UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI
Jurnal Teknologi Informasi dan KomputerJurnal Teknologi Informasi dan KomputerTeknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara umum adalah semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyim-panan, penyebaran, dan penyajian informasi yang banyak diterapkan di segala bidang, salah satunya di bidang pendidikan. Guru adalah pendidik professional yang mempunyai tugas dan peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tanggal 4 Mei 2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi Guru, khususnya pada Standar Kompetensi Guru SD yang pada Kompetensi Pedagodik adalah me-manfaatkan TIK untuk kepentingan pembelajaran dan pada Kompetensi Profesional adalah memanfaatkan TIK untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri. Namun kenyataannya banyak guru di kecamatan Sukasada, Buleleng yang masih belum memahami penggunaan teknologi. Berdasarkan uraian diatas sistem informasi sangat diperlukan survey melalui kuisioner terkait sejauh mana keterampilan guru di bidang TIK. Dalam proses analisi diperlukan sebuah aplikasi untuk membantu memberikan rekomendasi tentang perlunya diadakan pelatihan TIK untuk guru di sekolah.
Sistem telah mampu untuk diimple-mentasikan dengan baik dan setelah proses uji coba sistem telah mampu membantu terkait keterampilan guru khususnya di lingkup sekolah dasar dalam bidang TIK.Hal tersebut dapat dilihat dari hasil angket yang diisi masing-masing guru yang kemudian diolah menghasilkan skor prosentasi total di suatu sekolah yang selanjutnya dapat digunakan sebagai pedo-man untuk melakukan pengabdian pada masyarakat dalam bentuk pelatihan dan pendampingan bagi guru untuk mening-katkan kemampuan mereka di bidang TIK.
Untuk meningkatkan keterampilan guru dalam bidang TIK, perlu dilakukan pelatihan dan pendampingan yang terstruktur dan berkelanjutan. Pelatihan ini dapat mencakup berbagai aspek, seperti penggunaan perangkat lunak dasar, pemanfaatan internet untuk pembelajaran, dan pengembangan diri melalui teknologi. Selain itu, penting untuk mengukur efektivitas pelatihan melalui pengukuran respon peserta dan melakukan perbandingan dengan data sebelumnya. Dengan demikian, sistem informasi yang dikembangkan dapat menjadi alat bantu yang efektif dalam meningkatkan kompetensi guru di bidang TIK.
| File size | 372.36 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Melalui internet tersebut sangat membantu memberikan ide bagi penulis untuk membuat suatu website kampus yang bisa memberikan informasi bagi para pengunjungnya.Melalui internet tersebut sangat membantu memberikan ide bagi penulis untuk membuat suatu website kampus yang bisa memberikan informasi bagi para pengunjungnya.
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Dari hasil pengujian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa sistem yang dikembangkan sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Berdasarkan penelitianDari hasil pengujian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa sistem yang dikembangkan sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Berdasarkan penelitian
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Dengan melakukan proses penyeleksian ini akan memudahkan pihak STIKOM Bali untuk mendapatkan hasil rekomendasi dosen teladan. Implementasi Metode TOPSISDengan melakukan proses penyeleksian ini akan memudahkan pihak STIKOM Bali untuk mendapatkan hasil rekomendasi dosen teladan. Implementasi Metode TOPSIS
UPBUPB Berdasarkan proses analisis, perancangan, dan implementasi yang sebelumnya, penulis memperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut. Aplikasi ini mampuBerdasarkan proses analisis, perancangan, dan implementasi yang sebelumnya, penulis memperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut. Aplikasi ini mampu
SARI MUTIARASARI MUTIARA Human Immunodeficiency Virus atau disingkat HIV merupakan salah satu virus yang dapat menyerang ataupun menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan kekebalanHuman Immunodeficiency Virus atau disingkat HIV merupakan salah satu virus yang dapat menyerang ataupun menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan kekebalan
UNDAUNDA Meskipun metode ini efektif dalam memberikan rekomendasi produksi yang sesuai dengan permintaan dan ketersediaan bahan baku, penelitian dan pengembanganMeskipun metode ini efektif dalam memberikan rekomendasi produksi yang sesuai dengan permintaan dan ketersediaan bahan baku, penelitian dan pengembangan
TUNASBANGSATUNASBANGSA 5 atau sama dengan 50. Diharapkan informasi ini dapat memberikan rekomendasi kepada pihak sekolah SMK Negeri 1 Siantar. Penerapan data mining dengan metode5 atau sama dengan 50. Diharapkan informasi ini dapat memberikan rekomendasi kepada pihak sekolah SMK Negeri 1 Siantar. Penerapan data mining dengan metode
STMIK AMIKBANDUNGSTMIK AMIKBANDUNG Penulis menerapkan data mining dengan metode market basket analysis untuk menganalisis kebiasaan pembeli dengan menemukan hubungan antara barang yang berbedaPenulis menerapkan data mining dengan metode market basket analysis untuk menganalisis kebiasaan pembeli dengan menemukan hubungan antara barang yang berbeda
Useful /
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Dalam melakukan pencatatan diagnosis infeksis virus pada anak di poliklinik anak di RSUD Wangaya masih menggunakan cara manual. Perkembangan teknologiDalam melakukan pencatatan diagnosis infeksis virus pada anak di poliklinik anak di RSUD Wangaya masih menggunakan cara manual. Perkembangan teknologi
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Metode Waterfall dipakai untuk menganalisis dan perancangan aplikasi yang dimana tahapannya mengambil kegiatan dasar yang digunakan dalam hampir semuaMetode Waterfall dipakai untuk menganalisis dan perancangan aplikasi yang dimana tahapannya mengambil kegiatan dasar yang digunakan dalam hampir semua
TUNASBANGSATUNASBANGSA b) Dengan adanya penerapan data mining algoritma C4. 5 diharapkan mampu memberikan solusi kepada Pemerintah Kelurahan Martoba Kecamatan Siantar Utara Kotab) Dengan adanya penerapan data mining algoritma C4. 5 diharapkan mampu memberikan solusi kepada Pemerintah Kelurahan Martoba Kecamatan Siantar Utara Kota
JBASICJBASIC Kesimpulan ini juga berlaku untuk siswa dengan gaya belajar auditorial, visual dan kinestetik. Dan tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatifKesimpulan ini juga berlaku untuk siswa dengan gaya belajar auditorial, visual dan kinestetik. Dan tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif