kegiatan ini terbukti meningkatkan kemampuan peserta dalam mengenali informasi palsu dan melakukan langkah awal verifikasi sebelum menyebarkan berita.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak jangka panjang pelatihan verifikasi informasi terhadap perilaku warga muda dan perangkat desa dengan melakukan survei terstruktur selama satu hingga dua tahun setelah intervensi, serta membandingkan hasilnya pada beberapa desa di wilayah yang sama untuk menilai keberlanjutan efek edukasi. Selanjutnya, perlu dikembangkan dan diuji coba aplikasi atau platform digital yang dirancang khusus untuk memfasilitasi fact‑checking di komunitas pedesaan, melibatkan fitur bahasa lokal dan antarmuka sederhana sehingga dapat diakses oleh pengguna dengan tingkat literasi teknologi yang beragam. Selain itu, studi komparatif antara model pelatihan yang dipimpin oleh ahli (misalnya dosen atau trainer profesional) dengan model yang dipimpin oleh sesama pemuda atau peer‑leader dapat memperjelas strategi paling efektif dalam meningkatkan literasi informasi dan mengurangi penyebaran hoaks di tingkat desa.

  1. KOMUNIKASI INFORMASI: DASAR-DASAR UNTUK MENAVIGASI ERA INFORMASI BERLEBIH | Journal Papyrus : Sosial,... doi.org/10.59638/jp.v4i1.83KOMUNIKASI INFORMASI DASAR DASAR UNTUK MENAVIGASI ERA INFORMASI BERLEBIH Journal Papyrus Sosial doi 10 59638 jp v4i1 83
  2. http://jurnal.usbypkp.ac.id./index.php/buanakomunikasi. perilaku mahasiswa menanggapi hoaks platform... doi.org/10.32897/buanakomunikasi.2021.2.2.1135jurnal usbypkp ac index php buanakomunikasi perilaku mahasiswa menanggapi hoaks platform doi 10 32897 buanakomunikasi 2021 2 2 1135
  3. LITERASI KOMUNIKASI WARGANET GENERASI MILENIAL DI MEDIA SOSIAL (STUDI KASUS WARGANET DI KOTA MATARAM)... doi.org/10.31764/jiper.v4i1.8695LITERASI KOMUNIKASI WARGANET GENERASI MILENIAL DI MEDIA SOSIAL STUDI KASUS WARGANET DI KOTA MATARAM doi 10 31764 jiper v4i1 8695
Read online
File size399.74 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test