ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI

Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan MasyarakatJurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat

Desa Rancagede, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, memiliki potensi ekonomi lokal melalui kerajinan anyaman pandan duri yang selama ini diproduksi oleh sekitar 60 pengrajin aktif. Namun, pengembangan usaha masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan variasi produk, pemasaran yang masih bersifat lokal, serta belum adanya identitas dan sistem usaha yang terintegrasi. Program community development ini bertujuan untuk mengembangkan anyaman pandan duri melalui inovasi produk, penguatan branding, dan digitalisasi pemasaran. Metode yang digunakan mencakup observasi, wawancara, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan yang dilakukan mencakup pelatihan pembuatan produk inovatif berupa topi dan tas, pembuatan identitas visual desa, pengembangan media promosi digital, serta penerapan sistem pemasaran berbasis titip jual melalui akun e-commerce INAYAHSTORE14. Setelah program community development ini dilaksanakan, Desa Rancagede telah memiliki logo, media promosi digital, serta sistem pemasaran yang membantu memperluas akses pasar produk anyaman pandan duri. Produk tikar telah dapat dipasarkan melalui sistem tersebut, sedangkan produk topi dan tas masih memerlukan pengembangan lebih lanjut agar mampu bersaing dari segi kualitas, desain, dan harga. Program ini menunjukkan bahwa pengembangan anyaman pandan duri memerlukan pendekatan yang terintegrasi antara inovasi produk, branding, dan digitalisasi agar mampu meningkatkan daya saing serta keberlanjutan usaha masyarakat.

Program pendampingan terpadu pengembangan anyaman pandan duri di Desa Rancagede telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas pengrajin, pengembangan produk, serta penguatan pemasaran.Melalui kegiatan pelatihan, pengrajin mulai mampu menghasilkan produk baru selain tikar, yaitu topi dan tas yaitu 5 dari 12 peserta telah dapat membuat produk tersebut secara mandiri.Desa juga telah memiliki identitas visual, media promosi digital, serta sistem pemasaran berbasis titip jual melalui INAYAHSTORE14 yang membantu memperluas akses pasar produk anyaman pandan duri.Hingga saat ini, produk tikar telah dapat dipasarkan melalui sistem tersebut dan menunjukkan potensi penjualan digital yang lebih luas.Namun, produk inovasi seperti topi dan tas masih memerlukan pengembangan lebih lanjut karena kualitas, desain, dan harga jualnya belum mampu bersaing di pasar.Oleh karena itu, program ini menunjukkan bahwa pengembangan anyaman pandan duri di Desa Rancagede tidak hanya memerlukan digitalisasi pemasaran, tetapi juga pendampingan berkelanjutan dalam inovasi dan diferensiasi produk agar usaha masyarakat dapat berkembang secara lebih optimal dan berkelanjutan.

Untuk pengembangan program selanjutnya, Desa Rancagede perlu memfokuskan upaya pada peningkatan kualitas dan diferensiasi produk anyaman, khususnya topi dan tas, karena produk tersebut masih belum mampu bersaing dari segi desain dan harga dengan produk serupa di pasar. Pengrajin memerlukan pelatihan lanjutan mengenai teknik anyaman yang lebih modern, variasi bentuk, finishing, serta pengembangan desain yang memiliki ciri khas Desa Rancagede agar produk memiliki nilai tambah dan keunikan yang jelas. Selain itu, perlu dilakukan penentuan positioning dan target pasar yang lebih spesifik sehingga produk yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen tertentu dan tidak bersaing secara langsung dengan produk massal yang lebih murah. Sistem pemasaran digital melalui INAYAHSTORE14 perlu terus diperkuat dan diperluas. Produk tikar yang telah berjalan dapat digunakan untuk memperkenalkan produk inovasi lain secara bertahap. Strategi promosi juga perlu diarahkan tidak hanya pada penjualan produk, tetapi pada pembangunan identitas Desa Rancagede sebagai tempat anyaman pandan duri yang memiliki karakter khas. Untuk mendukung keberlanjutan program, desa juga perlu mulai melibatkan generasi muda dan membangun sistem budidaya pandan duri agar ketersediaan pengrajin maupun bahan baku tetap terjaga di masa depan.

  1. Pemberdayaan Umkm Dengan Fokus Pada Peran Wanita: Inovasi Digitalisasi Pemasaran Di Kecamatan Kebon Pedas,... doi.org/10.57096/blantika.v2i3.108Pemberdayaan Umkm Dengan Fokus Pada Peran Wanita Inovasi Digitalisasi Pemasaran Di Kecamatan Kebon Pedas doi 10 57096 blantika v2i3 108
  2. DIGITALISASI PEMASARAN DALAM UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN UMKM SEGARHALAL | Hilmiana | Kumawula:... doi.org/10.24198/kumawula.v5i1.35886DIGITALISASI PEMASARAN DALAM UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN UMKM SEGARHALAL Hilmiana Kumawula doi 10 24198 kumawula v5i1 35886
Read online
File size240.78 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test