AKSARAGLOBALAKSARAGLOBAL

Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan KebudayaanJurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan

Pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan dan ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pelaksanaan program ini sering kali menghadapi kendala, baik internal maupun eksternal. Kendala eksternal yaitu dimana orang tua anak-anak yang acuh tak acuh terhadap kegiatan program yang dilaksanakan di TK tersebut. Program aku suka membaca untuk meningkatkan kemampuan membaca. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara dan observasi dengan menggunakan metode kualitatif. Program Aku Senang Membaca Buku di TK Pembina 1 Medan menunjukkan potensi yang baik dalam meningkatkan kemampuan literasi anak. Namun, untuk mencapai hasil yang lebih optimal, diperlukan langkah-langkah konkret seperti peningkatan anggaran, penyediaan sumber daya yang memadai, serta pelatihan bagi guru. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa program ini memiliki potensi yang signifikan dalam meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi anak usia dini. Peningkatan minat baca dan kemampuan literasi anak yang terobservasi setelah pelaksanaan program menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, anak-anak dapat didorong untuk mengembangkan kebiasaan membaca yang baik.

Program Aku Senang Membaca Buku di TK Pembina 1 Medan memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi anak usia dini.Meskipun terdapat peningkatan yang teramati, keterbatasan anggaran, keterlibatan orang tua yang rendah, dan waktu pelaksanaan yang terbatas menjadi kendala utama.Untuk hasil yang lebih optimal, diperlukan peningkatan sumber daya, pelatihan guru, serta keterlibatan aktif orang tua dalam mendukung kebiasaan membaca di rumah.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas keterlibatan orang tua melalui pendekatan digital, seperti aplikasi atau grup media sosial, dalam mendukung program literasi anak usia dini di rumah, untuk melihat bagaimana teknologi dapat memperkuat kemitraan sekolah dan keluarga. Kedua, sebaiknya dikembangkan penelitian yang menguji model pelatihan guru berbasis modul literasi berjenjang yang dirancang khusus untuk tahap perkembangan anak usia dini, guna meningkatkan kualitas implementasi metode membaca secara berkelanjutan. Ketiga, perlu dieksplorasi studi tentang integrasi program membaca dengan aktivitas harian di TK, seperti waktu bermain atau makan, untuk menilai apakah pendekatan tematik dan kontekstual dapat meningkatkan minat baca secara alami tanpa menambah beban waktu belajar. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi dengan temuan sebelumnya, terutama dalam mengatasi keterbatasan sumber daya dan keterlibatan orang tua, serta memperkuat keberlanjutan program literasi di lingkungan pendidikan anak usia dini. Dengan pendekatan yang lebih inovatif dan terpadu, diharapkan program membaca tidak hanya menjadi kegiatan sekolah semata, tetapi menjadi bagian alami dari ekosistem pendidikan anak sejak dini.

Read online
File size780.73 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test