POLTEKSAHIDPOLTEKSAHID

International Journal of Travel, Hospitality and EventsInternational Journal of Travel, Hospitality and Events

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan bauran pemasaran dalam hal ini 7P (produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik) dalam meningkatkan jumlah pertemuan di hotel bintang 5 yang berlokasi di area Kuta, Bali, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner dengan total 150 responden dari penyelenggara konferensi profesional yang telah mengadakan pertemuan di hotel. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Implementasi bauran pemasaran yang diterapkan oleh hotel meliputi penyediaan tempat pertemuan termasuk fasilitas dan peralatan pertemuan, penyediaan harga sesuai dengan anggaran klien, promosi menggunakan brosur, situs web, melalui panggilan penjualan dan telemarketing, pemeriksaan rutin kondisi tempat pertemuan. Variabel yang paling efektif mempengaruhi peningkatan jumlah acara pertemuan adalah dengan melihat hasil koefisien standar beta dari nilai terbesar, yaitu variabel bukti fisik dengan nilai terbesar 0,266 dengan sig 0,00 yang berarti bahwa variabel bukti fisik paling efektif mempengaruhi jumlah pertemuan. Faktor-faktor yang menyebabkan inefektivitas variabel bauran pemasaran berdasarkan hasil wawancara adalah kinerja karyawan yang kurang optimal dan promosi yang dilakukan kurang dan kurang efektif dalam menjual paket pertemuan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi bauran pemasaran, khususnya pada aspek bukti fisik, memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan jumlah pertemuan di hotel.Faktor-faktor seperti penyediaan fasilitas yang memadai, harga yang kompetitif, lokasi strategis, promosi yang efektif, kualitas sumber daya manusia, proses pelayanan yang baik, dan tampilan fisik hotel yang menarik berperan penting dalam menarik penyelenggara pertemuan.Namun, penelitian juga mengidentifikasi adanya kendala seperti kinerja karyawan yang kurang optimal dan promosi yang kurang gencar, yang perlu ditingkatkan untuk memaksimalkan efektivitas bauran pemasaran.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi secara mendalam faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi kinerja karyawan dalam konteks pelayanan pertemuan, seperti pelatihan, motivasi, dan sistem penghargaan. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan strategi pemasaran yang diterapkan oleh hotel-hotel lain di Bali yang berhasil meningkatkan jumlah pertemuan, untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diadopsi. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada efektivitas berbagai saluran promosi digital, seperti media sosial dan pemasaran konten, dalam menjangkau target pasar penyelenggara pertemuan, serta bagaimana mengoptimalkan penggunaan saluran-saluran tersebut untuk meningkatkan kesadaran merek dan menghasilkan prospek. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang dinamika pemasaran pertemuan di Bali dan membantu para pelaku industri untuk mengembangkan strategi yang lebih efektif dalam menarik dan mempertahankan penyelenggara pertemuan.

Read online
File size567.19 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test